
Hari ini adalah hari di mana Baby Ryu Jin tepat berusia 14 hari atau 2 minggu setelah kelahirannya. Bayi tampan itu sekarang sedang ditengok oleh Kakek dan Neneknya serta ibunya tercinta. Sebenarnya Lee Ji An ingin sekali mengajak Nathan untuk menjenguk Baby Ryu, tetapi sang Ayah dan Ibu melarang Lee untuk membawa serta Nathan ke Rumah Sakit.
Karena itulah mereka bertiga saja yang berangkat ke Rumah Sakit untuk melihat kondisi Baby karena memang sebenarnya 2 hari sekali Tuan dan Nyonya Lee berangkat ke Rumah Sakit untuk sekedar melihat kondisi Cucu kesayangannya. Tuan dan Nyonya Lee pun berpesan kepada perawat bayi, tidak ada yang boleh melihat Cucu kesayangannya selain di mereka berdua dan Lee Ji An.
Tentu saja Suster menyanggupi semua perintah dari keluarga Pasien. Dokter tadi mengatakan bahwa Baby Ryu sekarang sudah mulai membaik dan diperkirakan 2 hari lagi sudah boleh pulang. Dan itu sungguh membuat Tuan dan Nyonya Lee bahagia apalagi Lee Ji An sebagai seorang Ibu.
"Terima kasih banyak Dokter, akhirnya dua hari lagi kami bisa membawa serta Cucu kami pulang ke rumah, kami sudah tidak sabar ingin merawat Cucu kami di rumah," ungkap Nyonya Lee kepada Dokter tersebut.
Dokter itu tersenyum manis, dia pun langsung memberikan lebih Ryu Jin ke dalam pangkuan," Cucu anda benar-benar sudah sembuh, pernapasan dan hemoglobin-nya sudah kembali normal, karena itu bersyukurlah dua hari lagi sudah boleh pulang ke rumah, dengan satu syarat, selama satu minggu sekali anda harus kontrol ke rumah sakit karena memang masih dalam pengawasan, ditakutkan Baby Ryu kembali melemah setelah lepas dari selang infus dan transfusi."
"Tenang saja Dok, Kami pasti akan membawa Baby Ryu untuk kontrol ke Rumah Sakit, baik di sini ataupun jika kami sudah di Korea, karena memang kami tidak mau terjadi sesuatu hal kepada bayi kesayangan kami," ungkap sang ibu kepada Dokter tersebut.
Sedangkan Lee Ji An sendiri kini sedang duduk sambil memeluk buah hatinya di ruangan bayi tersebut, dia akan mencoba untuk memberikan ASI kepada putranya, memberikan seluruh kasih sayang kepada putranya dengan menyusuinya sendiri. Ini adalah hal yang sangat diinginkan dari kemarin, tetapi baru kesampaian hari ini, karena setiap hari Lee Ji An harus memompa ASInya memberikan ASI tersebut kepada Suster agar Suster bisa memberikannya kepada baby Ryu Jin.
Tapi sekarang bahkan Lee bisa langsung menyusui buah hatinya sendiri tanpa harus memompa ASI tersebut dan memasukkan ke dalam botol susu ini adalah suatu kebahagiaan tersendiri bagi seorang Ibu.
__ADS_1
Memeluk, mendekap dan menyusui buah hatinya, itu adalah sebuah kebanggaan dan bentuk kasih sayang seorang ibu kepada buah hatinya. Rasa bahagia yang Lee Ji An rasakan saat ini tidak bisa diungkapkan. Dia hanya bisa membelai dan mendekap lembut serta menatap buah hatinya dengan sangat intence.
Tidak menyangka hari ini akan tiba, hari dimana dia memberikan seluruh Asi-nya untuk buah hati tercinta.
"Lihatlah, Putriku menyusui Cucuku dengan wajah yang bahagia dan bersinar, apalagi yang aku harapkan selain ini," kata Nyonya Lee kepada Dokter tersebut dan Dokter itu pun tersenyum manis tanpa membalas kata-kata dari Nyonya Lee.
"Bagaimana Lee, apakah ASI masih keluar banyak?" tanya sang Ayah kepada putrinya.
"Iya Ayah Asi-ku masih banyak keluar. Setiap hari aku pompa pun tidak ada habisnya dan aku sangat bahagia," ungkap Lee Ji An sambil menatap sang Ayah dengan senyum bahagianya.
"Benar sekali apa yang dikatakan oleh Ayahmu, tidak semua wanita bisa menyusui putranya, karena kondisi mereka atau karena ASI mereka yang tidak keluar, kamu termasuk wanita yang beruntung karena bisa menyusui pun kamu sendiri," kata sang Ibu menorehkan sebuah senyuman yang hangat kepada putri kesayangannya.
"Baiklah kalau begitu saya permisi terlebih dahulu, saya harus memeriksa Pasien lain," kata Dokter anak tersebut berpamitan kepada keluarga Lee.
"Baiklah Dokter, terima kasih banyak atas bantuannya," Nyonya Lee tersenyum manis lalu Dokter pun mengangguk dan Dokter tersebut langsung pergi dari ruangan menyusui tersebut.
__ADS_1
Lee Ji An begitu bahagia hari ini, dia sebetulnya ingin mengajak Nathan tetapi masih belum bisa kesampaian, karena larangan orangtuanya, dia ingin sekali memperlihatkan Putra mereka yang tampan dan Nathan sekali belum lihat wajah dari putranya, Nathan belum melihat wajah dari Ryu Jin, jika Nathan melihat Baby Ryu maka dia tidak akan ragu lagi bahwa baby Ryu Jin adalah putra kandungnya. Karena mereka seperti copy paste.
Baby Ryu Jin benar-benar tampan, dia laksana foto kopiannya Nathan. Karena itu jika Nathan sampai bertemu dengan bayi tersebut mata tidak harus melakukan tes DNA lagi, karena Nathan pasti akan merasa bahwa Bayi itu sangat mirip dengan dia waktu dia kecil. Yang pasti firasat seorang Ayah akan sangat jeli. Tetapi kini bahkan Nathan belum mengetahui bahwa dia memiliki bayi lain selain bayi perempuan yang sudah meninggal tersebut.
Mungkin suatu saat nanti Nathan akan mengetahui bahwa dia memiliki seorang pasang bayi kembar. Tapi entah kapan itu selama keluarga Lee masih bersikukuh untuk menyembunyikan keberadaan Baby Ryu Jin maka diperkirakan Nathan tidak akan mengetahui keberadaan bayi kecilnya.
"Kamu begitu tampan begitu sangat mirip dengan Ayahmu, andai saja Ayahmu ada disini menemani kita berdua, pasti ibu akan sangat bahagia, sayangnya Nenek dan Kakekmu belum memperbolehkan Ayahmu untuk menatapmu, melihatmu dan mendekapmu, tapi yakin setelah Ibu dan Ayah menikah semuanya akan baik-baik saja, kamu akan mendapatkan kasih sayang penuh dari Ayahmu Sayang, karena dia adalah pria yang baik, dia pasti akan menyayangimu dengan sepenuh hatinya, karena itu bersabarlah sampai tiba waktunya," ungkap Lee Ji An kepada buah hatinya, berkata di dasar relung jiwanya, dia benar-benar mengharapkan hal itu, saat dimana dia bisa merawat buah hatinya bersama dengan Nathan.
kedua orang tua Lee ini menyaksikan Lee menyusui Cucu mereka dengan hati yang bahagia. Kesehatan Baby Ryu Jin kini sudah membaik, dan itu sebuah kebahagiaan sangat tak ternilai harganya. Sebagai seorang Kakek dan neneknya apalagi yang mereka rasakan selain rasa haru dan bahagia. Karena kesehatan Cucu mereka adalah yang paling utama.
"Lihatlah bayimu menyusu dengan begitu lahap. Karena itu jika kamu makan kamu harus ingat bahwa kamu makan bukan cuma untuk dirimu sendiri, tapi juga untuk bayimu, karena itu makanlah yang banyak yang tidak boleh pilih-pilih makanan lagi," kata sang Ibu kepada putrinya tercinta.
"Baiklah Ibu, demi Baby Ryu Jin akan aku lakukan apapun itu, aku tidak akan berdiet lagi. Aku tidak mau Baby Ryu Jin sampai kekurangan gizi," ungkap Lee Ji An dengan senyum kebahagiaannya.
🎀🎀🎀
__ADS_1