Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Kedatangan Sehun


__ADS_3

2 minggu sudah berlalu tetapi kegalauan dan kehampaan hati Lee Ji An masih belum bisa hilang. Wanita itu kini bahkan bekerja pun sangat tidak tenang. Setiap ada laki-laki yang melintas di hadapannya, setiap itu pula Lee merasa bahwa pria itu adalah Nathan, otaknya semakin hari semakin error saja dipenuhi oleh pria yang bernama Nathan.


"Dokter Lee. Apakah anda mau ikut kita makan siang bersama," tanya suster kepadanya.


"Suster Ino, Maaf aku tidak bisa ikut bergabung bersama yang lain. Kebetulan aku sedang tidak enak badan," jawab Lee Ji An kepada susternya.


"Ya Tuhan Dokter Lee, pantas saja dari tadi wajah anda terlihat begitu murung dan pucat, kalau begitu anda silahkan pulang terlebih dahulu, dan beristirahatlah di rumah," kata suster Ino dengan wajahnya yang cemas.


"Terima kasih Suster Ino, saya juga akan pulang sekarang. Selamat bersenang-senang, ya," kata Lee Ji An sambil menorehkan senyum yang manis kepada suster tersebut dan suster Ino pun membalas senyuman dari Lee Ji An.


Wanita itu langsung bergegas menuju ke parkiran mobil, dia harus segera pulang karena perasaannya tidak nyaman, seharian yang ada dipikirannya hanyalah Nathan, padahal sudah hampir dua minggu sejak mereka bersama, tetapi Nathan masih saja ada di dalam pikirannya.


Lee Ji An pun mengemudi dengan santai, dia mencoba untuk fokus karena takut terjadi kecelakaan. Sesampainya di rumah ternyata dia dikejutkan sesuatu yang sangat membuat hatinya berdebar.


"Sayang, kamu baru pulang?" ucap seorang pria tampan yang kini sedang menunggunya di ruang tamu, bersama dengan para tetua.


"Sehun, kamu datang? Kenapa nggak bilang dulu?" tanya Lee Ji An dengan kening yang mengerut, wanita itu merasa sangat terkejut karena Sehun datang secara tiba-tiba. Biasanya Sehun suka mengabarinya terlebih dahulu jika mereka mau berkunjung ke Jepang.


"Ini sebuah kejutan, Sayang," kata Sehun sambil berdiri dan menggandeng tangan Lee Ji An, lalu mereka pun kini duduk di halaman rumah.


Lee Ji An hanya terdiam, rasa kaku terasa menyebar ke seluruh tubuhnya, dia tidak bisa menyambut Sehun dengan senyuman. Wanita itu benar-benar terasa kikuk, mereka harusnya bersenang-senang saat itu. Tetapi entah kenapa Lee Ji An malah merasakan debaran yang sangat kencang, dia merasa sangat bersalah, rasa bersalahnya tiba-tiba saja datang tatkala melihat keramahan Sehun padanya.

__ADS_1


"Sayang, kamu tidak senang kami datang?" tanya Sehun sambil mengerutkan keningnya. Pria itu lalu membelai lembut rambut Lee Ji An dengan penuh kasih sayang.


"Aku--aku senang kok, cuman terkejut saja biasanya kamu menghubungiku terlebih dahulu," kata Lee merasa sangat gugup, dia tidak tahu bagaimana lagi untuk menyembunyikan perasaan bersalahnya.


Andai saja Sehun tahu apa yang telah dilakukan Lee selama 3 hari di Indonesia. Sehun pasti akan merasa sangat marah dan mengamuk, tatkala melihat banyak sekali tanda kissmark yang Nathan simpan di dada kekasihnya.


"Ini karena Ibu sudah tidak sabar, ibu yang menentukan tanggal pernikahan kita," kata Sehun dengan menorehkan senyum yang manis kepada Lee Ji An.


"Ap-apa? Tanggal pernikahan?" Lee Ji An merasa terkejut mendengar apa yang Sehun katakan barusan kepadanya. Untuk soal pernikahan dia benar-benar belum siap. Melihat Sehun saja dia benar-benar merasa sangat ragu, dan tidak bisa bernapas dengan lega. Apalagi jika harus mendengar kata-kata pernikahan.


"Iya Sayang benar sekali, tapi sudahlah itu biar orangtua yang mengatur, yang penting sini deketan dong duduknya, aku sudah sangat rindu kepadamu, sudah 1 bulan kan kita tidak berjumpa," kata sehun sambil menorehkan senyum yang manis, lalu menarik tangan Lee Ji An, hingga akhirnya Lee Ji An duduk di sampingnya.


"Ya ampun Sehun, berbuat seperti ini benar-benar membuat aku semakin merasa bersalah, jangan terlalu baik kepadaku, aku tidak sebaik yang kamu pikir aku bahkan sudah berselingkuh darimu dan menghianatimu," lirih Lee Ji An di dasar hatinya.


"Emmhh ... Sehun, aku hanya kurang enak badan saja. Aku sengaja dari Rumah Sakit pulang cepat karena ingin beristirahat dan sampai rumah ternyata dikejutkan dengan kedatanganmu, dan ibu. Aku senang aku sungguh senang, tetapi entah kenapa tubuhku terasa lemas," kata Lee Ji An mencari sebuah alasan, padahal wanita itu begitu kebingungan merasa cemas dan tidak nyaman dengan perasaannya.


Rasa bersalah yang dirasakan pun semakin hari semakin mendalam, tak kalah hebat bahkan kini dia melihat sendiri wajah Sehun yang penuh dengan senyuman. Sehun terlalu baik untuk dirinya, dibohongi seperti itu membuat dia merasa sangat tidak bermoral.


"Aku bukan wanita baik-baik seperti itu. Aku bahkan sudah tidur dengan pria lain. Andai saja kamu tahu. Sayangnya aku sendiri tidak bisa mengatakan semua tentang rahasiaku," kata Lee Ji An di dasar hatinya.


"Kamu sakit Sayang?" Sehun terlihat begitu cemas mendengar pengakuan dari Lee Ji An bahwa dia kurang enak badan.

__ADS_1


"Sedikit lemas saja, aku mungkin hanya kecapean," lirih Lee Ji An dengan suara yang rendah.


"Apa mungkin karena kamu merindukan aku?" kata Sehun sambil menorehkan senyum yang manis lalu menggenggam tangan Lee Ji An dan mengecupnya dengan perlahan.


"Mungkin saja aku sedang merindu?" kata wanita itu sambil tersenyum dengan manis.


"Benarkah? Aku senang sekali mengetahui bahwa kamu merindukanku," kata Sehun kembali mengecup tangan kekasihnya dengan lembut.


"Kamu terlalu kepedean. Aku tidak bilang seperti itu." Wanita itu menorehkan senyum dan Sehun begitu bahagia karena akhirnya Lee tersenyum manis di hadapannya.


"Senyummu cantik sekali, aku jadi semakin menyayangimu. Aku semakin bahagia karena sebentar lagi kita akan segera menikah,"kata Sehun sambil tersenyum manis.


"Menikah, oh iya." Lee Ji An mencoba untuk menorehkan senyum terkesan memang terpaksa. Tetapi dia memang tidak bisa merasakan kebahagiaan yang Sehun rasakan saat ini.


Pernikahan yang selalu nantikan oleh Sehun, tidak seperti dengan dirinya, Lee Ji An sama sekali tidak merasakan kebahagiaan itu.


"Kamu sepertinya tidak senang, Sayang?" Sehun menatap wajah Lee Ji An dengan begitu tajam.


"Tentu saja aku senang, tetapi bukankah sudah kubilang. Aku merasa sangat lemas hari ini, rasanya ingin tidur," ungkap Lee Ji An dengan wajah yang sendu.


"Ya sudah, sekarang kita masuk kedalam yuk. Kamu bisa istirahat dikamar, tidak apa-apa aku akan berbicara dengan keluarga saja, kamu bisa istirahat satu barang dua jam. Setelah itu kita makan malam bersama," kata Sehun sambil mengecup kening Lee Ji An dengan lembut lalu wanita cantik itu pun menggangguk.

__ADS_1


"Ayo Sehun kita masuk. Terima kasih atas pengertiannya," kata Lee Ji An menorehkan senyum yang manis dan Sehun menjawab dengan senyuman pula.


__ADS_2