
Lele : "Lihatlah Boss, mereka berdua mulai bertengkar kembali!" kata Lele memberikan pesan singkat kepada Lee Young Joon lewat ponsel-nya.
Joon kini merasa ponsel-nya bergetar dengan begitu kuat, akhirnya dia mengambil ponsel yang ada di kantung celananya. Joon membuka ponsel tersebut dan ternyata ada pesan singkat dari Lele dia segera membaca pesan singkat tersebut dan kali ini pun langsung memperhatikan ke arah Nathan dan Sehun.
Benar sekali apa yang dikatakan oleh sekretaris pribadinya itu, ternyata memang Sehun dan Nathan sedang beradu mulut, walaupun mereka tidak terlihat sedang marah. Yang sudah pasti mengetahui bahwa mereka berdua sedang saling menjaga emosi mereka. Walau pada kenyataannya wajah kesal mereka tidak bisa di bunyikan.
Raut wajah Sehun dan Nathan benar-benar merah, karena menahan emosi dan gejolak kemarahan yang ada di dalam jiwa mereka. Tidak menyangka bahwa mereka berdua bisa menahan emosi sebagus itu. Joon sendiri takjub kepada Sehun dan Nathan karena mereka bisa menjaga emosinya dan tidak seperti binatang yang main mengamuk begitu saja.
Joon langsung memperhatikan mereka berdua, dan ternyata Nathan dan Sehun sudah tahu bahwa mereka berdua telah diperhatikan oleh sang calon kakak iparnya. Joon sendiri merasa bingung harus bersikap apa kepada pria itu. Kedua pria yang mengaku sangat mencintai adiknya.
Joon hanya berharap kalau Nathan dan Sehun tidak bertengkar, kalau cuma sekedar adu mulut seperti itu Joon juga bisa memaklumi. Harapannya cuma satu, adiknya yang cantik segera bangun dan memilih Sehun atau Nathan. Karena apapun pilihan sang adik dia akan segera menyetujuinya.
Keputusan adiknyalah yang paling utama dan tidak akan mengganggu gugat soal itu semua. Kali ini Joon akan mentolelir mereka berdua, karena hanya berbicara saling ejek ejekan saja, tetapi jika sampai terjadi pertengkaran hebat sampai adu jotos maka tidak akan mentolelir mereka berdua, Joon tidak akan memilih mereka berdua dan akan segera membawa pergi jauh Lee dari mereka.
Joon masih memperhatikan mereka sampai detik ini, karena apa itu? Melihat sifat kedua pria tersebut, apakah layak untuk adiknya, apakah mungkin bahkan tidak layak untuk adiknya, dia tidak mau adiknya sampai salah memilih orang.
Pilihan adiknya sangatlah penting buatnya, karena kebahagiaan adiknya begitu berarti dalam hidupnya. Setelah mengetahui dan menyadari bahwa Joon memperhatikan Sehun dan Nathan, akhirnya Nathan menjauh dari Sehun. Joon lalu memberikan pesan singkat kepada Lele sebagai balasan pesan yang tadi.
__ADS_1
Joon: "Terus perhatikan mereka, awasi setiap gerak-gerik mereka berdua, jangan sampai terjadi pertumpahan darah yang membuat keluargaku malu,"
Lalu lele dengan segera membaca pesan singkat tersebut dan dia langsung menjawab." Iya,"
Akhirnya upacara yang penuh haru itu pun selesai. Pemakaman sang buah hati telah usai sudah. Nathan pun terlihat begitu sedih harus meninggalkan makam tersebut. Dan begitu pula dengan Yong Joon. Pria itu begitu sedih ketika harus meninggalkan bayi kecilnya sendirian, di sana kesepian di makam itu.
Seharusnya bayi kecil itu menjadi penerus keluarganya, walaupun bagaimana bayi itu adalah keturunan keluarga Lee dan akan menjadi penerus keluarga, Joon sebagai Paman sangat tidak tega.
Kini mereka pun kembali ke Rumah Sakit untuk melihat kondisi sekarang. Ternyata Kim Mi So masih setia berada di samping Lee Ji An. Kim Mi So melihat sang suami berada di luar ruangan Intensive Care Unit. Dengan segera dia pun keluar dari ruangan tersebut.
"Bagaimana acara pemakamannya?" tanya Kim Mi So kepada sang suami.
"Peperangan, maksudnya apa?" Wanita itu mengerutkan dahinya, merasa kurang mengerti dengan apa yang Lee young Joon katakan kepadanya.
"Seperti biasa dua orang itu benar-benar membuat ulah, entahlah apa yang mereka perbuat. Untunglah mereka masih bisa menahan emosi mereka, kalau tidak acara pemakaman yang akan berubah menjadi acara tawuran," kata Lee Young Joon sambil menatap sang istri.
"Mereka saling ejek lagi?" Kim Mi So mengerutkan dahinya.
__ADS_1
"Benar sekali Sayang, mereka berdua tidak bisa disatukan, mereka akan terus saling ejek dan saling ingin menang sendiri, aku bingung melihat tingkah mereka, dan sekarang mereka memang sedang diawasi oleh Lele dan jangan sampai mereka berdua berbuat ulah lagi," tutor Lee Young Joon menjelaskan kepada sang kekasih hatinya.
Kim Mi So pun mengangguk dia benar-benar merasa heran kenapa bisa ada dua pria yang seperti itu menempel pada Lee Ji An, menurut Mi So, Lee Ji An sangat beruntung karena bisa mendapatkan dua pria yang benar-benar mengikuti Lee seperti lem.
Setidaknya itu yang ada di dalam pikiran Kim Mi So, beda lagi apa yang ada di dalam pikiran Lee Young Joon. Lee Young Joon berpikir akan terjadi sebuah peperangan jika sampai nanti Lee memilih salah satu diantara mereka. Karena kalau sampai itu terjadi maka itu tidak baik untuk keduanya bahkan untuk ketiganya.
Salah satu akan menjadi dendam kepada adiknya. Itu tidak boleh sampai terjadi. Lee Young Joon tidak mau adiknya menjadi sasaran salah satu pria yang marah kepadanya. Entah harus bagaimana Young Joon menyikapi kedua Pria tersebut, kedua Pria yang benar-benar kuat dan dominan yakin bahwa mereka akan bisa mendapatkan hati Lee Ji An.
"Sayang, sekarang bagaimana kondisi Lee?" tanya Lee Young Joon kepada sang istri sambil mencoba untuk masuk ke ruangan Intensive Care Unit (ICU).
"Masih di posisi semula, belum ada perbaikan sama sekali," Kim Mi So menundukkan wajahnya dia merasa sedih dengan apa yang diucapkan barusan.
Lee Young Joon pun mencoba untuk masuk dan mengenalkan baju yang khusus untuk berada di dalam ruangan tersebut. Setelah selesai mengenakan baju tersebut pun kini berjalan mendekati sang adik.
"Ya Tuhan sudah dua hari masih saja tidur seperti ini, anak gadis yang satu ini benar-benar pemalas, kalau saja Halmeoni sampai tahu dia, pasti akan marah kepadamu. Lee cepatlah bangun kamu tahu tidak? Bayimu membutuhkan ASI darimu, tetapi jika kamu terus tidur seperti ini, bagaimana kamu akan memberikan ASI untuk dia," Lee Young Joon mencoba menggenggam tangan sang adik dengan penuh kasih sayang.
Pria itu berkomunikasi dengan adiknya. Agar adiknya bisa mendengar bahwa memang bayinya selamat. Lee Young Joon akan mengatakan banyak hal tentang bayinya. Bayi yang nomor dua. Sedangkan bayi yang pertama Joon tidak akan mengungkitnya. Lee Young Joon tidak akan mengatakan apapun tentang bayi yang telah meninggal itu. Itu pasti akan membuat hati Lee terluka kembali.
__ADS_1
Joon tidak mau melihat kesedihan di mata sang adik.
Bersambung.