
Nathan sedang asyik meminum kopi hangatnya bersama sang sahabat Dokter Yuan Chuan. Mereka membahas beberapa hal tentang Lee Ji An. Dokter Yuan Chuan menyimpulkan bahwa Nathan benar-benar telah jatuh hati kepada wanita yang baru dia temui satu kali itu.
"Terus rencana mau apa sekarang?" tanya Yuan chuan kepada Nathan.
"Aku ingin menemuinya, tapi aku masih takut. Aku takut dia akan marah padaku karena waktu itu aku meninggalkannya," kata Nathan kepada Dokter itu.
"Kamu itu sudah seperti anak kecil saja, sudah pasti wanita itu akan membencimu, marah kepadamu karena kamu mengabaikannya!" ucap Dokter muda itu dengan senyuman yang miring.
"Karena itulah aku belum siap!" kata Nathan sambil memejamkan matanya.
Pria itu benar-benar mempersiapkan diri untuk menemui gadisnya, tetapi persiapannya belum matang sepenuhnya. Padahal sudah 9 bulan lamanya harusnya Nathan sudah bisa langsung menemui Lee Ji An. Saat Nathan sedang berbincang bersama dengan Dokter itu. Tiba-tiba saja mata Nathan menangkap sosok yang selama ini dia cari.
"Lee Ji An," mata Nathan membulat ketika melihat gadis yang dia cari. Kini duduk tepat di hadapannya bersama dengan seorang pria. Lee Ji An tidak menyadari keberadaan Nathan di kafe tersebut. Lee Ji AnĀ tersenyum manis kepada Sehun yang kini duduk di sampingnya.
Sehun pun membalas senyum Lee Ji An dengan penuh cinta dan kasih sayang. Terlihat sekali di wajah Sehun, bahwa Sehun begitu menyukai gadis yang sekarang sedang hamil tua itu. Dan itu membuat Nathan begitu geram melihat pemandangan yang tidak sedap.
"Wanita itu tersenyum pada pria lain," batin Nathan bergejolak dia begitu marah melihat Lee Ji An bersama Sehun.
"Ada apa Kenapa wajah mau berubah menjadi garang seperti itu?" tanya Dokter Yuan kepada Nathan.
"Wanita itu ada di meja depan kita," kata Nathan dengan darah yang mendidih. Kali ini pikirannya sangat kacau karena rasa cemburu yang membludak.
Nathan pun bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan menghampiri Lee Ji An. Kini Nathan berdiri tepat di hadapan meja Lee Ji An dan Sehun. Wajah Nathan merah padam. Nathan berusaha untuk meredam emosi dalam jiwanya.
"Aku pikir selama ini kamu menungguku untuk datang menjemputmu, aku mencarimu sampai ketiga Negara, Cina, Korea bahkan Indonesia, kini aku menemukanmu di sini di Indonesia. Dan kamu sedang bersama pria lain, menyesal aku mencarimu selama ini," kata Nathan dengan mata yang berkaca-kaca.
__ADS_1
"Ya Tuhan, Nathan," wanita itu begitu terkejut melihat sosok pria yang selama ini dia cari ternyata berada di hadapannya. Lee Ji An langsung meneteskan air mata kebahagiaan. Wanita itu tidak pernah sebahagia hari ini. Dia mencari Nathan kemana-mana tapi tidak kunjung juga bertemu. Dan sekarang akhirnya takdir mempertemukan mereka berdua.
"Iya aku Nathan, apa kamu terkejut melihat aku berada disini, memergoki kamu bersama pria lain, apa kamu lupa janjimu semua, ucapanmu waktu malam itu, bawa Kau adalah kekasihku. Aku tidak ikhlas membagimu dengan pria lain!" kata Nathan dengan air mata yang menetes pria itu tak dapat lagi membendung air matanya. Air mata menetes dalam diam.
Dada Nathan terasa sesak hatinya terasa sakit karena kecemburuan sudah membuat dia begitu emosi. Nathan sungguh kecewa kepada lee Ji An. Pria itu tak bisa berpikir apapun saat ini.
"Tentu saja aku masih ingat janji kita, aku masih ingat bahwa kita telah menjalin sebuah hubungan. Bahkan aku mencarimu selama ini!" kata Lee Ji An dan merasa begitu gugup dan ketakutan karena melihat Nathan terlihat begitu marah kepadanya.
"Cukup!!! Jangan berkata kebohongan di hadapanku!" ucap Nathan begitu lantang, pria itu lalu pergi meninggalkan Lee Ji An dalam kepedihan. Nathan benar-benar merasa murka, kecemburuan sudah membakar seluruh jiwanya. Dia tidak memperdulikan apapun lagi, tapi dia tahan karena itulah sebaiknya, dia pergi meninggalkan Lee Ji an untuk saat ini.
Lee Ji An terus meneteskan air matanya, ketika mendengar ucapan Nathan. Dan betapa sakit hatinya ketika Nathan membentaknya seperti itu. Wanita itu merasakan seluruh tubuhnya hancur, hatinya remuk dan tak lagi berbentuk. Tangisnya tak terelakkan lagi wanita itu menangis begitu lirih.
"Nathan tunggu, Nathan jangan pergi, jangan tinggalkan aku lagi!" Lee Ji An mencoba beranjak dari tempat duduknya. Dia berjalan menelusuri kafe tersebut untuk mengejar langkah Nathan.
Namun Nathan berjalan begitu cepat. Tanpa melihat ke belakang lagi, karena Nathan begitu cemburu saat itu. Lee Ji An masih menangis dalam lirih. Mencoba mempercepat langkah kakinya, padahal perutnya sudah sangat besar saat itu. Wanita hamil itu berjalan begitu cepat, langkah kakinya sudah tak bisa lagi mengejar Nathan. Air matanya berderai tanpa bisa dia bendung lagi.
Sampai akhirnya kaki Lee Ji An tersandung sebuah kursi.
Bruuggh.
Wanita itu terjatuh tengkurap.
"Awwhhh... Nathan," Lee Ji An terus menangis berharap Nathan bisa menoleh kepadanya. Tetapi Nathan sama sekali tidak melihatnya, kini Lee merasa kepalanya begitu pusing. Perutnya begitu sakit, dan tiba-tiba banyak darah mengucur keluar dari selangkangannya.
"Ya Tuhan," teriak Sehun dengan kecemasan yang teramat dalam. Melihat Lee Ji An jatuh tengkurap seperti itu. Dengan segera Sehun berlari menghampiri Lee Ji An mengubah posisi Lee Ji An menjadi terlentang.
__ADS_1
"Da-da-darah," mata Sehun membulat ketika melihat banyak sekali darah keluar dari selangka lee Ji An.
"Sehun selamatkan bayi ku, aku mohon!" Wanita itu menarik napas begitu dalam, masih dalam air mata yang benderai. Lee menahan semua rasa sakit yang dia rasakan. Sehun sama sekali tidak tahu harus berbuat apa lagi.
Dokter Yuan Chuan langsung menghampiri mereka berdua.
"Ayo kita bawa ke rumah sakit!" kata Dokter tersebut begitu cemas, melihat kondisi Lee Ji An yang sudah mengeluarkan begitu banyak darah.
"Sakit-sakit sekali." Wanita itu mengatakan kesakitannya. Tetapi sebenarnya yang sakit adalah hatinya. Rasa sakit dalam fisiknya bercampur dengan rasa sakit dalam hatinya, sehingga membuat dia tak berdaya dengan kesengsaraan yang diterimanya saat ini.
"Bertahanlah Lee, aku mohon bertahanlah!" Sehun mulai menangis dengan kecemasannya. Dia sungguh tidak tega melihat gadis yang dia cintai tersiksa seperti itu.
"Aku sudah menyiapkan mobil, cepat kita bawa ke rumah sakit!" kata Dokter Yuan Chuan. Dan dengan segera Sehun pun menggendong Lee Ji An berjalan masuk menuju ke mobil milik Dokter Yuan chuan.
"Hiks hiks hiks... Tolonglah selamatkan bayiku!" pinta Lee Ji An dengan semua kepedihannya.
"Semua akan baik-baik saja Lee, bertahanlah!" kata Sehun sambil memeluk Lee Ji An dalam pangkuannya di dalam mobil tersebut. Dan tiba-tiba saja banyak sekali darah yang keluar melebihi banyak darah yang tadi.
"Na-than, selamatkan bayi kita!" cicit Lee Ji An begitu pelan. Dan dengan perlahan mata wanita itu pun menutup. Lee Ji An pingsan seketika.
Bersambung.
kakak sahabat Nathan dan Lee. Tolong vote dan like setelah membaca ya.
Salam sayang dariku.
__ADS_1
Evangelin Harvey.