Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Rasa Sayang


__ADS_3

"Lee, kenapa kamu begitu bodoh. Kamu harusnya lebih pintar aku menyesal tidak bisa menjagamu dengan baik, sekarang nasi sudah menjadi bubur. Ayo kita hadapi keluarga, dan hadapi kenyataan bahwa kini kamu sedang mengandung seorang anak haram."


"Benarkah anakku seorang anak haram?" Gadis itu mulai menitikkan air matanya, dia tidak menyangka akan mengalami kejadian yang Sepahit ini, mengandung di luar nikah, dengan keadaan tanpa tahu di mana Ayah dari sang jabang bayi.


"Kalau keluarga menyarankan untuk menggugurkan kandunganmu, baiknya kamu harus menurut Saja Lee!" Tutur Lee Young Joon kepada sang adik, pria itu masih memeluk adiknya dengan erat, tidak dipungkiri bahwa dia begitu menyayangi Adik kembarnya itu. Kemarahannya adalah kemarahan kasih sayang seorang kakak. Ketika sang adik ternyata melakukan sebuah kesalahan yang sangat merugikan hidupnya.


"Aku tidak mau bertemu dengan keluarga besar, aku takut Oppa." Gadis itu mencicit dengan suara yang begitu pelan. Dia memang merasa takut untuk menemui keluarga besarnya. Dia belum berani untuk mengakui semua kesalahannya. Seandainya Nathan saat ini ada di sampingnya, mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini. Sayangnya Lee sudah berusaha mencari keberadaan Nathan namun. Nathan tidak juga di temukan, mungkin ini adalah sebuah takdir yang direncanakan oleh Tuhan untuknya, sebuah takdir bahwa dia harus hamil diluar nikah tanpa seorang suami.


Nasibnya begitu buruk dia tidak menyangka bisa mengalami hal setragis ini. Tetapi masih berharap bisa menemukan Nathan dengan secepatnya, sehingga dia bisa meminta Nathan untuk bertanggung jawab, atas dirinya dan bayi yang akan segera dia lahirkan.


"Benar kata kakakmu, kamu harus bisa menghadapi kenyataan, semakin cepat kamu berbicara kepada keluarga, semakin cepat mereka akan mengerti kondisi kamu, tetapi jika kamu marah terus-terusan berbohong, maka mereka tidak akan memaafkanmu, dengan semudah itu sebaiknya kita secepatnya menghadap para tetua!" Kim Miso berkata dengan tatapan yang penuh iba, wanita itu adalah calon kakak iparnya Lee Ji An.


Tetapi dia begitu menyayangi Li Ji An, sangat dalam, karena Lee adalah sahabatnya, sudah sangat lama mereka bersahabat.

__ADS_1


"Kamu tidak tahu betapa takutnya aku, aku harus mengumpulkan keberanianku dulu, sebelum bertemu dengan mereka." Gadis itu benar-benar merasa nyalinya begitu ciut, namun sesaat dia mengelus perutnya yang rata, mengelus dengan begitu lembut bayi yang kini sedang dia kandung di dalam rahimnya.


"Sebaiknya kita segera bersiap, kita terbang ke Korea nanti siang, karena semakin cepat Kamu bicara, semakin cepat kita bisa menyelesaikan masalah ini. Lagian kamu juga harus melanjutkan kuliahmu, aku tidak mau kariermu hancur, masa depanmu hancur, keluarga kita adalah keluarga yang terpandang, jangan sampai gara-gara kehamilanmu ini membuat hidupmu terpuruk, aku tidak mau melihatmu menderita Lee," tutur Lee Young Joon kepada sang adik, bagaimanapun Lee Young Joon bertanggung jawab atas kebahagiaan adik kembarnya ini.


"Joon Oppa, mereka akan membunuhku. Aku sangat takut dengan kemarahan para tetua, halmoni, harabuchi, eomma dan Appa akan membunuhku," gadis itu mulai menangis kembali ketika mengingat bahwa keluarga mereka pasti akan segera mengambil tindakan, jika tidak membunuhnya, pasti akan membunuh bayinya.


"Aku bahkan tidak bisa membayangkan itu, aku berpikir mungkin kamu akan diusir dari rumah," ucap Lee Young Joon kepada sang adik. Lee Young Joon menatap adiknya dengan tatapan penuh iba. Bagaimanapun di sini adiknya adalah korban. Korban dari situasi yang tidak diinginkan. Sebuah kejadian ketidaksengajaan. Namun membuat hidup seorang gadis hancur secara tiba-tiba.


"Aku akan diusir?" Ucap Lee dengan bibir yang bergetar, dia benar-benar merasa takut hal itu terjadi.


Budaya orang Korea yang tidak memperbolehkan seorang anak hamil diluar nikah, apalagi tradisi keluarga Lee Ji An begitu kolot, selalu memilih bibit, bebet, dan bobot dalam hal pernikahan. Apa yang akan terjadi pada Lee Ji An.


Akhirnya siang itu Lee Ji An, Lee Young Joon dan Kim Miso berangkat naik pesawat menuju ke Korea. Selama di dalam perjalanan tidak henti-hentinya membayangkan hal-hal yang buruk akan terjadi kepadanya, dia sungguh takut menghadapi hari ini, hari di mana dia akan sangat di hukum oleh keluarganya.

__ADS_1


Dia memang tidak bisa berbuat apapun, karena itu semua adalah kesalahannya sendiri. Dia memang tidak bisa berbuat apapun, karena itu semua adalah kesalahannya sendiri.


"Nathan kamu di mana? Katanya kamu ingin menjadikan aku Kekasihmu, dan sekarang kamu malah menghilang, dan aku ingin menjadikanmu suamiku, karena kamu harus bertanggung jawab pada bayi kita, ini adalah bayi kita, dan aku tidak bisa membiarkan dia mati begitu saja. Aku ingin kamu tahu bahwa aku akan mempertahankan bayi kita sampai kapanpun." Lee Ji An berkata dalam hatinya pandangan matanya kosong dia seolah-olah berada dalam dunia khayalan.


Memang benar saat ini Lee Ji an begitu menginginkan kehadiran Nathan di sampingnya, Lee tahu bahwa dia tidak bisa memaksa Nathan untuk berada di sampingnya, tetapi setidaknya kan, harus tahu bahwa Nathan itu ada dan nyata. Sayangnya Nathan menghilang entah kemana, membuat dirinya merasakan duka lara, dengan kesendiriannya.


Seorang gadis yang hamil diluar nikah, dengan pria yang pergi entah kemana, itu sudah menjadi neraka untuk gadis tersebut. Mereka itu kini benar-benar telah membakar seluruh tubuh hati dan jiwa gadis tersebut. Rincian terpuruk dengan nasibnya yang begitu menyakitkan.


Wanita cerdas seperti dirinya bahkan bisa hamil diluar nikah. Dia kembali ke masa di mana mereka bertemu di mana Lee dan Nathan berkenalan, setelah berkenalan bahkan Lee tidak bisa mengingat apapun lagi. Ia sebenarnya ingin mencari tahu apa yang terjadi pada dia dan Nathan. Kenapa bisa-bisanya mereka berdua sampai tidur di dalam satu kamar, dia baru menyadari bahwa dia sedang tidur bersama laki-laki setelah Nathan menyentuhnya dengan tekanan yang begitu tinggi.


Mungkin ini sudah takdir dari Tuhan. Tetapi mengapa dia begitu miris karena takdirnya begitu jelek.


"Makanlah, dari tadi kamu tidak makan!" Ucap sang kakak kepada adik kesayangannya. Kejadian ini, kejadian yang sangat berat untuk gadis itu, melihat bahwa Lee Ji An terpukul, dia sungguh tidak tega melihat rasa sakit yang di rasakan, oleh sang adik. Lee Young Joon begitu menyayangi adiknya dengan setulus hati.

__ADS_1


Bersambung dulu ya.


__ADS_2