Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Penuturan Eomoeni


__ADS_3

Setelah menunggu waktu, akhirnya Aboeji pun terbangun. Aboeji terbangun dari tidurnya dan langsung menanyakan kabar putri kesayangannya.


"Mana Lee Ji An, Yeobo?" tanya sang ayah dengan suara yang lemas.


"Lee sudah di perjalanan Yeobo, dia akan segera datang kemari, Aboeji bersabarlah, tenangkan ya," kata sang ibu kepada suaminya.


"Apa dia baik-baik saja, bagaimana kabarnya?" tanya Aboeji masih mencemaskan putri bungsunya, maklumlah Lee Ji An adalah anak kandung mereka, Lee Ji An adalah satu-satunya keturunan dari keluarga Lee, karena itu Aboeji begitu mencemaskan Lee.


"Aboeji tenang saja ya, semuanya baik-baik saja, Lee pulang bersama Nathan dan neneknya dan nenek Liao sangat ramah. Beliau terlihat begitu menyayangi Lee Ji An, dan mengatakan bahwa dia akan segera melamar Lee secara resmi setelah Aboeji pulang dari Rumah Sakit," kata nyonya Lee menuturkan semuanya kepada sang suami.


"Benarkah, nyonya Liao memberlakukan putri kita dengan baik, karena Aboeji begitu mencemaskan hal itu, Aboeji takut nyonya Liao berlaku kasar kepada putri kita," tutur sang ayah dengan suara yang rendah.


"Benar sekali Aboeji, jadi Aboeji harus tenang, Aboeji tidak boleh banyak pikiran lagi. Ternyata semua perkiraan kita itu salah. Nyonya Liao memperlakukan putri kita layaknya putrinya sendiri, ibu melihat dengan jelas perhatiannya nyonya Liao kepada Lee, Eomoeni merasa tenang dan ibu merasa sangat nyaman, ketika melihat beliau begitu menyayangi putri kita," kata nyonya Lee kepada sang suami.


"Benarkah itu semua? Apakah Eomoeni tidak berbohong kepada Aboeji, Aboeji cemas memikirkan masa depan putri kita. Aboeji tidak mau Lee Ji An merasa tersakiti, bahkan menderita, dia adalah keturunan kita satu-satunya, darah daging kita Yeobo," kata sang ayah sambil menatap istrinya dengan mata yang sendu.

__ADS_1


"Untuk apa Eomoeni berbohong Aboeji, semuanya sudah Eomoeni katakan, Eomoeni sudah jujur, memang perlakuan nyonya Liao kepada Ji An membuat Eomoeni sangat bahagia, tidak ada perasaan sebagia ini, ketika melihat putri kita diperlakukan begitu baik oleh orang lain, apalagi orang itu adalah calon mertuanya," kata Nyonya Lee kepada sang suami.


"Bersyukurlah kalau memang itu terjadi, bersyukur kalau semuanya lancar. Aboeji sedikit tenang lebih tenang dari biasanya," kata tuan Lee dengan menorehkan sedikit senyumannya.


"Iya Yeobo benar sekali, jadi Aboeji memang harus tenang tidak boleh banyak pikiran. Aboeji harus sehat, kita akan mempersiapkan pernikahan putri kita, Eomoeni yakin kalau kita pasti akan segera bahagia. Nathan pasti akan memperlakukan putri kita dengan sangat manis, memanjakannya dengan penuh kasih sayang," katanya nyonya Lee kepada suaminya, sambil menolehkan senyum yang manis.


"Iya betul sekali, Aboeji memang harus segera sehat, Aboeji harus segera pulang ke rumah, tidak nyaman sekali tinggal di sini, padahal cuma sesaat," kata sang ayah dengan perlahan.


"Katakan pada Eomoeni apakah sekarang Aboeji mau makan, karena sebentar lagi Aboeji akan dipindahkan ke ruang rawat inap biasa, tidak di ruang ICU ini lagi?" kata nyonya Lee.


"Tidak-tidak ... nanti saja Aboeji makan, setelah pindah ruangan, di sini banyak sekali mesin. Aboeji tidak nyaman, Aboeji juga ingin menonton berita di televisi tentang saham karena sudah lama tidak melihat kondisi perkembangan Perusahaan kita," kata sang ayah dengan perlahan.


"Kalau perlakuan nyonya Liao kepada putri kita baik, maka Aboeji tidak ada pikiran lain. Aboeji sudah tenang kalau seperti itu, karena yang saya takutkan hanyalah Lee Ji An. Ayah tidak mau melihat putri kita menangis, sudah cukup kita mengusir dia selama beberapa bulan, selama 9 bulan kita mengabaikan dia agar dia mengerti kesalahannya. Aboeji tidak mau melihat Lee menderita kembali," kata sang ayah dengan mata yang berkaca-kaca.


"Benar sekali Yeobo, sekarang Lee akan mendapat kebahagiaannya, dia tidak akan menderita lagi, berikanlah mereka restumu Yeobo, karena terlihat Nathan pun begitu mencintai Lee Ji An, sepertinya pria itu tidak berbohong dan perlakuan Nathan begitu tulus kepada anak kita," ujar sang ibu kepada tuan Lee.

__ADS_1


"Aboeji pun berpikir demikian, sesaat Aboeji memperhatikan sikap Nathan kepada buah hati kita, dan memang dan bersikap sangat baik dan penuh perhatian, tetapi tetap saja Aboeji was-was dengan keluarga Nathan, terutama dengan neneknya, karena itu Ayah sempat shokbketika tahu Lee berangkat ke Cina," tutur Ayah Lee menjelaskan tentang perasaan hatinya.


"Sayang tenang saja ya, Aboeji tenang saja, tidak akan ada hal yang buruk yang terjadi kepada putri kita. Aboeji yakin Lee Ji An akan bahagia bersama Nathan. Sebentar lagi dia akan datang bersama Nathan kemari. Aboeji bersikap baiklah kepada Nathan. Lihatlah Nathan pasti akan senang mendapat sikap baik dari Aboeji," katanya nyonya Lee menceritakan bahwa putrinya sedang berada di perjalanan.


"Aboeji usahakan, Aboeji akan mencoba untuk bersikap lebih baik lagi, soalnya Aboeji tidak bisa bersikap ramah seperti kalian, karena sikap Aboeji memang seperti ini adanya Yeobo."


"Tidak apa-apa Aboeji, yang penting sudah berusaha, setidaknya torehkan senyum pada pemuda itu, agar pemuda itu merasa bahagia, merasa diterima di sambut oleh keluarga kita," pinta sang ibu kepada suami tercintanya.


"Baiklah akan Aboeji usahakan Yeobo," kata ayah sedikit menorehkan senyumannya.


"Tuh kan kalau Ayah tersenyum seperti itu, jangankan Nathan Eomoeni pun terpikat kembali, Aboeji semakin cinta kepada Aboeji, Aboeji tidak boleh sakit dan harus sehat, Aboeji tidak tega melihat Aboeji sakit seperti ini," nyonya Lee membelai rambut sang suami dengan lembut, wanita itu begitu sedih ketika suaminya pingsan kemarin.


Istri mana yang tidak sedih tatkala melihat suaminya terbaring lemah tak berdaya. Wanita itu sangat takut suaminya meninggal. Tapi bersyukurlah kini suaminya sudah kembali dari masa kritis, dan tinggal masa pemulihan saja.


Beberapa saat kemudian Perawat pun datang. Beberapa Perawat memeriksa kondisi tuan Lee, lalu mereka mengatakan kepada nyonya Lee bahwa tuan Lee sudah diperbolehkan untuk pindah ke ruang rawat inap biasa.

__ADS_1


Tentu saja nyonya Lee begitu bahagia, karena itu adalah pertanda bahwa suaminya sudah tidak dalam bahaya lagi, berada di ruang Intensive Care Unit hanya untuk orang-orang yang gawat darurat. Tapi kini tuan Lee sudah terbebas dari masa kritis, dan setidaknya membuat sang istri begitu tenang. Akhirnya mereka pun pindah ke dalam kamar yang sudah disediakan, sebuah kamar yang begitu mewah di Rumah Sakit tersebut, yang sengaja Lee Young Joon pesan agar membuat keluarga dan Aboeji nyaman berada di kamar tersebut.


🎄b🎄e🎄r🎄s🎄a🎄m🎄b🎄u🎄n🎄g🎄


__ADS_2