
Seoul city.
Kursi tamu sudah berjejer, tertata begitu rapih di sebuah gedung yang sudah seperti Negeri peri. Bunga-bunga tampil begitu cantik mengiringi sang pengantin yang kini sudah duduk di atas singgasana yang begitu manis dan mewah. Makanan pun sudah tertata begitu rapi di sampingnya terdapat minuman dengan banyak pilihan.
Suasana pesta pernikahan yang sangat indah. Semuanya tampil dengan pakaian yang begitu cantik, termasuk sang pengantin yang kini sudah menjadi Raja dan Ratu di pesta tersebut. Kim Miso sudah tampil menjadi paling cantik dari yang tercantik bak bidadari yang turun dari kayangan.
Disampingnya duduk seorang pria yang begitu tampan dengan wajah yang benar-benar khas, terlihat begitu elegan namun begitu dingin. Dia adalah Lee Young Joon kakak kandung dari Lee Ji An. Hari ini adalah pesta pernikahan Kim Miso dan Lee Young Joon.
Kim Nana pun menghadiri pesta resepsi pernikahan mereka. Kim Nana izin kepada Lee Ji An untuk menghadiri pesta pernikahan Kakak sepupunya. Sebetulnya saat Kim Nana pergi Lee Ji An begitu murung dan begitu sedih. Karena tidak bisa ikut ke Korea untuk menghadiri pesta pernikahan sang kakak dan sahabatnya.
Tapi apalah mau dikata, karena kedatangan Lee Ji An malah akan membuat semuanya begitu kacau. Karena para tetua dan tamu undangan pasti akan mempertanyakan perihal kehamilan Lee Ji An. Kehamilan yang tidak bisa lagi disembunyikan karena sudah bulan waktunya. Sudah tiga puluh delapan Minggu usia Lee Ji An saat ini. Karena itu Lee Ji An tidak bisa menghadiri pesta pernikahan sang kakak sama sekali.
Kim Nana berangkat ke Korea dengan membawa sebuah kado titipan dari Lee Ji An. Kim Nana tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Lee Ji An saat ini. Semua keluarga sedang berbahagia dengan pesta pernikahan yang terjadi.
Termasuk kedua orang tua Lee Ji An yang kini sedang menerima tamu dengan memberikan senyum manis dan ramah kepada para tamunya. Kedua orang tua Lee Ji An tidak tahu bahwa pada saat ini di Lee sedang bertaruh nyawa untuk bertahan hidup setelah tragedi di sebuah Resto tersebut.
Namun Ibu Lee Ji An benar-benar merasa gelisah, dia tidak tahu entah apa yang terjadi padanya karena seharian ini dia sama sekali tidak merasa tenang.
__ADS_1
"Kenapa dengan diriku? Kenapa rasanya begitu tidak tenang seperti ini, Apakah Ji An mau melahirkan?" ucap sang Ibu dengan bayangan yang semu, ibu Lee Ji An hanya bisa berbicara dalam hatinya saja.
Prankk.
Sebuah gelas terjatuh dari tangannya sampai hancur berkeping-keping.
"Eomeoni," ucap yong Joon terlihat begitu terkejut karena sang Ibu telah memecahkan gelas di sampingnya. Untungnya semua orang tidak terlalu memperhatikan hal itu. Karena suara musik yang kencang seolah-olah menutupi suara pecahan gelas tersebut.
"Tangan Ibu bergetar Joon, Entah kenapa ibu rasanya ingin bertemu dengan Lee Ji An. Ibu takut sekali terjadi sesuatu hal yang buruk kepadanya," ucap Eomeoni kepada Lee young Joon.
"Tangan Eomeoni tidak apa-apa kan?" tanya Lee young joon kepada sang ibu.
"Tidak apa-apa, cuman tetap ibu benar-benar mencemaskan Ji An. Bagaimana cara ibu untuk menghubunginya?" tanya ibu Lee Ji An kepada Putra sulungnya young joon.
"Baiklah setelah resepsi ini selesai. Ibu ingin segera menghubungi Lee. Ibu sangat cemas dan khawatir kepadanya. Entah kenapa rasanya ingin berangkat sekarang juga menemui Lee Ji An di Indonesia," Wanita paruh baya itu menatap sang putra sulung dengan tatapan yang pilu.
"Tenang saja Eomeoni, Aku yakin tidak akan terjadi sesuatu hal apapun yang akan menimpa Lee Ji An saat ini!" Lee Young Joon meyakinkan sang Ibu agar merasa lebih tenang. Akhirnya sang Ibu pun mengangguk dan dia duduk kembali.
"Ada apa sayang?" bisik Kim Miso kepada Lee Young Joon mempertanyakan apa yang sudah dibahas oleh ibu mertua dan suaminya.
"Eomeoni teringat kepada Lee. Mungkin saja Lee di Indonesia saat ini sedang bersedih karena tidak bisa hadir ke pesta pernikahan kita," ucap Lee Young Joon kepada sang istri. Pria itu benar-benar menyayangi adiknya namun apalah daya dia tidak bisa mengundang adiknya karena sesuatu hal.
__ADS_1
"Jadi bagaimana?" tanya Kim Miso kepada sang suami.
"Tidak bagaimana-bagaimana, cuma nanti pada saatnya, pasti Ibu akan segera datang ke Indonesia untuk menjenguk Lee Ji An. Tidak bisa dipungkiri kalau dia adalah anak bungsu yang paling disayangi oleh keluarga," kata Lee Young Joon sambil memikirkan nasib sang adik yang kini berada entah dimana.
"Tidakkah kamu tidak boleh sesekali menjenguknya disana, saat aku ke sana adikmu terlihat begitu senang dan bahagia. dia tidak berhenti tersenyum saat berbincang bersamaku. Apalagi kalau kamu yang datang dia pasti akan lebih bahagia lebih dari itu," ucap Kim Miso kepada Lee young Joon.
"Kalau Ayah tahu aku menjenguknya. Pasti Ayah akan sangat marah kepadaku. Jadi aku belum bisa pulang berangkat ke Indonesia untuk menemui Lee. Aku akan menunggu sampai Ayah merasa rendah dengan kesakitannya," iya udah pada kata dengan mata yang berkaca-kaca.
"Kamu juga tidak tahu kan, kalau ternyata sekarang ini Lee Ji An sudah hampir mau melahirkan. Perutnya sangat gendut dan dia kesulitan untuk berjalan," kata Kim Miso kepada Lee Young Joon.
"Benarkah? Apakah adikku terlihat cantik atau lucu dengan baju hamil yang dia kenakan?* Lee Young Joon bertanya kepada Kim Miso.
"Jelas aja dia begitu cantik, badannya terlihat berisi dan begitu menggemaskan. Saat aku kesana perutnya belum sebesar sekarang. Tetapi Kim Nana membawa foto dan memperlihatkannya kepadaku. tidak di pungkiri ternyata sekarang Lee Ji An sudah kesulitan beraktivitas bahkan untuk berjalan. Dia hanya bisa berjalan pelan-pelan karena itu setelah pernikahan ini selesai maka ayolah kita ke Indonesia, kita lihat adikmu disana!" ucapkan kim Miso membujuk Lee Young Joon agar dia mau menengok sang adiknya.
Sebenarnya Lee Young Joon begitu merindukan adik bungsunya tersebut. Namun dia masih takut kepada kepada sang Ayah jika harus terang-terangan membantu Lee Ji An di sana.
"Kita ke Bali sambil melihat Lee Ji An begitu?" ucap Lee Young Joon dengan senyumannya.
"Benar sekali sayang, kita ke Bali sambil melihat adik iparku yang cantik," Kim Miso tersenyum begitu manis. Tetapi di saat Lee Young Joon mencoba untuk mengecup keningnya tiba-tiba saja tamu berdatangan hendak menghampiri mereka berdua. Kini Lee Young Joon dan Kim Miso begitu sibuk hanya untuk sekedar bersalaman. Pernikahan mereka begitu megah dan meriah karena itu banyak sekali tamu undangan orang-orang yang terkenal di Seoul City.
bersambung.
__ADS_1
Haloo kak terimakasih sudah sabar menunggu. Setelah membaca jangan lupa like dan Vote ya.