Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Kecurigaan


__ADS_3

"Lele bisakah kamu datang ke kantorku, saat ini?" perintah Lee Young Joon di balik telepon.


"Baik Tuan, saya masuk sekarang ya," balas Lele yang sekarang berada di luar kantor Lee Young Joon. Lele sekarang sudah kembali menjadi sekretaris Lee Young Joon.


Walaupun sekarang Lee Young Joon bukanlah pemimpin perusahaan besar seperti dahulu, tapi wanita itu tetap setia dan ikut Lee Young Joon sebagai sekretarisnya.


"Permisi Tuan, saya masuk," kata Lele sambil membuka pintu.


Lee Young Joon pun mengangguk, lalu mempersilahkan Sekertarisnya untuk duduk.


"Bagaimana Tuan. Apakah ada hal yang perlu dibicarakan?" tanya Lele kepada Lee Young Joon.


"Betul sekali, sebenarnya aku mencurigai sesuatu hal," jawab Lee Young Joon dengan wajah yang tegas.


"Maaf, boleh saya tahu ini tentang apa?" tanya Lele dengan kening yang mengerut.


"Ini soalnya Nathan Liao. kamu harus segera mencari tahu tentang dia. Aku curiga bahwa Nathan telah kehilangan ingatannya, terbukti kemarin dia sama sekali tidak mengenaliku," kata Lee Young Joon kepada Lele.


"Sekarang pria itu udah di mana?" tanya Lele dengan suara yang tegas.


"Entahlah, tetapi kamu bisa memulai mencari tahu dari Rumah Sakit atau kamu ke cina besok untuk mencari tahu semua kebenarannya, karena ini membuatku sulit untuk tidur, aku takut salah mengambil keputusan," kata Lee Young Joon dengan suara yang rendah.


"Baiklah Tuan, jika memang anda menginginkan saya berangkat ke sina besok saya akan berangkat, saya akan kembali membawa kabar yang anda inginkan," kata Lele sambil memberikan senyum yang manis kepada bosnya.

__ADS_1


"Terima kasih Lele. Aku berharap banyak kepadamu. Karena setelah informasi itu aku dapatkan. Mungkin aku akan sedikit beristirahat dan bisa tidur di malam hari dengan tenang," ujar Lee Young Joon dengan tatapan mata yang kosong.


"Jadi selama ini anda tidak bisa tidur tenang. Kasihan sekali, kenapa tidak memerintahkan saya dari kemarin saja, agar semuanya cepat selesai dan mendapat jawaban," kata Lele sambil tersenyum dengan manis ke arah Lee Young Joon.


"Iya, harusnya memang kemarin tetapi aku berpikir semalaman, mungkin saja, berbohong atau memang dia juga amnesia itu sebuah pertanyaan yang sangat sulit untuk aku jawab," ungkap Lee Young Joon kepada Lele.


"Keyakinan mana yang anda pilih yang mana Bos? apakah anda yakin bahwa dia hilang ingatan, atau yakin bahwa dia berbohong?" Sekali lagi Lele bertanya.


"Aku mencurigai dia memang kehilangan ingatannya, karena dari tatapan matanya dia tidak kebohongan sedikitpun, sama sekali tidak tersirat," kata Lee Young Joon dengan suara yang rendah.


"Kalau seperti itu adanya, mungkin saja memang dia kehilangan ingatannya, dan itu sangat bahaya. Kalau dia sampai mengingat kembali ingatannya," kata Lele kepada Lee Young Joon.


"Bahayanya sebelah mana?" Lee Young Joon bertanya kepada sekretarisnya.


"Aku tidak akan membiarkan siapa pun merusak keluargaku, dan kenapa keluarganya tidak memberitahu kita soal apa yang terjadi padanya, aku akan menjauhkan dia dari adiku. Aku tidak akan membiarkan Lee Ji An menangis lagi karenanya," kata Lee Young Joon dengan wajah yang merah karena rasa marahnya.


"Bukan, itu bukan faktor kesengajaan, dia kayaknya kehilangan ingatannya, bukan karena keinginannya, tetapi karena sebuah insiden yang menyebabkan dia tidak bisa mengingat masa lalunya. Jadi anda tidak bisa menyalahkan dia seperti itu Tuan," Lele menjelaskan kepada Lee Young Joon.


"Benarkah, jadi aku harus apa, aku tidak bisa membiarkan dia datang kembali menghancurkan pernikahan adikku." Lee Young Joon sedikit bernada kencang kepada asistennya tersebut, ia merasa kebingungan. Bagaimana kalau memang Nathan hilang ingatan, dan dia datang kembali dia pasti akan mencari adik dan anak-anaknya.


"Tidak usah mempertanyakan hal itu lagi, biarlah berjalan sesuai dengan keadaan, jika memang ditakdirkan, pria itu harus kembali ke kehidupan adik anda, kita berdo'a saja semoga mereka bahagia bahagia, itu saja Tuan," kata Lele dengan menorehkan senyum yang manis.


Sesaat Lee sendiri terlihat kebingungan. Entah harus bagaimana kalau ternyata Nathan hilang ingatan dan kalau ternyata suatu saat Nathan kembali mengingat ingatannya, dan datang untuk mengambil Lee dan putranya. Bagaimana dengan Sehun? Bagaimana dengan pernikahan yang baru saja akan di selenggarakan, sungguh membuat pria itu menjadi tidak tenang.

__ADS_1


"Kita memperebutkan hal yang tidak terjadi, kamu pun belum mendapatkan informasi kan, baru mendapatkan perintah, karena itu cepatlah bergerak, cari tahu apakah benar pria itu amnesia atau memang dia hanya bercanda untuk mempermainkan aku saja," kata Lee Young Joon kepada Lele.


"Baiklah Bos, saya akan berangkat 1 jam lagi, saya akan mencoba ke Cina mencari tahu soal keadaan orang tersebut. Semoga saja saya secepatnya mendapatkan informasi yang akurat," kata Lele sambil menorehkan senyum yang manis.


"Selamat bertugas. Semoga kamu sukses dan pulang membawa kabar baik," kata Lee Young Joon sambil menatap asistennya dengan tajam.


"Baiklah Tuan. Terima kasih do'a yang telah anda berikan. Semoga saja dikabulkan oleh Tuhan, aaminn," kata Lele pergi meninggalkan Lee Young Joon, pria itu sendiri hanya bisa terdiam dalam keheningan, entah apa yang harus dilakukan sekarang semuanya bertolak belakang dengan kehidupannya.


"Lele semoga kamu berhasil, dan membawa kabar yang baik. Adikku apa yang harus aku lakukan sekarang? apakah pilihanku sudah tepat?" ungkap Lee Young Joon di dasar hatinya.


Pria itu masih terdiam dengan kekalutan yang dirasakan, dia tidak tahu harus bagaimana lagi, untuk menghilangkan rasa kalut di dalam hatinya, pernikahan adiknya yang memang tinggal sebentar lagi, tidak luput dari pikirannya. Sebagai seorang kakak dia mempunyai peran yang besar untuk pernikahan sang adik dari mulai biaya dan segala macam.


Terutama untuk kebahagiaan adiknya yang hari demi hari terlihat begitu tertutup.


"Andai saja kamu tahu bahwa Oppa sangat mencemaskanmu Lee. Oppa apa sampai tidak bisa tidur karena hal ini," ungkap Lee young joonΒ  di dasar hatinya.


Pria itu hanya bisa terduduk diam, sesaat ia menyalakan televisi dan ternyata di dalam televisi tersebut terlihat Nathan yang sedang konferensi pers tentang perusahaan barunya di Jepang.


"Dia membuka perusahaan cabang di sini. Nanti dia akan di sini dalam jangka yang lama. Bagaimana ini Oppa bahkan tidak bisa melarang untukmu keluar dari rumah, karena pekerjaanmu," lirih Lee Young Joon dalam hatinya, pria itu terus menyaksikan televisi yang sedang menayangkan berita tentang Nathan dan tuan Hyuga.


Dua pengusaha sukses itu akhirnya bekerja sama, dan pasti akan melahirkan sebuah perusahaan yang besar, juga berkembang dengan pesat. Banyak investor sengaja datang dari luar Negeri hanya untuk menginvestasikan saham milik mereka, untuk perusahaan baru yang telah dibuka itu.


πŸŽƒπŸŽƒπŸŽƒ Bersambung πŸŽƒπŸŽƒπŸŽƒ

__ADS_1


__ADS_2