Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Masuk Rumah Sakit


__ADS_3

Kini pria yang bernama Nathan itu sudah masuk ke dalam rumah sakit, dia sedang di tindak di ruang IGD, ruang Instalasi Gawat Darurat. Kini Dokter sedang memeriksanya, dan suster memasangkan infus pada nadinya.


"Semenjak kapan dia mual muntah seperti ini?" Tanya Dokter internis, kepada Dokter Yuan.


"Ya, sudah sekitar 1 minggu dia seperti ini, tapi parahnya itu hari ini." Tutur Dokter Yuan, sedangkan Dokter internis terus memeriksa keadaan Nathan.


"Pasien harus segera di rawat, dia dehidrasi berat dan sangat memprihatinkan, mual muntahnya pun berlebihan, sepertinya asam lambungnya meningkat, kamu bisa secepatnya mengurus administrasinya, selanjutnya kita lakukan perawatan," ucap Dokter internis itu, menyarankan kepada Dokter Yuan agar dia segera mengurus administrasi, supaya Nathan bisa dipindahkan ke ruangan rawat inap.


"Baiklah dok," ucap Dokter Yuan kepada Dokter internis itu. Dan Dokter Yuan pun dengan segera, pergi ke ruang pendaftaran, untuk mendaftarkan Nathan di kamar VIP. Nenek Liao benar-benar merasa khawatir, dia terus menggenggam erat tangan sang cucu. Dia sangat takut kehilangan cucunya.


Nathan yang terkulai lemas tak berdaya, setelah sepanjang jalan muntah lebih dari 10 kali. Nathan belum pernah merasakan sakit seperti ini, dia merasakan sakit yang luar biasa, kepala yang pusing dan mulut yang sangat asam, dia tidak bisa meminum atau memakan apapun, perutnya menolak semua makanan yang masuk, dia pun memuntahkan semuanya, padahal itu cuma muntahan air ludah saja.


Nathan sungguh memprihatinkan, kini dia terkulai lemas tak berdaya. Sepertinya itu adalah sebuah pertanda, bahwa si baby yang ada di rahim sang kekasih telah tumbuh. Dan baby itu memberitahukan kepada sang Ayah bahwa dirinya hidup dan tumbuh dengan cara hal seperti ini. Memang selalu menjadi sebuah misteri tentang kehamilan dan ngidam. Tapi Nathan adalah salah satu pria yang mengidam itu.


Bersyukurlah mual muntah itu tidak dialami oleh Lee. Karena Lee sendiri sudah sangat terpukul dengan nasib yang dia dera. Lee sungguh terpukul ketika mendapati bahwa dirinya telah mengandung seorang janin. Apalagi kalau Lee diberikan penyakit hiperemesis seperti Nathan. Sungguh sangat menyiksa, beruntunglah Tuhan maha adil, penyakit hiperemesis untuk ibu hamil diberikan kepada si calon Ayah.


Akhirnya setelah mengurus administrasi. Nathan pun berhasil di pindahkan ke ruangan VIP yang berada di lantai 17. Rumah sakit ini begitu besar dan ini adalah Rumah Sakit milik Dokter Yuan. Sebenarnya bukan sepenuhnya milik dia sih, tetapi rumah sakit ini merupakan Rumah Sakit milik keluarga Dokter Yuan.

__ADS_1


Nathan masih memejamkan matanya, karena sedikit saja dia membuka mata, rasa pusing langsung menerjangnya. Kini dia sudah terpasang jalur infusan pada nadi Nathan. Tiba-tiba saja Nathan kembali muntah, rasa mualnya sungguh tak terkira dia muntah dan terus muntah, sang Nenek begitu cemas melihat sang cucu seperti itu. Akhirnya Nenek hanya bisa menangis sambil memeluk cucu kesayangannya.


Suster pun datang membantu dan memberikan beberapa suntikan bolus. Setelah 1 jam akhirnya Nathan bisa mulai merasakan, rasa sakitnya berkurang, pusingnya berkurang, dan mual nya sedikit berkurang. Di balik tersiksanya kondisi Nathan, ada seorang gadis yang tersiksa pula yang kini sedang berada di Indonesia.


Kim Nana membawa Lee Ji An ke tempat praktek Dokter kandungan. Lee Ji An memang kurang bisa mengerti bahasa Indonesia. Tetapi Kim Nana sangat fasih berbahasa Indonesia. Karena Kim Nana sudah lama tinggal di Indonesia, mengurus perusahaan yang diberikan kepadanya.


Kini Lee Ji An sudah tidur di tempat tidur pasien, seorang Dokter bernama Haikal hendak melakukan USG kepada Lee. Haikal adalah kekasih dari Kim Nana, mereka berdua baru berpacaran kurang lebih 2 bulan yang lalu. Haikal adalah warga negara asli Indonesia. Ia lahir di Tasik Jawa Barat. ( Orang Sunda ceilee...hahah. )


Lee Ji An sebenarnya sangat sungkan Ketika Kim Nana mengajaknya untuk memeriksakan soal kondisi kehamilannya.


Tetapi setelah mengetahui bahwa Kim Nana memiliki seorang kekasih, seorang Dokter kandungan maka Lee Ji An pun mau mengikuti saran Kim Nana, mereka pergi ke rumah sakit untuk diperiksa oleh Dokter kandungan tersebut. Dokter kandungan itu begitu tampan, wajahnya begitu putih, dia agak sedikit kurus dan tinggi, tetapi Kim Nana sudah takluk dan jatuh cinta kepada Dokter itu. sehingga Kim Nana sudah tidak mempedulikan asal Negara lagi, harusnya Kim Nana menikah dengan orang Korea lagi, tetapi Kim Nana memutuskan untuk menjalin hubungan dengan Haikal apapun yang terjadi.


"Benar sekali kakakmu ini sedang mengandung, dan usia kandungan yaitu sekitar 6 minggu. Lihatlah sudah ada gumpalan dan kantong kehamilan, kamu bisa lihat Nana," ucap Dokter Haikal sambil terus memeriksa perut Li Ji An. Lee sendiri tidak mengerti apa yang Dokter katakan, karena Lee belum bisa pasih berbahasa Indonesia.


Lalu Nana me-translate bahasa korea kepada Lee. Nana mengatakan semua apa yang dikatakan oleh Haikal, dan terlihat Lee begitu sedih dan kecewa. Gadis itu hanya bisa menangis dengan sesegukan ketika menyadari bahwa dirinya mengandung di luar pernikahan.


"Bagaimana ini Nana, aku tidak bisa pulang ke Korea, kalau seperti ini." Lee Ji An terus menangis dan menangis, dia tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya.

__ADS_1


"Entahlah, aku sendiri bingung, aku harus berkata apa, tapi kalau di tutupi juga kehamilan kakak pasti akan terus membesar, perut Kakak sudah tidak bisa ditutupi kalau nanti usia kehamilan menginjak 8, 9 bulan," tutur Kim Nana sambil memeluk Lee Ji An dengan penuh kasih sayang sedang Dokter Haikal hanya bisa melihat saja.


"Apakah, apakah kamu bisa mengatakan padanya, tolong katakan padanya, aku mohon, bantu aku menggugurkan bayi ini." Lee Ji An menangis dengan tersedu, sambil menatap Kim Nana penuh harap, dia sudah tidak bisa berpikir panjang, Karena dia tidak sanggup untuk menanggung beban kemarahan yang akan diberikan padanya, ketika pada saatnya nanti, keluarga besarnya mengetahui perihal kehamilannya.


"Kamu akan tega menggugurkan bayimu sendiri?" Ucap Nana dengan wajah yang terkejut.


"Aku tidak tahu Nana, kakak tidak sanggup lagi, kakak tidak sanggup, kau tidak tahu dimana pria itu!" Lee Ji An terus menangis, dia tidak tahu apalagi yang harus dilakukan, selain menggugurkan bayinya.


"Sayang kak Lee mengatakan, kalau dia ingin kamu membantunya menggugurkan kandungannya, dia belum siap untuk mengandung, dan dia belum bertemu dengan ayah dari bayinya. Apakah kamu bisa membantunya, sayang?" Kim Nana berkata kepada Haikal dan Haikal mengerutkan dahinya. Dokter Haikal terpaksa menyetujui keinginan Kim Nana.


"Baiklah, aku bisa melakukannya, persiapkan saja mental kakakmu, dan kita akan segera melakukannya tanpa diketahui oleh siapapun," ucap Dokter Haikal dengan senyum manisnya. Sebenarnya, hati nuraninya sebagai Dokter tidak mau membantu Lee Ji An. Tetapi dia tidak tega melihat Lee Ji An menangis seperti itu, apalagi Lee Ji An adalah kakak sepupu dari Kim Nana.


Bersambung.


hai sahabat Nathan dan Lee.


Setelah membaca jangan lupa kasih aku bintang dan vote ya, agar aku bisa bersemangat untuk update chapter Selanjutnya.

__ADS_1


Salam sayang dariku Evangelin Harvey/Lee


__ADS_2