
"Ada apa Eomoeni memanggilku?" tanya Lee Ji An kepada ibunya.
"Lee Sayang, ayo kita makan dulu, kita semua sudah kumpul di meja makan, kita akan makan banyak hari ini, lihat Kakak iparmu sudah memasak lobster yang sangat segar," ungkap sang ibu kepada putri kesayangannya. Lee Ji An pun mengangguk setuju dengan ajakan ibunya.
Kini mereka pun sudah berjalan menuju ke ruang makan, semua orang memang sudah menunggu Lee di ruang makan semua sudah duduk di posisi masing-masing, begitu pula dengan Lee, dia mulai duduk di samping sang kakak ipar lalu dia pun melihat ke arah meja makan.
Ternyata benar apa yang dikatakan oleh sang ibu, Kim Mi So memasak begitu banyak dari mulai lobster, sayur-mayur, daging asap dan banyak sekali bahkan beberapa masakan korea lainnya yang sangat Lee Ji An sukai.
"Wah daebak! Ini semua Nona masak, ya ampun Eonni Kamu pintar sekali memasak. Aku tidak tahu bahwa kamu sepintar ini, aku sangat bersyukur memiliki kakak ipar secantik dan sehebat kamu," ungkap Lee Ji An dengan senyuman bahagia, bisa langsung menatap sang adik dengan senyuman manisnya.
"Benar sekali masakan Kakak iparmu sangat lezat, Eomma dan Aboeji sangat suka," kata sang Ibu dengan menorehkan senyum yang manis kepada kedua putrinya.
"Terima kasih banyak atas pujiannya, tetapi masakanku biasa saja, tidak selezat yang kalian lihat, aku masih belajar, aku masih harus belajar banyak dari ibu," kata Kim Mi So kepada sang Ibu dan adiknya, wanita itu begitu malu karena terus-terusan dipuji seperti itu.
__ADS_1
"Itu adalah kenyataan, masakanmu itu ya ampun lezat sekali," Lee Ji An langsung mencoba satu demi satu masakan yang ada di hadapannya, begitu pula dengan yang lainnya, yang lain hanya bisa mengangguk ngangguk dengan senyumannya, benar-benar menikmati masakan yang telah Kim Mi So sajikan.
Akhirnya beberapa saat kemudian merekapun menyelesaikan makan malam mereka, sebelum mereka masuk ke dalam kamar masing-masing, mereka sempat berkumpul di ruang televisi dan saat itulah kesempatan bagi Lee untuk meminta izin kepada kedua orangtuanya agar dia bisa ikut Nathan ke Cina.
"Apa maksudmu, kamu baru saja melahirkan dan sekarang ingin pergi ke Cina bersama pria itu?!" teriak sang Ayah dengan kemarahannya, Ayah tidak suka dengan rencana Lee Ji An seperti itu.
"Tapi aku baik-baik saja ko Aboeji, aku tidak merasakan sakit apapun. Badanku terasa nyaman hanya luka operasi ini yang mengganggu, itu bisa aku tanggulangi," tangkas Lee Ji An menjawab pertanyaan sang Ayah, dia memang sangat ingin pergi ke Cina, berkenalan dengan keluarga besarnya Nathan. Dia tidak mau sampai kehilangan informasi tentang semua yang Nathan memiliki.
"Apakah selama itu aku tidak boleh keluar rumah, apakah selama itu pula aku harus membatasi kegiatanku, aku di sana tidak akan bekerja keras, aku disana hanya ingin berkenalan dengan saudara-saudaranya Nathan, dengan keluarga besarnya Natan. Kenapa seolah-olah aku ke sana untuk pergi bekerja," ungkap Lee dengan mata yang berkaca-kaca, dia tahu bahwa dia memang belum sembuh sepenuhnya, tetapi ia ingin berangkat ke sana dan dia ingin beristirahat di sana, sama saja di sini ataupun di sana karena dia tidak akan bekerja keras.
"Kamu belum sembuh total, tidak bisa bepergian jauh terlebih dahulu. Kami hanya takut kamu terlalu kelelahan perjalanan indonesia-Cina lumayan lama," ungkap Joon Oppa kepada sang adik tercinta.
"Oppa di perjalanan pun aku hanya duduk saja, aku tidak bekerja apapun, aku tidak akan kelelahan, aku hanya duduk dan sampai sana pun aku tidak akan terlalu banyak aktivitas. Kenapa kalian terlalu ketakutan. Aku sendiri yang tahu tentang kondisi tubuhku," Lee Ji An benar-benar merasa sedih karena orangtua mereka bahkan melarang Lee untuk berangkat ke Cina.
__ADS_1
"Bukan begitu, aku hanya ingin kamu sehat lebih dahulu adikku, Oppa tidak ingin kamu kelelahan apa tidak pernah melarang kamu udah pergi ke Cina," ungkap Lee Young Joon kepada sang adik dan Lee pun terdiam dengan mata yang berkaca-kaca dia hampir saja menangis saat itu.
"Benar apa yang dikatakan Aboeji, Eomoeni dan Oppa-mu, kamu harus sehat terlebih dahulu, akupun takut terjadi sesuatu hal kepadamu," bahkan Kim Mi So pun melarang Lee untuk pergi ke Cina.
Semuanya melarang Lee untuk berangkat ke sana, karena semuanya ingin Lee sehat terlebih dahulu, baru bepergian jauh.
"Aku hanya ingin bertemu dengan keluarga Nathan. Kenapa kalian melarangku. Aku ingin bertemu dan mengenal mereka, aku tidak mau kehilangan jejak tentang Nathan lagi, andai kalian tahu dulu aku kehilangan jejak karena aku tidak tahu siapa Nathan dan Nathan kehilangan jejakku karena Nathan tidak tahu siapa aku. Andai kalian tahu waktu itu aku bahkan mencari Nathan ke seluruh pelosok Cina dan Nathan pun mencari aku ke seluruh pelosok Cina dan Korea dan akhirnya kami bertemu di Indonesia, melalui perjalanan panjang itu kami ke masih mendapat rintangan dari kalian, apakah kalian tidak menyayangi aku, kalian selalu melarang aku untuk bersama Nathan, bahkan kalian mengabaikan Nathan dan kalian tidak melihat kesungguhan dari hati Nathan, kalian pikir Nathan ingin mengabaikanku, dia tidak ingin mengabaikanku, Nathan sangat menyayangiki, dan juga bayi kami, dia ingim segera melamarku. Tetapi kalian selalu aja menganggapnya tidak ada, apa mau kalian sebenarnya? Apakah kalian ingin melihat kami berpisah dan kami menderita lagi seperti dahulu," ungkap Lee Ji An dengan tetesan air matanya. Wanita itu merasa sangat sedih dan sakit hati jika mengingat masa lalunya ketika dia sedang mencari Nathan.
Semua orang kini hanya bisa terdiam, semua orang kini dilanda kebingungan, ketika gadis yang bernama Lee Ji An menangis, semuanya bahkan terdiam, karena semuanya merasakan kesakitan yang sama dan tidak tega melihat wanita terkecil di keluarga itu menitikkan air matanya.
"Dengarkan ibu baik-baik Lee. Kamu melupakan bahwa ibu ini wanita yang sudah berpengalaman, dengarkan ibu Ji An, Pemulihan pasca persalinan normal berlangsung selama 6 minggu atau lebih sering dikenal dengan masa nifas. Pada masa 6 minggu ini, akan terjadi perubahan-perubahan pada tubuh ibu sehingga organ-organ yang berperan dalam masa kehamilan (seperti rahim, serviks, ******) akan kembali seperti semula saat sebelum hamil, tapi untuk Cesar sendiri bisa lebih daripada itu," tutur Ibu kepada Lee Ji An. Namun Lee Ji An seolah-olah tidak mau mendengarkan ucapan sang Ibu dan hanya mengabaikannya begitu saja.
🎀🎀🎀
__ADS_1