Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Kabar buruk


__ADS_3

Lee Young Joon kini sudah menyeka air mata yang menetes di pipinya, dia sudah tidak ingin lagi menangis, tetapi kenapa air mata tidak berhenti juga. Akhirnya dia pun memutuskan untuk keluar dari ruang Intensive Care Unit tersebut. Bergantian dengan sang istri kini giliran Kim Mi So yang masuk ke dalam ruangan tersebut.


Lee Young Joon memberi kode kepada Lele agar dia bisa pergi keluar bersama, berpura-pura untuk sekedar meminum kopi padahal ada hal yang sangat penting yang ingin ditanyakan kepada Lele.


Akhirnya mereka berdua pun sampai di sebuah kantin Rumah Sakit. Susana Rumah Sakit sangat sepi, orang-orang bahkan sudah pada kembali ke rumah masing-masing, kecuali keluarga pasien yang menunggu. Dan sudah duduk menunggu Lele dan langsung duduk di hadapannya.


"Bagaimana kondisi bayi itu?" tanya Lee Young Joon dengan kecemasannya.


"Bayi pertama telah meninggal, rencana besok akan segera saya makamkan," kata Lele, dengan suara yang pelan namun penuh dengan luka yang mendalam.


"Apa? Jadi bayinya tidak bisa diselamatkan?" Lee Young Joon begitu terkejut ketika mendengar ucapan Lele yang mengatakan bahwa bayinya Lee akan segera dimakamkan besok.


"Bayinya sangat cantik, dia mirip sekali dengan Nona Lee Ji An, tetapi usianya tidak panjang, kita harus bisa menerima kenyataan itu semua Bos. Besok pagi kita bisa melihat dan langsung memakamkan bayi tersebut," tutur Lele kepada Lee Young Joon.


"Kasihan sekali adikku, dia benar-benar merasa sedih kalau sampai mengetahui kejadian ini. Aku harus apa, agar adikku cepat bangun dan melihat senyumannya?" tanya Young Joon kepada Lele. Lee pun menggelengkan kepalanya, kini terlihat sangat kesusahan karena harus berbicara dengan Boss-nya dengan jujur, dia kini sangat takut kepada Lee Young Joon.


"Nasi sudah menjadi bubur, dan ini sudah menjadi takdir dari bayi itu, kita juga seharusnya bisa menerima takdir tersebut, tetapi sepertinya dia belum sanggup untuk sekedar bangun Tuan," tutur Lele dengan mata yang berkaca-kaca, dia tidak tahu harus memberi tahu seperti apa kepada Lee bahwa bayinya ternyata telah meninggal.

__ADS_1


"Padahal aku dan Miso sudah sangat berharap bisa menggendong bayi itu dan memberikan mereka beberapa pakaian, sungguh sangat tragis benar-benar membuat hatiku merasa sesak," kata Lee Young Joon dengan suara yang rendah pria itu akhirnya meneteskan air matanya dia tidak menyangka bahwa keponakannya sudah tiada, padahal bayi itu awalnya memang tidak diinginkan tetapi kini setelah bayi itu meninggal, ternyata semuanya sangat perih.


Walaupun bayi itu muncul secara tiba-tiba, tetapi kini Young Joon berharap bayi itu hidup dan sehat, setelah kepergian bayi itu membuat hati Joon tercabik, dia tidak kuasa karena harus memberitahukan kabar ini kepada adiknya, ia benar-benar tidak bisa dibayangkan.


Dia tidak akan bisa membayangkan bahwa adiknya akan begitu perih dan tersiksa ketika mendengar kabar buruk, bayi yang selama ini dia kandungan selama 9 bulan dan melahirkan dengan mempertaruhkan nyawanya ternyata tidak bisa juga diselamatkan oleh tim medis.


"Andai saja ada keajaiban, bayi itu hidup aku sangat bersyukur kepada Tuhan," ucap Young Joon dalam hatinya, tetapi yang tidak mengungkapkannya dia adalah pria yang realistis yang tidak percaya pada hal-hal magis.


"Apa Boss akan membawa bayi itu ke Korea, atau di makam kan di sini?" tanya Lele dengan kening yang mengerut, pasalnya bayi itu sudah sehari di rumah sakit dan besok pagi harus segera dimakamkan.


"Kita cari pemakaman yang terdekat dan bagus, kita mau kamu atur semuanya," kata Young Joon kepada Lele.


Lee Young Joon sendiri langsung melihat ke arah ponsel Lele, mereka lalu memilih tempat pemakaman yang sudah dipilih oleh Lele beberapa tempat pemakaman Yang elite.


"Bagus sekali, kita ambil yang ini saja kita siapkan pemakaman besok pagi, mau bagus atau tidak, kita harus segera memakamkan bayinya, jangan sampai baik itu terlalu lama di Rumah Sakit, kasihan. Orang meninggal harus segera di kebumikan," kata Lee Young Joon kepada Lele dengan mata yang berkaca-kaca, dia begitu sedih harus memakamkan dari kecil itu, bayi kecil yang menjadi keponakan akan kesayangannya.


"Boss bahkan bayi kecil itu harus diberi nama, sebelum dia dimakamkan," Lele bertanya kepada Boss-nya.

__ADS_1


"Entahlah aku belum berpikir soal nama, seharusnya memang Lee yang memberikan nama tersebut," Young Joon mengacak rambutnya frustasi, karena dia harus memberi nama kepada bayi yang telah meninggal. Joon membayangkan bayi yang kecil itu harusnya bisa hidup dengan sehat menangis dan meminta susu tapi kenyataannya dia bahkan tidak bisa memeluk keponakannya sendiri.


"Berikan nama keluarga saja boss," kata Lele.


"Entahlah aku belum bisa berpikir untuk saat ini, apakah kamu memiliki saran untuk nama bayi kecil itu!" Lee young Joon manatap Lele.


"Nah Boss aku memiliki satu saran nama aku hanya akan memanggilnya dengan sebutan di kecil saja Lee kecil saja, karena dia sangat mirip dengan Nona Lee Ji An,"


"Tapi kenapa harus memberikan nama keluarga saja, tidak memberikan Nama panjang, aku punya satu nama, namanya Lee Ji nan, nama yang agak mirip dengan Lee karena walau bagaimanapun bayi yang meninggal itu adalah daging nya Lee," kata Jung Lee Young Joon kepada Lele.


"Baiklah kita sepakati saja bahwa bayi pertama itu bernama Lee Ji Nan. Nama yang sangat bagus. Aku harap bayi itu merasakan kebahagiaan di surga ketika kita memberikan nama yang indah untuknya," kata Lele dengan mata yang berkaca-kaca wanita itu benar-benar merasa perih harus memberikan nama kepada bayi yang sudah meninggal


"benar-benar tidak bisa dibiarkan, aku tidak boleh sedih terus seperti ini, aku harus tampil kuat, tetapi aku tidak bisa menerima bahwa keponakanku ternyata sudah tiada. Padahal di perjalanan aku dan Mi So sendiri sudah berharap ingin sekali melihat bayi itu menangis, tertawa, dan dipeluk dengan penuh kasih sayang, tetapi pada kenyataannya ternyata dia tiada. Tuhan telah memanggilnya sisi-nya kembali," tutur Joon dengan segenap rasa sakit hati yang dirasakan, kepedihannya bertumpuk karena dia tidak tega kepada bayi tersebut.


"Sabarlah Boss, harus bersabar karena dibalik semua luka hatinya ada kabar gembira pula, itu bayi yang meninggal adalah bayi yang pertama, sedangkan bayi yang kedua masih ada dan masih hidup!" tutur Lele dengan senyuman manisnya. Membuat Lee Young Joon mengerutkan keningnya , ia masih belum mencerna apa yang dikatakan oleh asisten yaitu.


"Lele sebenarnya maksud dari perkataanmu?" Lee Young Joon bertanya dengan kening yang mengerut. Pria itu benar-benar tidak mengerti.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2