
Lee berjalan dengan begitu anggun. Dan kini Sehun sudah menantinya di di depan altar. Dari kejauhan Sehun seolah sudah terhipnotis dengan kecantikan yang terpancar layaknya seorang bidadari.
Betul. Lee sangat cantik dan bisa di bilang menjadi Ratu saat ini.
"Ya Tuhan benarkah itu dia, Lee Ji An wanita yang akan aku nikahi saat ini, kenapa seolah dia adalah orang lain, kenapa rasanya dia begitu cantik, jantungku berdegup begitu kencang saat ini, rasanya aku hampir saja meledak, karena rasa bahagia yang aku rasakan saat ini. Bahkan hanya melihat dan menatapnya saja sudah membuat aku sangat bahagia, apalagi kalau aku nanti mengecup keningnya. Tuhan aku yakin ini bukan mimpi, terima kasih banyak bisa sampai di tahap ini, aku sungguh sangat mencintai wanita itu," kata Sehun di dasar hatinya. Sambil terus menatap sang calon pengantin dengan tatapan mata yang sangat bahagia.
"Ya ampun cantik sekali pengantin perempuannya, lihat dia berjalan begitu anggun," bisik salah satu tamu undangan.
"Iya lihat saja, wajahnya sangat sempurna, luar biasa sekali ya, wah pengantin pria nya juga sangat tampan, bukankah mereka warga Negara Korea?"
"Benar sekali, mereka warga Negara Korea dan menetap di sini, dan bahkan pengantin perempuan seorang Dokter yang sangat terkenal."
"Benarkah? Ya Tuhan hebat sekali ya."
"Iya kita hanya bisa membicarakan saja he he he, tetapi memang kita berbicara kebaikan kan bukan kejelekan," ungkap para tamu undangan berbisik-bisik. Membicarakan Lee Ji An.
Wanita itu sudah menjadi pusat perhatian. Dan membuat sang buah hati pun sangat senang karena ibunya begitu cantik.
"Ibu cantik sekali, Nenek," kata Ryu Jin sambil duduk di pangkuan sang nenek.
"Iya Nak, benar sekali apa katamu, Ibumu sangat cantik," jawab nyonya Lee.
__ADS_1
"Ibu dan Ayah Sehun mau apa?" tanya Ryu Jin dengan polos.
"Mereka berdua mau menikah, Sayang," jawab sang nenek.
"Menikah itu apa?" Sekali lagi anak itu bertanya.
"Menikah itu Ayah dan Ibumu bisa tinggal satu rumah, dan Ryu Jin bisa dapat seorang adik bayi nanti, Ryu mau kan punya adik bayi?" tanya sang nenek sambil mengecup kening sang cucu dengan gemas. Walau pun Ryu Jin anak yang lahir tanpa pernikahan. Tetapi keluarga sangat menyayangi Ryu Jin melebihi apapun.
"Iya Ryu mau punya adik bayi Nenek, kapan adik bayi lahir?"
"Semoga secepatnya ya Nak, Nenek saja sudah tidak sabar," kata nyonya Lee dengan senyumannya.
"Iya Nenek,"kata Ryu Jin membalas senyuman sang nenek.
"Lihatlah Lee. Sehun sudah menantimu di sana, akhirnya apa yang aku cita-citakan terwujud sudah, adikku akan menikah juga," kata Lee Young Joon dengan suara yang rendah sambil menggandeng adik kesayangannya.
"Aku sangat gugup Oppa, apakah benar aku akan menikah saat ini, kenapa rasanya jantungku berdetak begitu kencang? Apakah langkahku ini sudah benar?" lirih Lee Ji An sambil terus berjalan dengan perlahan dengan gaun panjangnya, dia harus serba berhati-hati karena sangat tidak lucu kan, jika seorang pengantin terjatuh di depan banyak tamu undangan.
"Tentu saja sudah benar, yang namanya seorang perempuan tidak boleh berlama-lama melajang, menikah dan memiliki keluarga itu yang paling tepat," kata Lee Young Joon sambil terus menggandeng adiknya.
"Benar sekali mungkin itu yang harus aku lakukan, aku juga harus memberikan ayah kepada Ryu Jin. Terima kasih Oppa karena Oppa selalu mendukungku selama ini." Lee Ji An berkata sambil terus melangkah dengan perlahan, dengan high heels yang sangat tinggi, dia masih bisa menyeimbangkan tubuhnya, terlihat begitu cantik gaunnya pun begitu indah, tak ada yang tidak takut dengan kecantikannya kali ini.
__ADS_1
"Sehun. Apakah sudah benar aku menikah denganmu. Apakah sudah benar kamu akan menjadi jodohku. Kenapa hatiku merasa sangat ragu, padahal tinggal beberapa langkah lagi aku akan segera menjadi istrimu. Sehun bukan pria yang ada di dalam mimpiku, bahwa aku menikah denganmu. Tapi kebaikanmu padaku membuat aku melangkah ke arahmu, walau masih bingung dengan perasaanku. Apakah aku mencintaimu atau tidak, tetapi setelah menikah nanti aku pasti akan berusaha untuk menjadi istrimu yang terbaik, aku akan menurutimu dengan semua keinginanmu, aku akan menata hatiku dan mencoba melupakan Nathan untuk selamanya," lirih Lee Ji An di dasar hatinya, sambil terus menatap kearah Sehun dan melangkah dengan hati-hati.
"Ya Tuhan Lee Ji An menatapku, jantungku semakin tidak karuan, benar-benar berdebar begitu kencang, tolong stabilkan jantungku, Jangan sampai aku salah mengucapkan kata-kata, pada saat ikrar janji nanti," kata Sehun dengan kegugupannya. Pria itu sangat cemas, resah dan bahagia, semuanya bercampur menjadi satu, karena ini adalah pernikahan pertamanya yang sangat dinantikan oleh keluarga pula.
"Sehun aku berikan adikku kepadamu. Semoga kamu bisa menjaganya dan membahagiakannya selama kamu hidup," ungkap Lee Young Joon sambil menyerahkan tangan Lee Ji An ke tangannya Sehun.
Dengan senyum yang manis Sehun meraih tangan Lee Ji An, lalu menatap sang kakak dan berkata," Akan aku jaga dan aku bahagiakan Lee seumur hidupku."
Kini Sehun dan Lee Ji An sudah berada di depan altar dan tinggal menunggu pendeta datang. Pendeta sudah bersiap di belakang layar tetapi belum muncul di depan. Semuanya sangat bahagia hari ini, namun tiba-tiba saja datang seseorang.
Dan Nathan kini sudah ada di pintu dengan Sekretaris Chen. Tidak ada yang tahu bahwa Nathan kini sudah berada di tempat tersebut.
"Tuan lihatlah mereka sudah bersanding, untungnya kita sudah membereskan pendetanya," kata Sekretaris Chen kepada Nathan.
"Kamu apakan pendeta itu, kamu tidak boleh memberikan kekerasan kepada seorang pendeta, nanti kamu akan dihukum," tanya Nathan dengan suara yang rendah.
"Tentu saja tidak Tuan, saya hanya memberikan minuman kepada pendeta tersebut tetapi minuman tersebut sudah saya isi dengan bubuk pencuci perut, sehingga sekarang pendeta tersebut pasti sedang bolak-balik ke kamar mandi," kata Sekretaris Chen dengan senyum miringnya. Dan itu sontak membuat Nathan terkejut. Mata Nathan membulat. Kenapa bisa-bisanya Sekretaris Chen punya akal yang begitu encer.
'Kamu sebenarnya sangat pintar, sekarang aku begitu bangga bisa memilikimu disampingku." Nathan lalu menepuk pundak sekretaris Chen, lalu tersenyum dan Sekretaris Chen pun membalas dengan senyum manis.
Semua orang sudah sangat resah di sana, masalahnya sudah 10 menit berlalu pendeta tidak kunjung datang juga, sedangkan pengantin sudah bersanding berdiri di depan altar.
__ADS_1
"Lihat saja Lee, tidak akan aku biarkan pernikahanmu lancar," kata Nathan dalam hatinya, sambil menatap punggung Lee Ji An dari pintu gedung tersebut.