
Wanita itu langsung beranjak dari tempat duduknya, meninggalkan kedua orangtuanya di ruang televisi, langsung masuk kedalam kamarnya dan mengunci diri di dalam sana. Dia menangis sambil memeluk guling dia tidak tahu kenapa orang tuanya yang sebaik itu, bisa bersikap sangat dingin dan sangat kasar kepada Nathan.
Padahal selama ini Ayah dan Ibunya tidak pernah bersikap seperti itu kepada orang lain. Dia merasa tidak nyaman dia merasa tidak enak, karena Nathan terus-menerus diperlakukan seperti itu oleh kedua orangtuanya. Kenapa kedua orangtuanya masih tidak mau memaafkan Nathan padahal Nathan sudah beritikat baik untuk menikahinya.
Kala itu isak tangisnya tak bisa lagi di bendung. Tetapi saat dia menangis tiba-tiba terdengar jeritan sang bayi ikut menangis karena dirinya. Baby Ryu menangis mungkin karena menginginkan air susunya. Dengan segera Lee Ji An beranjak dari tempat tidurnya dan menggendong buah hati kesayangannya.
"Apa sayangku? Kenapa kamu ikut menangis seperti ibu, padahal kamu masih kecil. Apakah kamu juga merasakan rasa sakit yang dirasakan Ibu karena penolakan Kakek dan Nenekmu terhadap Ayahmu, Sayang," Lee menggendong sang buah hati, lalu mencoba untuk menyusui buah hatinya dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Benar saja bayinya langsung terdiam tatkala sang Ibu menggendongnya. Baby Ryu kini menyusu dengan sangat lahap, bayi itu semakin tumbuh besar. Padahal baru beberapa hari di rumah, mungkin berat badan bayi itu bertambah beberapa ratus gram.
Lee Ji An menatap sang buah hati dan tersenyum dengan matanya yang basah. Disaat hatinya terluka seperti ini, buah hatinya adalah pengobat untuk segala duka laranya.
"Kehadiranmu mengubah dunia Ibu. Ibu sangat beruntung bisa mengandung dirimu sayangku, kini hanya kamu tersisa yang ibu miliki. Sebenarnya ada seseorang yang harusnya Ibu gendong selain dirimu, tetapi sedih jika Ibu mengingat hal itu, sayangku beruntunglah kamu masih bertahan, bertahan tetap hidup demi ibu," tangis Lee Ji An sangat melirih, dia selama ini ingin melupakan bahwa dia mengandung bayi kembar, tapi tetap saja dikala sedih seperti ini dia teringat kembali bahwa bayi yang dia kandung dan dia lahirkan adalah bayi kembar.
"Ibu berusaha untuk melupakan semuanya. Dan menganggap hanya kamu yang ibu kandung, hanya kamu, ya hanya kamu, ya hanya kamu," ungkap Lee Ji An dengan tangisan yang melirih, bayi itu hanya bisa menatap sang Ibu sambil menyusui dengan lahap.
__ADS_1
sebenarnya Lee sudah tahu dari awal, bahwa putrinya memang telah tiada, apa yang dikatakan Sehun waktu itu, dia masih ingat dengan jelas, bahwa bayinya meninggal, benar bayinya meninggal, dan terbukti dia hanya bisa menggendong satu bayi saja. Tetapi Lee Ji An berusaha untuk melupakan bayi itu, agar rasa sakit hatinya bisa cepat hilang, sebenarnya dia begitu sakit dan sangat terpuruk, ketika mendengar kabar bahwa bayi kembarnya hanya tersisa satu saja.
Tetapi keberuntungan ada di pihaknya, bayi kembarnya masih ada walaupun cuma satu, itu adalah keberuntungan untuknya. Karena itulah wanita itu berusaha keras untuk mensyukuri keberuntungan tersebut, dan melupakan semua rasa sakit hatinya untuk sementara waktu.
Sampai saatnya tiba Lee akan bertanya kepada kedua orangtuanya di mana bayinya dimakamkan. Tetapi untuk saat ini ia tak sanggup untuk bertanya soal itu, karena hatinya akan sangat hancur dan sangat terpuruk. Masalah Nathan saja sudah membuat dia benar-benar tersakiti, ditambah dengan bertanya soal bayi kembarnya.
Bukannya bermaksud dia mengabaikan bayi yang telah tiada itu, tetapi tujuannya yaitu untuk mengobati luka hatinya terlebih dahulu, setelah beberapa bulan kemudian mungkin hatinya tidak akan sesakit ini, dan dia akan bisa memberanikan diri untuk datang ke pemakaman putrinya.
"Tidak ada yang memberitahukan Ibu soal pemakaman putri Ibu, Sayang. Tidak ada yang memberitahukan Ibu soal pemakaman kakakmu, Ibu sendiri bingung yang meninggal Kakak atau adikmu, baik Ayahmu, Nenek, Kakek dan Paman dan Tantemu, mereka hanya terdiam, mungkin tujuan mereka baik. Agar ibu tidak merasa sedih, dan benar saja Ibu bahagia kan ada dirimu, sebentar saja Ibu akan melupakan saudaramu, agar ibu bisa menyusuimu dan memberikan ASI yang banyak kepadamu, jika Ibu stress.
Maka Ibu tidak akan memberikan ASI yang banyak kepadamu, Nak," kata Lee terus berbicara kepada buah hatinya, buah hatinya yang sekarang masih menatap wajahnya sambil meminum susu darinya.
Sampai beberapa saat kemudian akhirnya Baby Ryu Jin pun tertidur di dalam pangkuan sang Ibu, dengan perlahan Lee Ji An menggendong buah hatinya dan merebahkan putranya di box bayi di samping tempat tidurnya.
"Tidurlah nak, jangan menangis lagi. Ibu pun akan tidur di sampingmu, Sayang," kata Lee Ji An kepada sang buah hati.
__ADS_1
Lee kini merebahkan tubuhnya kembali di tempat tidur dia. Lalu mengambil ponselnya dan melihat foto-fotonya bersama Nathan. Rasa cintanya kepada pria tersebut sangat dalam, dia tak mampu untuk melupakan pria itu, melihat perlakuan kedua orangtuanya seperti itu, membuat hatinya sakit dan sangat perih.
Lee mungkin hanya bisa berdo'a kepada Tuhan, sampai suatu hari kedua orang tuanya bisa merestui hubungannya bersama Nathan.
🎄🎄🎄🎄🎄
Di sisi lain Nathan kini sudah sampai kembali ke kantornya, ternyata malam pun sudah tiba dia tidak mau untuk pulang ke rumah. Dia memutuskan untuk menginap di kantornya karena ketika dia pulang kerumah rasanya akan sangat sepi.
Dia menginginkan sebuah keluarga yang bisa menunggunya di dalam rumah. Ketika dia di Cina bahkan dia disambut hangat oleh Neneknya, tetapi sekarang di Indonesia dia tidak memiliki siapapun selain Dokter Yuan Chuan. Dan Dokter Yuan pun setia menemaninya, walau kadang dia pergi entah kemana, berburu perempuan atau apapun itu dan meninggalkannya.
Perlakuan kedua orangtua Lee Ji An kepadanya sangat membekas. Dia benar-benar terluka dia harus bisa bertahan dengan segala sikapnya tersebut.
"Tunggu besok aku datang, aku akan membawamu ke Cina, walaupun cuma satu minggu kita akan bersama, di sana aku akan membahagiakanmu Lee," kata Nathan sambil merebahkan tubuhnya di sofa kantor perusahaannya.
Para pekerja masih ada yang lembur, sekarang waktu sudah menunjukkan jam 7 malam dan Sekretarisnya sudah mengingatkan dia untuk makan malam. n/Namun Nathan meminta Sekretarisnya untuk membawakan makan malam ke dalam ruangannya. Sekretarisnya pun menyanggupi dan bergegas langsung membeli makan malam untuk Bos-nya.
__ADS_1
Setelah makan malam bersama Sekretarisnya. Nathan kini hanya bisa terdiam, dia enggan untuk melakukan hal apapun. Dia malas untuk membuka laptop miliknya atau membuka laporan perusahaan. Kini dia hanya ingin merebahkan tubuhnya kembali dan memejamkan mata membayangkan bahwa dirinya kini sedang bersama sang kekasih hati.
🎀🎀🎀