
Hiruk pikuk suasana di rumah sakit memang tidak senyaman suasana di rumah. Nenek Liao kini harus menunggu sang cucu di rumah sakit itu. Tetapi karena pekerjaannya begitu banyak Nenek Liao pun harus membawa pekerjaannya ke Indonesia.
Nenek Liao memutuskan untuk membangun perusahaan di Indonesia. Nathan tidak mungkin di pindahkan dalam kondisi seperti ini. Perkenalannya bersama Lee Ji An memang berkesan. Nenek Liao pun ingin menjadikan Lee Ji An sebagai salah satu pekerjanya. Jika nanti perusahaannya sudah selesai dibangun dan di dirikan.
Tanpa terasa sudah 1 minggu lebih Nathan tertidur lelap dan sekarang akhirnya Nathan terbangun. Betapa senangnya sang Nenek ketika mendapati cucu kesayangannya telah terbangun dan terbebas dari maut.
"Nenek sangat bersyukur akhirnya kamu bangun nak. Nenek sudah tidak bisa lagi berbuat apapun Jika kamu tidak bangun cucuku!" tutur Nenek Liao sambil menggenggam tangan Nathan dengan lembut. Natan sungguh benar-benar merasa sangat senang ketika dia terbangun ada sang Nenek di sampingnya.
"Nenek... Terima kasih sudah menunggu Nathan!" ucap Nathan dengan nada yang lemah dia benar-benar tidak tahu harus berterima kasih seperti apa, kepada sang Nenek yang selalu memperhatikannya dan menjaganya.
"Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa kamu begitu ceroboh menyeberang jalan, tanpa melihat ke kiri dan ke kanan?" Sang Nenek langsung bertanya kepada cucunya, poin penting. Apa alasan di balik Nathan menyeberang jalan.
"Nathan melihat seseorang di sini seorang yang Nathan cari selama ini nek!" Nathan sedikit menorehkan senyum kepada sang Nenek dia memang benar-benar bahagia dengan kehadiran Neneknya. Tetapi dia juga begitu bahagia karena akhirnya dia mengetahui tempat Lee berada yaitu Indonesia.
"Siapa itu Nathan. Apakah dia Kekasihmu?" Tanya sang Nenek dengan kening yang mengerut, sepertinya Nenek Liao benar-benar menginginkan kepastian dari jawaban Nathan.
"Kami baru saja menjalani hubungan Tetapi dia sudah menghilang begitu saja, tanpa kabar. Nathan cemas tentang keadaannya," tutur Nathan kepada sang Nenek.
Karena itu cepatlah sembuh dan carilah dia! Nenek akan senang jika kamu menemukannya dan kalian bisa segera menikah. Nenek ingin sekali menimbang seorang cucu keturunan Nenek sendiri," kata Nenek dengan senyum yang manis.
Nathan pun tersenyum dengan manis mendengar ucapan selamat Nenek dan ingin segera sembuh dan segera mencari keberadaan Lee. Pria itu sudah mengetahui bahwa Lee Ji An berada di Indonesia, namun memang dia harus sembuh dulu untuk mencari keberadaan kekasihnya itu.
__ADS_1
"Nathan tadi bermimpi, kalau ternyata kekasih Nathan itu sedang mengandung anaknya Nathan," kata Nathan dengan suara yang lembut Nathan menerawang jauh dan mengingat di mana Nathan dan Lee Ji An memadu kasih.
"Benarkah apa mungkin itu suatu petunjuk, bahwa memang kekasihmu itu sedang mengandung, keturunan dari keluarga Liao?" Kata nenek Liao dengan penuh harap semoga saja benar, dia akan mendapatkan seorang cucu dengan cepat.
"Nathan juga kurang mengerti ini hanya bermimpi," ucap pria itu dengan wajah yang lesu. Dia sungguh penasaran dengan gadis yang dia kencani waktu itu, apakah dia sehat. Apakah dia bahagia, atau apakah dia sedang mengandung bayinya.
"Ayo kita segera mencari keberadaan dari gadis itu. Nenek sungguh berharap gadis itu benar-benar sedang mengandung saat ini!" Nenek Liao sungguh bersemangat ingin mencari Lee, kekasih Nathan. Nenek Liao tidak mengetahui bahwa gadis yang selama ini sering dia temui adalah kekasih dari sang cucu.
Kalau saja Nenek Liao tahu, pasti dia akan sangat bahagia. Apalagi ini Nenek Liao begitu menyukai Lee, karena sifatnya yang begitu baik. Membuat Nenek Liao langsung jatuh hati kepada gadis itu.
🌸🌸🌸
"Hallo," ucapan Lee ragu-ragu.
"Hallo Lee, apa kabarnya?" Pria itu berkata dengan begitu pelan, namun Lee masih bisa mendengarkan.
" Sehun, aku baik-baik saja. Gimana sebaliknya?" tanya Lee dengan senyum yang merekah. Sehun adalah teman kuliahnya Lee. Dan Sehun sudah mengetahui tentang semua cerita sial nya Lee. Sehun sebenarnya pengen bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi kepada lee.
Tetapi Lee tidak mau menyusahkan Sehun, karena Sehun terlalu baik baginya, dan terlalu sempurna. Karena itu dia akan menjadi orang tua tunggal dan merawat anaknya sendiri tanpa seorang suami sekali pun.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja Lee, aku merindukanmu," jawab Sehun dengan suara yang datar. Lee bingung harus menjawab apa semua perkataan Sehun.
"Terima kasih sudah merindukanku, Terima kasih juga sudah mengingat aku!" Lee Ji An menitikkan air matanya ketika menjawab semua perkataan dari Sehun.
"Kenapa harus berterima kasih, itu semuanya perasaanku." Sehun tersenyum dengan lebar dia memang benar-benar menyukai Lee. Namun Entah kenapa Lee selalu saja menolak dia. Walaupun kondisi Lee saat ini sedang mengandung, tetapi Sehun tidak peduli.
Lee memang menjaga jarak dari orang-orang sekitarnya, dari teman kuliahnya dari Dosen kampusnya. Dia bersembunyi di Indonesia sampai waktunya tiba untuk dia melakukan sekolah kembali.
"Sebenarnya aku ingin pergi ke Indonesia dan berjumpa denganmu. Apakah boleh aku bermain ke sana?" tanya Sehun kepada Lee. Dia berkata dengan harap-harap cemas. Siapa tahu Lee memperbolehkan dia untuk datang ke Indonesia. Karena selama ini Lee bahkan bersembunyi dari semua orang.
Lee hanya bisa terdiam tidak mengiyakan atau tidak menolak. Sehun hanya Lee anggap seorang teman. Asli hanya sebagai teman saja tidak lebih. Kali ini walaupun memang Lee sempat menyukai Sehun dahulu, tetapi sekarang tidak lagi. kini Lee hanya akan terfokus merawat buah hatinya dan berusaha mencari keberadaan Nathan. Hanya itu saja yang ada dalam pikiran wanita itu saat ini.
Nathan dan Lee mereka saling berharap bisa berjumpa kembali. Banyak hal yang ingin Lee katakan kepada Nathan, begitu pula sebaliknya.
Bersambung.
Hallo kakak sahabat Nathan dan Lee, kangen gak?
Siapa yang kangen, angkat comen. heheh biar Lee semangat menambah chapter.
kecup manis dariku.
__ADS_1
Evangelin Harvey / Lee.