
Keesokan harinya Nathan pun langsung menjemput Lee Ji An untuk menjenguk sang ayah di rumah sakit. Tuan Lee terlihat begitu senang melihat senyum Lee Ji An yang begitu merekah, apalagi disampingnya ada Nathan. Pria itu benar-benar ingin melihat bagaimana hubungan Lee dan Nathan selanjutnya.
Tuan Lee berharap bahwa Nathan bisa membahagiakan Lee selamanya.
"Ayah, bagaimana kondisi Ayah sekarang? Ini aku bawakan makanan yang dimasak langsung oleh kak Mi So. Maaf Lee belum bisa masak untuk Ayah. Lee sangat kerepotan mengurus baby Ryu setiap hari," ucap Lee Ji An dengan senyuman manisnya.
"Ayah sudah membaik putriku, bersyukurlah kali ini Ayah sudah diperbolehkan pulang, nanti sore ayah akan berkemas pulang, Dokter mengatakan Ayah sudah boleh rawat jalan, dan kamu tidak usah memikirkan soal makanan, cukup fokus kepada bayimu, kamu harus merawat dan menjaganya dengan baik karena baik itu adalah keturunan keluarga. Terima kasih juga Nathan sudah menemani menjenguk ayah di sini," kata sang ayah kepada Lee Ji An dan Nathan.
"Sama-sama Ayah, aku ke sini memang ingin melihat kondisi Ayah. Karena nenek mencemaskan kondisi Ayah. Nenek yang menyarankanku untuk setiap hari menjenguk Ayah ke sini," kata Nathan kepada tuan Lee.
Tuan Lee terkejut ternyata nyonya Liao seperhatian itu kepada calon besannya, tetapi apa yang akan terjadi jika sampai beliau mengetahui bahwa dia adalah orang yang sudah membuat dia kehilangan seorang anak dan seorang menantu.
"Terima kasih banyak. Tolong sampaikan ucapan itu kepada nenekmu Nathan. Aku akan segera pulang jadi nenekmu bisa datang berkunjung ke rumah untuk membicarakan soal pernikahan kalian," ungkap tuan Lee kepada Nathan. Ayah Lee benar-benar sudah menyiapkan diri, dia akan bertemu dengan nyonya Liao. Entahlah sikap nyonya Liao saat bertemu dengannya, tetapi itu memang harus segera dilakukan.
Pertemuan keluarga tidak boleh ditunda lagi, semakin menunda pertemuan keluarga semakin membuat harapan Lee terlalu besar, jika memang hubungan itu mau putus, maka putus saja, jika memang mau berlanjut, maka lanjut saja, setidaknya sekarang itu yang ada di dalam pikiran tuan Lee.
"Terima kasih banyak Ayah, akan Nathan sampaikan kepada nenek dan nenek serta Nathan akan datang dengan segera ke rumah untuk melamar secara resmi,"bkata Nathan menorehkan senyum bahagianya. Pria itu benar-benar merasa sangat bahagia, ketika ayah mertuanya menyambutnya seperti itu.
"Ayah kemarin Lee belanja perhiasan sangat banyak dengan nenek, Lee sangat senang nenek begitu sayang kepada Lee. Ayah pasti tidak akan menyesal mempunyai besan seperti nenek," kata Lee kepada sang ayah.
__ADS_1
"Benarkah? Apa nenek Nathan bersikap sebaik itu?" tanya sang ayah dengan senyuman manisnya, pria itu begitu bahagia mendengar cerita dari sang buah hati. Sesaat pria paruh baya itu melupakan bahwa kejadian yang akan terjadi pasti akan menggoyahkan hubungan antara Nathan dan Lee.
"Benar sekali Ayah, karena kemarin bahkan aku dibelikan 3 kotak perhiasan, dan itu harganya sangat mahal. Ayah tahu sendiri kan, Lee kurang suka barang-barang mewah, dan menghamburkan uang, sudah mencoba untuk menolak tapi nenek mengatakan bahwa kotak perhiasan itu tidak ada bandingnya karena begitu berharga Lee di keluarga Liao, nenek Nathan mengatakan hal itu kepada Lee kemarin, senang sekali," ungkapan Lee Ji An dengan wajah yang penuh dengan kebahagiaan.
"Bersyukurlah Nak, semoga untuk selamanya nyonya Liao memberikan sikap dan perhatian selembut itu kepadamu, Sayang," kata tuan Lee dengan perasaan yang begitu hangat.
Tiba-tiba saja ibu datang membawakan beberapa minuman.
"Eh sudah datang ternyata, baby Ryu bersama siapa?" tanya sang ibu sambil menyodorkan beberapa minuman dingin untuk putri dan calon menantunya.
"Baby Ryu bersama Kak Kim, karena Kim Nana sedang shooting di luar kota," kata lee Ji An menjawab pertanyaan sang ibu.
"Benarkah apa Halaboeji baik-baik saja?" tanya Lee Ji An kepada sang ibu.
"Baik-baik saja, tapi agak sedikit pilek katanya, jadi sedikit pusing jadi sehingga tidak sanggup untuk berangkat ke kantor, maklumlah usianya sudah sangat tua, jadi otomatis Oppa-mu harus berangkat ke sana, tidak bisa kita membiarkan Halaboeji mu sakit sampai keterusan," kata sang ibu sambil menatap buah hatinya dengan tajam.
"Tapi apa kak kim sudah tahu kan, Kak Young Joon berangkat?" Lee Ji An mengerutkan dahinya.
"Jelas aja, tadi Joon sudah menelepon sebelum berangkat, walau memang mereka belum sempat berjumpa, tapi ibu menyarankan agar Mi So ikut ke Korea. k
__ADS_1
Kalau Joon memang akan lama di sana," kata sang ibu dengan senyumannya.
"Iya sebaiknya memang kak Kim ikut, karena tidak dipungkiri mereka masih pengantin baru. Kasihan sekali harus terpisah Negara seperti itu," kata Lee Ji An dengan mata yang sendu.
"Ya sudah biar nanti Ibu yang telpon Mi So, kalau kamu sudah pulang ke rumah, biar dia menyusul kakakmu, Oh ya Nathan ... Ayah sudah mau pulang, kalau begitu cepatlah rencanakan pertemuan keluarga, ibu akan mempersiapkan makan malam yang lezat untuk menyambut kedatangan nenekmu," kata sang ibu kepada Nathan.
"Iya Ibu, Nathan akan segera membicarakan itu dengan nenek. Terima kasih banyak." Pria itu menorehkan senyum yang manis kepada calon ibu mertuanya.
"Kalian harus segera menikah, semakin lama bayi kalian semakin besar, bayi kalian harus cepat mendapatkan identitas, harus masuk ke dalam kartu keluarga, tidak dipungkiri ini akan menjadi masalah besar jika sampai lebih dari 1 bulan belum juga masuk ke dalam kartu keluarga," kata sang ibu dengan suara yang jelas.
"Tenang saja Bu, Ryu adalah anakku, sudah pasti akan masuk ke dalam kartu keluargaku," Nathan berkata dengan bersungguh-sungguh, dia itu memang sudah bulat dengan pemikirannya, dia akan menikahi Lee Ji An dan bertanggung jawab atas perbuatannya.
Apalagi kini mereka sudah dikaruniai seorang bayi laki-laki, yang begitu tampan, dan sangat mirip dengannya, bahkan Nathan sudah merindukan buah hatinya kembali. Padahal baru saja tadi mereka berjumpa.
"Semoga saja nenekmu akan bersikap baik dan melanjutkan hubungan ini, ibu tidak bisa membayangkan jika sampai nenekmu menolak pernikahan kalian," kata sang ibu dengan suara yang rendah.
"Tidak mungkin terjadi Bu. Nenek tidak akan pernah menolak pernikahanku dan Lee. Selama aku masih hidup dan bernapas serta masih mengingat Lee. Hanya akan ada satu istri yaitu Lee di dalam Nathan," kata Nathan dengan kesungguhannya.
"Semoga saja ya, tapi kan belum tentu, karena itu kita lihat nanti," ungkap ibu Lee kepada Nathan.
__ADS_1
🎄B🎄e🎄r🎄s🎄a🎄m🎄b🎄u🎄n🎄g