Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Cerita Hati


__ADS_3

Nenek Liao sudah bisa menebak bahwa Nathan memang sekarang sudah tidur di kamarnya, bersama dengan Lee Ji An. Wanita paruh baya itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, tapi dia senang bahwa memang cucunya adalah seorang laki-laki sejati yang menyukai seorang perempuan.


Bahkan selama ini Nathan sama sekali belum pernah mengenalkan dia kepada seorang perempuan, dan banyak beredar mengatakan bahwa Nathan adalah seorang homo atau gay. Tentu saja itu menjadi pikirannya pikiran yang sangat berat selama ini, sebagai seorang nenek dia berusaha untuk menutupi semua gosip tersebut, semua kata-kata para karyawan di kantornya.


Umur Nathan memang bukan umur belasan tahun lagi, dan sudah sepantasnya pria itu memiliki seorang pacar, tetapi karena Nathan terlalu banyak menolak perempuan yang diberikan oleh teman-temannya, maka bersabarlah gosip bahwa dia tidak menyukai perempuan yang menyukai sesama jenis, gosip tersebut terdengar begitu jelas oleh sang Nenek, membuat Nenek hampir-hampir merasa stress dibuatnya, kehadiran Agatha membuat membuahkan Aroma kesegaran, langsung mendekatkan Agatha dengan Nathan, bertujuan agar cucunya bisa mencintai Agatha.


Sayangnya ternyata hadirnya Agatha tidak membuat Nathan jatuh cinta, pria itu malah menjauhi Agatha. Nathan mendiamkannya dan membuat Agatha mala jatuh cinta pada Nathan. Bukan sebaliknya, harusnya Nathan yang jatuh cinta kepada Agatha sesuai dengan rencana sang nenek. Tetapi malah Agatha yang sudah jatuh cinta kepada Nathan.


Malam itu setelah kepergian Agatha sang nenek langsung masuk ke dalam kamarnya, dia menitikkan air matanya sambil menatap foto putra kesayangannya yang tengah bersanding dengan menantu kesayangannya. Putra dan menantu kesayangannya yang kini sudah berada jauh di surga sana.


"Jack Ibu sangat senang karena bahkan kini Nathan memiliki seorang kekasih yang membawa kekasihnya ke rumah kita, pertanda bahwa dia serius ingin menikahi wanita itu, Ibu masih ingat ketika dulu kamu mengenal kan ibu kepada Yuen, Ibu begitu bahagia dan kebahagiaan itu Ibu rasakan saat ini sama seperti waktu itu, ketika kamu membawa Yuen ke rumah, memperkenalkannya sebagai calon istrimu. Kamu begitu bermanja dan begitu mencintai Nathan sekarang pun melakukan hal yang sama, sikap Nathan sama persis dengan dirimu, nak. Kamu dan Nathan memang tidak ada duanya, kalian sangat mirip, tetapi bahkan sikap kalian pun tidak jauh berbeda, membuat aku semakin teringat kepadamu anakku. Andai Tuhan tidak mengambilmu dengan begitu cepat, maka kebahagiaan kita saat ini akan lebih besar daripada biasanya, kamu tahu betapa malunya Yuen saat itu dan begitu pula dengan Lee Ji An, wanita itu benar-benar merasa malu, tapi dia bisa mengendalikan rasa gugupnya, aku salut kepadanya, dia bahkan hampir mengorbankan nyawa untuk melahirkan cucuku, cucu kita, walau pada akhirnya tidak terselamatkan jua. Jack, Yuan Kalian pasti melihatkan betapa bahagianya aku saat ini, pernikahan adat akan segera dilakukan. Aku akan segera mengantar Lee Ji An pulang ke kediamannya, dan langsung melamar kan dia untuk aku pinang, agar Nathan bisa bahagia," lirih wanita paruh baya itu sambil menatap foto putra dan menantu kesayangannya yang sudah tiada.


Wanita itu bahkan meneteskan air matanya, Mungkin ini memang yang disebut air mata kebahagiaan, tapi memang itu sebuah kenyataan, wanita paruh baya itu menangis dengan bahagia karena cucunya akan segera menikah yang menemukan seorang gadis pilihannya.

__ADS_1


Wanita paruh baya itu langsung memeluk foto tersebut sambil meneteskan air matanya, foto yang sangat disayangi, seseorang yang sudah dia lahirkan tetapi meninggalkan dia dengan begitu cepat. Seorang anak tunggal bahkan sudah pergi membawa serta istrinya menyisakan 1 orang cucu dan itu menjadi harapan besar untuknya.


"Kamu tahu tidak zack, sikap Nathan itu benar-benar menggemaskan, untuk pertama kalinya dia membawa perempuan ke rumah. Tetapi dia sangat agresif mengajak kekasihnya langsung tidur satu kamar dengannya, itu benar-benar sangat memalukan untuk adat keluarga, tetapi apalah daya ibu, Ibu hanya bisa mendukung sikap agresif cucu kesayangan ibu itu, kalau saja kamu ada bersama Yuen, Kalian pasti akan memarahi anak nakal itu, sudah membuat anak gadis orang lain hamil, dan sekarang ingin menghamili kembali anak gadis orang sebelum melakukan peresmian pernikahan, anak itu menggemaskan benar-benar membuat aku tidak berhenti menahan tawa," Wanita paruh baya itu bercerita sendiri sambil menatap foto putra dan menantu kesayangannya.


Sebagai seorang nenek apalagi yang harus dilakukan, ketika cucunya bersikap menggemaskan seperti itu selain mendukung semua kegiatan dan keinginan sang cucu.


"Anak zaman sekarang memang sangat susah diatur, kalau dulu kamu jangankan menghamili Yuen, kamu bahkan Ibu lihat sangat enggan memegang tangannya di hadapan seuma orang, sebelum pernikahan. Beda sekali dengan Nathan saat ini, anakmu bahkan bermanja kepada kekasihnya di hadapanku, tidak tahu malu, tetapi itu menjadi tontonan menarik buatku, ternyata ada wanita yang bisa menaklukkan hatinya. Ibu sangat senang wanita itu sangat cantik, walaupun beda ras dan suku dengan kita," ungkap nenek Liao tersenyum sendiri menceritakan tingkah cucunya di hadapan foto anak dan menantunya.


Saat perempuan paruh baya itu sedang asyik bercerita tiba-tiba saja seseorang mengetuk pintu kamarnya.


"Saya, Nyonya besar," kata seorang pelayan di balik pintu kamarnya Liao.


" Masuklah pintunya tidak dikunci."

__ADS_1


Pelayan itu pun segera masuk ke dalam ruangan atau kamar nyonya Liao. Sembari membawa sesuatu untuknya besarnya.


"Ini saya bawakan air putih yang hangat dan obat untuk anda," Pelayan itu langsung menyodorkan bakti di dalam tangannya.


"Ya Tuhan. hampir saja aku lupa kalau aku belum meminum obat. Terima kasih ya, kamu sudah mengingatkan aku, aku memang sudah tidak muda lagi, bahkan melupakan obat dan multivitaminku sendiri," kata nenek Liao kepada pelayan tersebut.


"Saya tahu Nyonya, karena jumlah obatnya belum berkurang, berarti Nyonya belum meminum obat tersebut, karena itulah saya dengan senang hati memberitahukan atau mengingatkan anda untuk meminum obat darah tinggi anda," kata pelayan tersebut sambil menolehkan senyum yang manis pada nenek Liao. Nenek Liao pun mengambil serta langsung meminum obat tersebut.


Usianya sudah rentah, dia pun mengalami penyakit hipertensi dan terkadang wanita paruh baya itu memiliki tekanan darah hampir 200 /100 MMHG. Dan itu sangat bahaya, kalau sampai lupa minum obat, bisa saja nenek Liao mengalami stroke karena kenaikan darah yang terlalu tinggi.


"Terima kasih banyak kamu selalu Ingatkan aku untuk meminum obat setiap harinya, sepertinya setelah menikah dengan Lee Ji An tugas itu akan aku berikan kepadanya," ungkap nenek Liao kepada pelayan tersebut.


"Sepertinya anak muda itu sangat baik hati, aku melihat dari sorot mata dan cara berbicaranya Nyonya. Selamat ya anda mendapatkan cucu menantu yang begitu ramah dan cantik," kata pelayan tersebut kepada Nenek Liao. Nenek Liao pun hanya bisa membalas senyum pelayannya dengan hati yang begitu hangat dan bahagia.

__ADS_1


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


__ADS_2