Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Terbangun


__ADS_3

Indonesia, kota B


Di sebuah Rumah Sakit di kota B. Nathan masih setia duduk di samping sang kekasih hati bersabar untuk menanti agar Lee Ji An bisa cepat sadarkan diri. Pria itu benar-benar menunggu di samping sampai kekasihnya terbangun.


Tetapi tiba-tiba saja Sehun datang dan mendorong Nathan dari kursi hingga Nathan terjatuh tersungkur ke lantai.


"Ada apa ini kenapa kamu mendorongku seperti itu?" tanya Nathan sambil mencoba bangkit dari posisi tidurnya. Pria itu kini sudah berdiri dan menghadapi Sehun dengan tegap.


"Kamu Tidak sepantasnya berada di sini, kamu yang telah membunuh bayi Lee Ji An, kamu telah membuat bayi itu mati!" kata Sehun dengan suara yang pelan namun penuh penekanan.


"Aku tidak sengaja melakukan hal itu. Aku tidak tahu kalau Lee akan menyusulku dan terjatuh, andai saja aku tahu bahwa kejadian ini akan terjadi, maka aku tidak akan meninggalkan Lee," kata Nathan dengan tatapan yang tajam menatap kearah Sehun.


"Tetap saja semua kejadian yang menimpa Lee awalnya dari kamu dan kamu harus menerima bahwa kamu adalah seorang pembunuh dari bayinya Lee. Ketika nanti Lee terbangun maka aku akan menjelaskan semuanya kepada dia bahwa bayinya telah tiada, dan kamu telah membunuhnya," kata Sehun dengan penuh penekanan.


"Cukup, kamu tidak bisa memperkeruh suasana, bukan aku yang membunuh bayi itu. Ayah mana yang tega membunuh bayinya sendiri, apa kamu sadar itu, aku menyayangi bayiku dan aku menyayangimu Lee Ji An, untuk apa aku mencelakai mereka berdua?" kata Nathan dengan suara yang bergetar, pria itu tidak senang jika Sehun terus menuduhnya seperti itu.


Tidak dipungkiri bahwa Nathan pun merasakan rasa bersalah yang teramat dalam, atas kejadian yang menimpa Lee Ji An. Tetapi semua itu bukanlah hal yang disengaja olehnya. Dia hanya pria yang sedang dilanda api cemburu saat itu. Dia tidak tahu kalau sang kekasih hati akan mengejarnya. Sampai akhirnya Lee jatuh ke lantai dengan posisi yang tengkurap.


"Aku tidak memperkeruh suasana, aku hanya mengatakan yang sebenarnya bahwa kamu adalah dalang dibalik tragedi yang menimpa Lee Ji An. Sebentar lagi keluarganya dari korea akan segera datang ke Indonesia, mereka dalam perjalanan dan aku akan menjelaskan kepada keluarganya bahwa kamu adalah pria brengs*k itu, pria yang sudah menodai Lee meninggalkannya tanpa tanggung jawab. Dan sekarang mencelakai dan membunuh bayinya," tutur Sehun sambil menatap Nathan dengan penuh kebencian.


Mereka berdua benar-benar sangat sensitif. Mereka dirundung Aura yang begitu ganas. Sebuah Aura kebencian yang mengelilingi tubuh mereka berdua.


"Aku memang bersalah karena telah meninggalkan Lee, tetapi ada yang tidak kamu ketahui, aku sudah mencari wanitaku kemana-mana. Dan sekarang aku telah menemukannya. Aku tidak akan melepaskannya walau sedetikpun!" kata Nathan dengan tangan yang mengepal, Pria itu memperlihatkan kekesalan di wajahnya, yang mengumpulkan semua tenaga di tangannya dia berusaha untuk menetralisir semua kemarahannya terhadap Sehun.

__ADS_1


"Ha ha ha, dasar laki-laki tidak tahu malu, berani berbuat tidak berani bertanggung jawab, dan sekarang malah berkelit setelah berbuat semua ini, kamu masih sayang dia, tidak tahu malu dan tidak mengakui semua kesalahanmu, akan aku yakinkan bahwa kamu tidak akan bisa bertemu dengan Lee Ji An lagi. Akan aku katakan kepada keluarganya pria seperti apa dirimu!" kata Sehun terkekeh menertawakan Nathan.


Nathan begitu kesal dengan ucapan Sehun. Tetapi dia mencoba untuk menahannya dia tidak mau ada masalah lagi. Mereka berdua tidak menyadari bahwa percakapan mereka berdua didengar oleh seseorang. Lee kini sudah membuka matanya. Dan mendengar semua percakapan kedua pria tersebut.


"Sudah aku katakan aku sudah mencari Lee mana-mana, dan aku ingin berusaha bertanggung jawab kepadanya, sekali lagi kukatakan aku tidak sengaja membuat Lee jatuh dan aku bukanlah pembunuh dari bayiku sendiri!" Nathan berkata kepada Sehun dengan penuh penekanan.


Pria itu berkata sambil menahan semua emosi dalam jiwanya. Sebetulnya Nathan ingin sekali memberondong Sehun dengan beberapa tonjokan. Tetapi dia urungkan mengingat kini mereka sedang berada di ruangan rawat inapnya Lee Ji An.


"Apa yang terjadi, siapa yang meninggal?" ucap Lee dengan pelan. Wanita itu benar-benar merasa takut mendengar ucapan Sehun dan Nathan.


Kedua pria itu terkejut mendengar suara halus yang keluar dari wanita nya. Senyum Mekar terlihat di bibir Nathan dan di bibir Sehun. Mereka sungguh bahagia akhirnya Lee Ji An bisa sadar.


"Lee, Sayang," ucap Nathan menorehkan senyum yang manis kepada kekasih hatinya, dia bergegas duduk di kursi di samping tempat tidurnya Lee Ji An. Dengan lembut Nathan mengecup kening Lee mengelus lembut rambut Lee dan menggenggam tangan Lee Ji An dengan penuh kasih sayang.


"Sayang, aku datang untuk menjemputmu. Aku ingin menikahimu mempertanggungjawabkan semua perbuatanku," kata Nathan langsung bicarakan hal itu kepada Lee Ji An.


"Nathan, kenapa baru datang?" ucap Lee dengan suara yang begitu lemah. Wanita itu belum bisa bergerak sama sekali. Dia hanya bisa berbicara lemah setelah kesadarannya pulih.


"Sayang, maapkan aku, aku berusaha mencarimu, dan aku tidak menemukan dirimu dimana pun. Aku sudah mencarimu di Korea dan China, tetapi ternyata kamu berada di Indonesia," ucapan Nathan dengan memberikan senyum yang manis kepada Lee Ji An.


"Benarkah bahwa kamu mencariku?" ucap Lee dengan tatapan mata yang penuh harap.


"Benar sekali, aku mencarimu ke mana-mana tetapi tidak berhasil menemukanmu," kata Nathan menorehkan senyuman manisnya.

__ADS_1


"Apakah kamu tidak berbohong?" tanya Lee dengan matanya yang berkaca-kaca. Dia seolah tidak mempercayai ucapan Nathan yang mengatakan bahwa dia mencari Lee Ji An.


"Kamu tidak mempercayaiku, bahkan saat itu aku kembali ke kamar dan kamu sudah tidak ada," kata Nathan dengan mata yang berkaca-kaca pula.


"Apa, jadi kamu kembali ke kamar?" Lee merasa terkejut ketika mendengar ucapan itu, pasalnya ia merasa frustasi ketika Nathan ternyata sudah tidak ada di sampingnya waktu itu. Dan Lee mengira bahwa Nathan memang melarikan diri setelah mengambil semua madu miliknya.


"Benar sekali aku kembali ke kamar dan ternyata kamu sudah tidak ada di kamar lagi, saat itu aku mulai mencari mau ke mana-mana tetapi Tuhan belum bisa mempertemukan kita berdua," ucap Nathan.


"Kamu bohong. Aku bahkan menantimu di cafe tersebut tapi kamu tidak ada datang ke kafe itu, pemilik cafe yang kamu sebutkan adalah temanmu, bahkan tidak memberitahukan identitas mu," tutur Lee dengan matanya yang sendu, menatap Nathan dengan penuh kekecewaan.


Bersambung🌺🌺


Hallo kakak... setelah membaca tolong kasi aku semangat ya dengan memberikan Vote dan dan like' setiap episode.


Jika belum like maka ayo tinggal klik.


Aku mau mengadakan give away untuk vote terbanyak, mingguan.


jika Nathan masuk 10 besar maka vote terbanyak akan aku berikan sebuah buku yang berjudul MY baby..


kalian ga akan rugi, My baby


__ADS_1


__ADS_2