
"Lee," ucap sang nenek sambil menatap Lee Ji An dengan matanya yang berkaca-kaca. Wanita paruh baya itu merasa sangat menyesal dan merasa begitu bersalah, tatkala melihat wajah polos Lee Ji An yang tanpa dosa.
"Ada perlu apa Nenek dan Tuan Nathan datang ke sini?" Lee Ji An berkata sambil membuang wajahnya, wanita itu seolah-olah tidak mau menatap wajah kedua orang tersebut. Wajah Nathan dan juga wajah nenek Liao.
"Sayang, maafkanlah Nenek, selama ini sudah berbuat dosa kepada kamu, dan keluargamu," kata sang nenek dengan mata yang basah, karena air matanya menetes membasahi pipi.
"Sayang ... siapa yang dipanggil Sayang itu? Apakah ada orang lain di sini?" tanya Lee tersenyum miring kepada sang nenek, hatinya terasa sakit ketika didatangi dua orang dari masa lalunya, selama 5 tahun ia berusaha untuk melupakan rasa perih dan sakit karena kehilangan, kini mereka datang kembali mengusik luka yang hampir saja mengering. Bukankah itu keterlaluan membuat luka lama basah kembali?
"Kamu orang yang nenek panggil, Sayang. Nak," kata nenek Liao kepada ada Lee Ji An.
"Tidak perlu basa-basi memanggilku dengan sebutan Sayang, iya silakan anda panggil orang lain saja. Saya bahkan mendengar cucu anda sudah bertunangan kembali. Kenapa harus datang ke sini dah memanggilku dengan sebutan Sayang. Oh iya selamat atas pertunangan anda Tuan Nathan dan pertunangan anda mendahului saya. Semoga anda berbahagia," ungkap Lee Ji An kepada nenek Liao dan Nathan. Wanita itu sekuat tenaga menahan semua air mata. Ia ingin terlihat tegar dan kuat di hadapan keluarga dan orang yang sangat dia benci.
__ADS_1
Lee Ji An mengetahui perihal pertunangan Nathan dengan Agatha Chuan dari sosial media yang dia lihat kemarin, dengan perlahan ia membuka sosial media milik keluarga nathan, ternyata di sana ada tertera undangan pertunangan, beserta foto-fotonya. Wanita itu sudah tidak menangis waktu itu, dia merasa ikhlas, tidak apa-apa karena memang mungkin mereka bukan jodoh, tetapi kini ketika Nathan datang kembali. Terlihat lagi di hadapannya, semuanya teramat begitu perih, seolah sembilu telah mengiris seluruh relung hatinya, sakit tak terkira, dia yang merasakan sendiri tidak ada orang lain.
"Lee. Aku kehilangan ingatanku, tidak bisa mengingat tentang hubungan kita sama sekali, aku mohon kamu bisa mengerti semua itu," kata Nathan dengan suara yang pelan.
"Terlalu banyak berdalih, alasan yang seperti itu tidak masuk akal. Hilang ingatan? Ketika kamu hilang ingatan, bukankah nenek bisa memberitahukan tentang aku, tidak ada satupun yang memberitahuku, sampai saat ini, 5 tahun sudah kamu datang dengan berdalih hilang ingatan, dan meminta maaf kepada kami. Aku tidak akan memaafkanmu nathan," ungkap Lee Ji An dengan tetesan air matanya, sebenarnya wanita itu ingin menahan semua tangisan. Tetapi dia takut terlalu sakit dan perih jika mengingat masa lalu, bagaimana dia tidak merasakan kesakitan yang teramat dalam, mengingat betapa malunya dirinya sebagai seorang pengantin perempuan, yang menunggu kedatangan calon suaminya. Ternyata semua itu gagal, karena sang pengantin pria tidak kunjung juga datang, bahkan ada hal lain yang membuat dia merasa tersakiti yaitu, kejadian tersebut membuat ayahnya meninggal dunia.
"Percayalah padaku Lee. Aku tidak berbohong. Aku bahkan tidak mengingat apapun, kalau saja aku tidak mengingat melihat Ryu Jin kemarin, mungkin aku tidak akan mencurigai apa-apa. Tetapi ketika melihat Ryu Jin, aku mencurigai bahwa dia adalah putraku," ungkap Nathan dengan bersungguh-sungguh.
"Nak, jangan seperti itu, ini adalah kenyataan. Nathan kehilangan ingatan dan nenek terkena stroke. Lihatlah nenek sekarang terduduk di kursi roda, dan perlu kamu tahu tidak bisa bicara selama 5 tahun ini, baru kemarin bisa berbicara lagi, mohon maafkanlah kami. Biarkan kami berkenalan dengan penerus keluarga Liao, biarkan nenek memeluk Ryu Jin sebentar saja," lirih nenek Liao dengan air matanya yang menetes.
"Tidak bisa, tidak ada yang perlu dipeluk, nenek bisa mendapatkan cucu yang baru dari menantu baru nenek. Ryu Jin hanyalah putraku, sebentar lagi dia akan mendapatkan seorang ayah aku akan segera menikah. Nenek dan Nathan tidak perlu datang lagi ke mari untuk mengganggu kehidupanku. Aku ingin hidup tenang dan bebas tanpa harus merasakan rasa sakit hati lagi, lima tahun bukanlah waktu yang sebentar untukku melupakan rasa sakit ini, tapi sekarang setelah semua hampir aku lupakan, kamu datang kembali, membuat aku merasakan rasa sakit ini lagi. Apakah itu tidak terlalu jahat?" tutur Lee Ji An dengan tetesan air matanya. Wanita itu terus menangis tak kuasa dengan semua rasa sakit dalam hatinya.
__ADS_1
"Lee, Ryu Jin putraku. Kenapa kamu tega melakukan hal ini kepadaku, aku memang bersalah tetapi biarkan aku memeluknya sebentar," ungkap Nathan dengan penuh harap Lee Ji An bisa memaafkannya dan membiarkan Ryu Jin berada dalam dekapannya walaupun cuma sesaat.
"Maaf tidak ada yang namanya peluk-pelukan Aku tidak akan mengenalkan Ryu Jin kepadamu, atau kepada nenek, dia tidak akan mengenal kalian selamanya, dia hanya akan bertanya-tanya jika aku mengenalkan kepadanya tentang kalian, Ryu pasti akan bertanya kenapa orang itu datang, kenapa orang itu meminta memeluknya, kenapa orang itu begitu baik, padahal selama ini orang itu tidak pernah hadir dalam kehidupannya, sebaiknya sekarang nenek dan Nathan pulang saja," kata Lee dengan suara yang melirih, wanita itu mengungkapkan semua perasaannya, dengan tubuh yang bergetar, menahan tangis. Ia ingin menahan tangisnya tapi ternyata tidak bisa.
Luka di dalam hatinya membuka kembali, luka yang sudah kering itu kini basah, semuanya sudah terlanjur. Padahal kemarin semua luka itu sudah terbalut rapih. Entah kenapa semuanya percuma.
"Apa anda tidak mendengar ucapan dari putri saya, putri saya menginginkan anda dan cucu anda untuk segera pergi dari rumah kami, kami ingin hidup tenang, kami sudah terbiasa dengan ketenangan, dan sekarang kalian datang membawakan kami sebuah kegalauan?" ungkap nyonya Lee sambil menatap nenek Liao dengan tajam lalu saat menatap Nathan.
"Kami mengatakan semua alasan, bahwa memang Nathan kehilangan ingatan, dan aku mengalami stroke tapi anda tidak mempercayai hal itu, Nyonya," kata nenek Liao kepada nyonya Lee.
"Manusia sangat pintar membuat alasan. Sudahlah untuk apa mengungkit masa lalu. Perlu anda tahu, putri saya akan segera menikah 2 minggu dari sekarang, dan seperti halnya yang putri saya katakan tadi. Selamat atas pertunangan Nathan dan kekasihnya. Semoga kalian bahagia dan sege memiliki keturunan, supaya tidak mengganggu keluarga kami dan tidak mengambil Ryu Jin dari pelukan kami, sampai mati pun tidak akan aku ikhlas Ryu memanggilmu dengan sebutan, Ayah," kata nyonya Lee dengan suara yang bergetar, wanita itu menahan semua amarah ketika melihat dua manusia yang sangat dia benci. Kenapa dia sangat membenci? Karena meninggalnya sang suami diakibatkan oleh mereka berdua.
__ADS_1