Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Persiapan


__ADS_3

Satu minggu kemudian.


Lee Ji An memutuskan untuk mengambil hari liburnya dan membawa Ryu Jin pergi ke Indonesia, menjenguk saudara kembarnya yang sekarang sudah terbaring di persemayamannya. Wanita itu sudah mengambil libur 2 hari dan mengambil cuti 2 hari sehingga dia bisa leluasa tinggal di Indonesia selama 3 hari dan perjalanan 1 hari.


"Apa yakin kamu akan berangkat berdua saja Lee, tidak mau menunggu sampai oppa-mu santai dan ikut bersama," kata sang ibu kepada buah hatinya.


"Tidak apa-apa bu, biar saja kita berdua, oppa sangat sibuk dan aku tahu kalian juga pasti akan kelelahan. Aku akan pergi bersama baby Ryu saja berdua, tidak apa-apa kan, Sayang?" ungkap Lee Ji An sambil menatap sang ibu lalu beralih menatap buah hatinya.


"Tidak apa-apa. Ibu rindu ingin bertemu dengan Lee Ji Nan pasti akan senang jika sudah sampai di sana, tapi aku yakin adiknya Ryu akan sangat bahagia kita mengingatnya. Walaupun dia sudah tidak ada, kita tidak boleh mengabaikannya," kata baby Ryu Jin kepada ibunya, balita itu sungguh penasaran dengan anak kembar yang sudah meninggal itu.


"Sebenarnya sejak kapan kamu mengetahui bahwa kamu memiliki bayi kembar, kami berusaha untuk menutupinya supaya kamu tidak sakit hati, tapi ternyata terbongkar sudah," ungkap sang ibu kepada putri cantiknya.


"Aku sudah tahu sudah tahu sedari dulu Bu. Tetapi aku pura-pura lupa, untuk melupakan semua rasa sakit hatiku, tetapi ternyata jika melupakan seperti itu, malah membuat yang terlupakan merasa sedih, walaupun bagaimana aku harus kuat, aku harus menjenguk nuah hatiku dia sudah berjuang untuk lahir, tapi memang dia tidak bisa bertahan, tega sekali aku selama 5 tahun ini mengabaikannya, dan sekarang karena baby Ryu Jin Sayang, aku jadi memiliki keberanian untuk datang ke Indonesia dan menjenguknya," ungkap Lee Ji An kepada ibu tercinta.


"Nanti kamu akan tinggal di mana selama di sana?" tanya nyonya Lee kepada buah hatinya.


"Di sana banyak hotel, Ibu tenang saja, aku hanya menginap 3 malam saja. Lagian ada Kim Nana di sana, aku masih bisa berkunjung ke rumahnya," ungkap Lee Ji An dengan menorehkan senyum yang manis.


"Iya betul sekali, lagian ada Kim Nana sekarang sedang mengandung, kamu harus memberi semangat untuk dia, agar Nana bisa melewati proses kehamilan dan proses persalinan kelak dengan penuh semangat," katanya nyonya Lee dengan senyuman manisnya.


"Aku sangat penasaran melihat gadis itu memiliki perut yang buncit. Padahal selama ini dia selalu diet, seorang model mana bisa gemuk sedikit, tetapi sekarang dan kehamilannya mungkin dia tidak berdiet aku sungguh sangat penasaran, bagaimana tampilannya sekarang," Lee Ji An terkekeh membayangkan tubuh Kim Nana yang menggembung, dengan perut yang gendut besar dengan anak bayi yang dikandung.

__ADS_1


"Dia pasti sangat gemuk. Ya sudah kamu siapkan baju Ryu Jin jangan terlalu banyak, jangan penuh seperti ini, memangnya kamu mau minggat, Lee? Sampai membawa koper besar seperti itu?" Sang ibu terkekeh melihat koper yang dibawa oleh Lee Ji An, dia cuma menginap 3 hari saja membawa koper sebesar itu.


"Aku membawa baju Ryu Jin lebih Bu. Namanya juga anak kecil takutnya basah ketumpahan air, makanan atau apapun itu," kata Lee Ji An sambil tertawa.


"Ibu aku bukan anak kecil lagi, aku sudah lima tahun. Kenapa Ibu mengejekku seperti itu. Aku bahkan tidak pernah menumpahkan air di bajuku," kata Ryu Jin dengan rengekan manjanya.


"Benarkah kamu bukan anak kecil lagi, tetapi buat ibu kamu tetap bayi kecil yang manis dan menggemaskan," kata Lee Ji An terkekeh menertawakan sikap anaknya.


"Tidak mau, tidak mau, aku bukan bayi, aku pun bukan anak kecil, Ryu sudah besar, dan sudah punya adik, ternyata adikku ada dua Lee An Mi dan Lee Ji Nan, Ibu jahat sama aku mana boleh Ibu memanggilku bayi terus, aku sudah besar," anak kecil itu bersikeras mengatakan bahwa dirinya sudah besar, dan sudah menjadi seorang kakak, karena itulah ketika Lee memanggilnya dengan sebutan baby dia merasa kesal.


"Tapi kamu memang bayiku baby Ryu Jin," Lee Ji An menjelaskan kepada putranya.


"Lah katanya sudah besar, tetapi mereka seperti itu dasar bayi besar." Lee Ji An menertawakan sikap baby Ryu Jin yang merajuk tatkala disebut bayi besar oleh ibunya.


"Kalian mau berangkat sekarang?" tanya Kim Mi So sambil menggendong baby An Mi.


"Eoonni aku harus berangkat karena Ryu Jin memaksa untuk melayat atau berkunjung ke makam adiknya," jawab Lee Ji An.


"Aku sebenarnya ingin ikut ke Indonesia, tetapi lihatlah An Mi malah sakit, dia demam," ungkap Kim Mi So dengan kesedihannya, tatkala mengatakan bahwa hatinya mengalami demam.


"Ya sudah, kamu rawat saja baby An Mi, tidak apa-apa aku berangkat berdua dengan Ryu Jin. An Mi Sayang kamu cepat sembuh ya nak, nanti Bibi akan membawakan kamu makanan, oleh-oleh dari Indonesia, atau kalau tidak makanan, Bibi akan membawakan kamu mainan, yang penting kamu harus sembuh ya," kata Lee Ji An kepada keponakannya.

__ADS_1


Baby An Mi hanya mengangguk saja, balita berusia 3 tahun itu hanya menempel kepada sang ibu tidak mau berbicara atau turun dari pangkuan ibunya.


"Ayo baby Ryu Jin, Lee kalian makan dulu sebelum berangkat, Ibu sudah membuatkan sarapan, kalian pun bisa membungkuk makanan untuk di perjalanan," kata sang ibu dengan senyumannya.


"Tidak usah di bekal bu, di pesawat kita akan mendapatkan makanan, dan sana banyak resto malah, jika bekal nanti kita kesusahan akan memakan makanan itu di mana," tangkas Lee menolak tawaran sang ibu.


"Baiklah-baik kalau seperti itu adanya. Ayo makan yang banyak kalau kamu tidak mau disebut bayi lagi. Kamu harus tumbuh besar dengan cepat lihatlah kamu harus bisa menggendong adikmu yang sakit, seperti itu," ungkap nyonya Lee kepada cucu kesayangannya.


"Aku akan besar Nenek, aku pasti akan besar tetapi sekarang aku belum bisa menggendong Dede An Mi," kata Ryu Jin sambil menatap kearah neneknya, lalu dia dengan segera menyantap makanan yang sudah disediakan oleh sang nenek.


"Bagaimana, enak tidak?" tanya sang nenek kepada baby Ryu jin.


"Enak sekali Nenek, ini sangat lezat, masakannya Nenek memang selalu massita. Terima kasih Nenek sudah memasak untukku," baby Ryu Jin tersenyum dengan manis memuji masakan sang nenek.


"Semakin besar semakin pintar saja Cucu Nenek, kamu suruh Ibumu makan juga tuh. Ibumu makan selalu saja sedikit, entahlah mungkin dia sedang berdiet atau apapun, tapi dia tidak boleh sampai lupa makan, tubuh sudah kurus seperti itu, hanya tinggal tulang berbalut kulit, haduh," ungkap nyonya Lee dengan kesalahannya.


"Oh ya ampun Ibu, aku itu langsing, bukan kurus. Bagaimana ini, aku tuh memiliki tubuh yang ideal seperti model. Apa ibu tidak suka melihat putrinya cantik seperti ini," Lee Ji An terkekeh kepada sang ibu. Pasalnya ibunya menganggap Lee Ji An sangat kurus, padahal Lee memiliki tubuh saat ideal dan langsing.


"Sudahlah terserah kamu. Ibu pusing mendengarkan kamu mengatakan kamu langsing, padahal yang Ibu lihat adalah kurus," ungkap sang ibu sambil meneguk minumannya. dan itu membuat semua orang yang ada di sana terkekeh karena melihat tingkah mereka.


🎄🎄🎄🎄

__ADS_1


__ADS_2