Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Tak Sanggup Lagi


__ADS_3

"Ini adalah kenyataan yang begitu pahit. Bukankah kamu menginginkan Nenek untuk jujur kepadamu, Nak. Selama ini dan Nenek memendamnya sendiri, tetapi kini tidak bisa memendam semuanya, aahhh ... Dokter kenapa aku sangat se se-sak se-perti i-ni?" ucap nenek Liao kepada Nathan, tetapi tiba-tiba saja Nenek terlihat kesulitan bernapas, wanita paruh baya itu dengan segera diberikan bantuan oksigen oleh Dokter dan perawat yang merawat di rumahnya.


"Yuan, ini mimpikan? Ini bukan kenyataankan. Yuan ini bohong, katakan ini bohong Yuan?" Nathan menarik kerah kemeja Dokter Yuan. Membuat Yuan Chuan kesulitan bernapas, pria itu benar-benar tidak percaya tentang kenyataan yang telah menimpa dirinya.


"Aku tidak tahu Nathan, semuanya nenek yang tahu, aku pun baru mengetahui hal itu," jawab Dokter Yuan Chuan dengan hati yang sedih, dia tidak tega melihat sahabatnya merasa kebingungan dan depresi seperti itu.


"Kamu tahu sendiri, aku sangat mencintai Lee Ji An, dia wanita yang paling aku cintai dunia ini, tetapi ... tetapi aku pun mencintai kedua orangtuaku, mama dan papa. Ya Tuhan apa-apaan in,i takdir macam apa ini, aku harus bagaimana Yuan?" Nathan tidak bisa berkata apa-apa lagi selain menangis. Saat ini tubuhnya bergetar. Dia merasakan kesakitan yang teramat dalam, kebingungan telah menyelimuti seluruh pikirannya.


Di satu sisi dia tidak bisa hidup tanpa Lee Ji An, di sisi lain di Nathan pun sangat mencintai ayah dan ibunya, dia tidak percaya bahwa orang yang sudah membunuh kedua orangtuanya adalah calon ayah mertuanya sendiri, ayah dari wanita yang sangat dia cintai.


"Ambilkan aku obat, kepalaku sakit sekali," kata Nathan sambil terduduk di pinggir kasur sang nenek, sedangkan nenek Liao kini sudah terpejam, karena sesak napas yang telah dia rasakan, Dokter telah memberikan obat kepada nenek Liao sehingga beliau langsung tertidur saat ini juga.


"Baiklah--baiklah ini aku ambilkan obat, kamu sabar dulu, Agatha ambilkan air mineral, cepat lah!" Dokter Yuan berteriak kepada sang adik, agar Agatha segera memberikan obat kepada Nathan, setelah itu Agatha langsung berlari mengambil air putih agar Nathan bisa segera meminum obatnya.


"Aku tidak kuat Yuan, aku tidak tahan. Aku sangat mencintai Lee Ji An, aku pun mencintai kedua orangtuaku. Kepalaku pusing Yuan, tolonglah aku Yuan. Aku tidak tahan," kata Nathan dengan begitu lemas, dia kini memegang kepalanya, dan mulai merebahkan tubuh di samping sang nenek. Pria itu tak kuat untuk menyangga tubuhnya sendiri. Kepalanya pusing terasa sangat sakit.


Denyutan di kepalanya bertambah hebat karena stres yang dirasakan, padahal Dokter sudah menyatakan bahwa jika sakit kepalanya bertambah parah, itu akan memperburuk keadaannya.


"Ini air minumnya Gege. Cepatlah minum obatnya," kata Agatha dengan kecemasan yang dirasakan. Agatha masih mencintai Nathan, gadis itu tidak tega melihat Nathan kesakitan seperti.

__ADS_1


"Ayo Nathan cepatlah minum obatnya, agar rasa sakit di kepalamu segera menghilang," kata Dokter Yuan Chuan dengan kecemasannya, semua orang yang berada di ruangan itu merasa cemas begitu pula dengan seluruh kerabat Nathan, melihat nenek Liao terbaring lemah, kesulitan bernapas dan sepertinya darahnya melonjak kembali, begitu pula dengan Nathan yang kini sedang menahan rasa sakit akibat denyutan di kepalanya yang semakin hebat.


Nathan tiba-tiba saja mencoba untuk bangkit dia ingin menelepon Lee Ji An. Dia sangat mencintai wanita itu, Nathan ingin mengatakan bahwa dia akan datang. Apapun yang terjadi, karena Nathan sangat mencintainya. Dia ingat hari ini adalah hari pernikahannya, tidak mungkin dia membiarkan Lee dan keluarga menantinya dengan lama.


Nathan bangkit untuk mengambil ponselnya tetapi tiba-tiba saja.


Bruugh.


Pria itu terjatuh, tak sadarkan diri dengan seketika.


"Nathan!" teriak Dokter Yuan. Pria itu mencoba untuk menyangga Nathan tetapi Nathan keburu jatuh kelantai.


"Tolong bantu aku untuk membawanya ke rumah sakit! Ayo cepat kita harus segera membawanya ke rumah sakit!" teriak Dokter Yuan Chuan kepada orang yang ada di kamar tersebut, mereka lalu bahu-membahu membantu untuk menggendong Nathan menuju ke dalam mobil.


Hari ini adalah hari pernikahan Nathan Liao dan Lee Ji An tetapi ternyata Nathan malah tidak bisa datang karena dia pingsan dengan seketika.


Di dalam perjalanan Dokter Yuan terus memeriksa kondisi Nathan, begitu pula dengan Agatha yang tidak henti menangis, terus-menerus menggenggam tangan Nathan dan berharap Nathan bisa segera bangun.


Sesampainya di Rumah Sakit, dengan segera Nathan di bawa ke ruangan Instalasi Gawat Darurat. Agar Dokter di rumah sakit itu bisa secepatnya mengobati Nathan. Beberapa Dokter sudah siap untuk membantu Nathan.

__ADS_1


"Ada apa ini?" tanya salah satu Dokter sambil memeriksa kondisi Nathan.


"Entahlah Dokter tolong periksa, tetapi memang ada cedera di kepalanya," ucap Dokter Yuan Chuan kepada Dokter tersebut, lalu dengan segera dokter itu memeriksa kondisi Nathan.


"Pasang infus lalu segera bawa pasien ke ruangan CT Scan, kita harus memeriksa cedera di kepalanya," kata Dokter dengan lugas lalu Suster pun mengangguk.


Dengan segera Suster mengerjakan pekerjaan yang sudah diperintahkan oleh Dokter dan setelah itu Nathan pun langsung dibawa ke ruangan di CT scan agar kepalanya bisa segera diperiksa.


Dokter Yuan Chuan lupa untuk memberitahu Kejadian ini kepada Lee Ji An, dia terlalu cemas kepada Nathan. Kondisi Nathan memang sangat tidak bagus, memang harus dilakukan operasi dari beberapa bulan kebelakang, tetapi Nathan bersikeras tidak mau melakukan operasi, karena tidak mau kehilangan ingatan tentang kedua orangtuanya.


Kini dia tidak tahu lagi harus bagaimana, dia pun tidak bisa meminta izin kepada sang nenek untuk membiarkan Nathan melakukan operasi, tanggung jawabnya gini besar kepada Nathan, keluarga Liao sedang di ambang kematian.


Apalagi barusan Dokter dari kediaman Liao mengatakan bahwa nyonya Liao mengalami pecah pembuluh, darah stroke, karena tekanan darahnya melonjak begitu tinggi dan kadar kolesterolnya tiba-tiba meningkat.


"Ya Tuhan. Aku harus apa? Nenek Liao harus bagaimana. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang. Aku ingin kalian berdua selamat, hanya itu." Dokter Yuan Chuan berkata dalam hatinya, matanya tak sanggup untuk tidak meneteskan air mata, dia begitu depresi menghadapi kedua orang yang dia sayangi dalam bahaya.


"Apa yang akan terjadi dengan nenek. Apa yang akan terjadi dengan Nathan Gege. Ya Tuhan Yuan Gege, tolong katakan kepadaku! Apa yang akan terjadi kepada mereka berdua?" tangis Agatha pecah, wanita itu tidak kuasa karena begitu sedih dan hanya bisa meneteskan air matanya saja.


"Diamlah Agatha, kamu membuatku bertambah panik. Sebaiknya tutup mulutmu sebelum aku marah kepadamu," kata Dokter Yuan Chuan membentak sang adik, saking Dokter itu benar-benar bingung, dan kalut tentang keadaan yang dia hadapi saat ini, sahabatnya dan nenek dari sahabatnya sedang bertaruh nyawa dan membuat dia tidak tenang dan begitu depresi.

__ADS_1


🎄B🎄e🎄r🎄s🎄a🎄m🎄b🎄u🎄n🎄g


__ADS_2