Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Bayiku


__ADS_3

Nathan begitu sedih tatkala kini Lee Ji An sudah pulang kembali ke Jepang. Dia merasa hidupnya seolah hampa karena separuh raganya dan separuh jiwanya ikut bersama dengan Lee Ji An, wanita yang sangat dia kasihi.


Begitu pula dengan Lee Ji An, dia pulang ke Jepang dengan hati yang hampa. Wanita itu merasakan hatinya berat harus meninggalkan Nathan dan juga Ryu Jin.


Sesampainya di rumah Lee Ji An dan Lee Young Joon tidak saling menyapa satu sama lain. Mereka jalan bersama tetapi seolah terhalang sebuah tembok besar. Yang membuat mereka sulit untuk saling bertatap mata. Lee Ji An merasa kesal kepada kakaknya dan Yong Joon merasa tidak nyaman karena sudah berbuat salah kepada Nathan waktu itu dan kesalahannya itu membuat Lee Ji An marah.


"Mana cucuku? Kenapa kalian tidak membawa Ryu Jin pulang?" tanya sang ibu kepada kedua buah hatinya.


"Sudahlah Ibu, Ryu Jin tidak mau pulang," Jawab Lee Young Joon kepada sang Ibu. Pria itu berbohong kepada ibunya padahal pada kenyataannya Lee Ji An yang membiarkan Ryu Jin tinggal bersama Nathan untuk sementara waktu.


"Kenapa kamu biarkan saja. Harusnya kamu paksa Ryu Jin untuk ikut bersama kita, namanya juga anak kecil pasti dia terpengaruh oleh keburukan Nathan," kata Nyonya Lee dengan Aura yang begitu marah.


"Ryu Jin bahagia disana, aku tahu Nathan sangat mencintainya, nanti saja kita jemput lagi," kata Lee Young Joon dengan wajah yang lelah.


"Tapi sampai kapan Ryu Jin di sana, tidak akan Ibu biarkan Ryu Jin termakan oleh kata-kata jahat mereka." Nyonya Lee benar-benar marah terhadap putranya yang membiarkan cucu kesayangannya di sana.


"Maaf Ibu kita bahas Lain kali saja, aku sudah sangat lelah, biarkan Yong Joon untuk istirahat sebentar," ucap pria itu sambil meminta izin kepada sang Ibu. Lalu langsung pergi meninggalkan ibunya.


"Apa-apaan ini, ya ampun cucuku." Nyonya Lee terlihat meneteskan air mata, karena sedih dan kesal bercampur menjadi satu.


Lee Young Joon dan Lee Ji An langsung masuk ke kamarnya masing-masing, mereka merebahkan tubuh lelah mereka dan akhirnya mencoba untuk memejamkan mata.


Keesokan harinya pun Lee Young Joon dan Lee Ji An masih tidak bisa bertegur sapa. Ada sebuah penghalang kini untuk mereka berdua saling menyapa.

__ADS_1


Lee Ji An bergegas berangkat ke Rumah Sakit karena dia tidak mau datang terlambat. Sesampainya di sana dia sudah disibukkan dengan banyak sekali pasien yang harus diperiksa. Dan akhirnya setelah selesai memeriksa pasien, wanita itu dengan segera meminta Dokter Yamazaki untuk melakukan USG karena perutnya merasa kram.


Kini wanita itu sudah merebahkan tubuhnya dia sudah tidak sabar ingin melihat kondisi bayinya di dalam perut.


"Semuanya baik-baik saja, ini karena kamu terlalu stres sehingga terjadi kontraksi Braxton Hicks berulang, sebaiknya kamu tidak boleh terlalu tegang, Nah itu akan membahayakan janinmu sendiri," kata Dokter Yamazaki sambil memeriksa perut Lee Ji An.


"Baiklah terima kasih banyak Dokter Yamazaki, tetapi menderita karena keluhan kehamilan ini membuatku merasa sangat dilema, satu sisi aku kelaparan dan satu sisi aku tidak bisa makan sama sekali, karena mual itu terus menyerang," tutur Lee Ji An dengan mata yang berkaca-kaca.


"Saya tahu bagaimana caranya agar kamu bisa makan dengan nyaman, yaitu dengan cara makan bersama dengan orang yang kita cintai, yaitu ayah dari bayimu itu," kata Dokter Yamazaki dengan menorehkan senyumnya.


"Benarkah? Aku memang senang berada di dekatnya. Apakah aku harus pergi ke pelukannya?" tanya Lee Ji An dengan mata yang sendu.


"Bukankah memang seharusnya seperti itu, ibu hamil harus lebih dekat dengan orang yang menghamili dia, karena tingkat kemanjaannya akan memuncak dan menyembuhkan semua keluhan kehamilannya," kata Dokter tersebut sambil menolehkan senyum yang manis kepada Lee Ji An.


"Apalagi jika kamu memang merasa teramat tenang jika di dekatnya, maka ikuti kata hatimu, dan tinggallah bersama dengan ayah dari bayimu, keluhan kehamilan itu akan hilang dengan segera, karena dukungan dan kasih sayang dari orang yang sangat mencintaimu," kata Dokter Yamazaki. Lalu Dokter itu pun pergi meninggalkan Lee Ji An sendirian.


"Benarkah sayang? Apakah ibu harus memberitahukan tentang kondisimu kepada ayah?" ungkap Lee Ji An sambil mengelus lembut perutnya dan menatap kearah foto USG yang sedang dipegang sekarang.


🎄🎄🎄


Di sisi lain Nathan kini sudah sibuk dengan berkas-berkasnya, dia tidak mau makan siang sama sekali. Sekretaris Chen mengajaknya makan siang sedari tadi. Tiba-tiba saja pria itu melihat ponselnya yang berdering.


Gurat senyum terpancar begitu lebar, tatkala Nathan melihat di layar ponselnya, ada sebuah foto USG yang Lee Ji An kirimkan kepada-nya dengan kata-kata.

__ADS_1


Isi pesan : Ini anak kedua kita Sayang. Sepertinya dia merindukan ayahnya.


Tiba-tiba saja Nathan menitikan air matanya, dia tidak percaya bahwa dia benar-benar menjadi seorang ayah dari putra keduanya, dia tidak menyangka bahwa perkiraannya tentang kehamilan sang kekasih ternyata benar adanya.


"Ya Tuhan, ternyata aku akan menjadi seorang ayah, dari putra keduaku, terima kasih karena aku hendak memiliki dua anak, dan nanti aku akan memiliki tiga anak, empat anak, aku akan hidup bahagia bersama Lee Ji An, aku yakin dengan kehadiran bayi kedua kami, aku bisa lebih kuat untuk merebutnya dari sisi keluarganya," tutur Nathan di dasar hatinya dengan senyum yang begitu bahagia.


"Ada apa Tuan? Kenapa anda senyum-senyum sendiri, sedari tadi wajah anda cemberut tetapi sekarang anda seperti orang yang aneh," kata Sekretaris Chen kepada Nathan.


"Tentu saja aku bahagia. Lihatlah ini, ini adalah bayiku," kata Nathan sambil memperlihatkan ponselnya kepada Sekretaris Chen.


"Ya Tuhan apakah nyonya Lee hamil lagi?"


"Iya Chen, iya," yeriak Nathan sambil memeluk Sekretaris Chen dengan sumringah. Pria itu begitu bahagia tiada tara. Nathan langsung menelepon kepada sang nenek dan mengatakan perihal kehamilan Lee Ji An.


Nenek Liao begitu terkejut, tatkala mendengar bahwa Nathan sudah membuat Lee Ji An hamil kembali.


"Dasar anak nakal, kalau bahkan belum menikah. Tapi sekarang Lee sudah hamil lagi," bentak sang nenek kepada Nathan, tetapi tidak dipungkiri nenek Liao begitu bahagia atas kabar yang diberitahukan Nathan kepadanya.


"Nenek kami saling mencintai. Jadi wajar kalau kami terus bersama, walaupun harus mencuri-curi waktu," tutur Nathan sambil menelepon sang nenek.


"Ya sudah sekarang kamu pergi ke Jepang, jemput dia, katakan pada keluarganya bahwa Lee Ji An sudah mengandung bayimu lagi, dan kamu akan bertanggung jawab kali ini, jangan sampai mereka tambah marah, karena kamu telah mengabaikan Lee lagi," kata sang nenek dengan tegas.


"Baiklah aku akan segera berangkat ke Jepang, aku akan meminta izin kepada keluarganya, untuk menikahi Lee dengan segera."

__ADS_1


__ADS_2