Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Makan Siang


__ADS_3

"Bagaimana menurutmu? Apa Yuan berbohong?" tanya Nathan kepada Chen.


"Saya berfikir memang ada yang di sembunyikan Tuan, kita harus segera mencari tahu," kata Chen dengan bersungguh-sungguh.


"Baiklah kita akan mencari tahu, kamu harus membantuku, aku ingin mencari tahu semuanya, agar aku tidak merasa penasaran seperti ini, kamu tahu hidupku seolah sangat gelap, tidak ada tumpuan sama sekali. Hidupku tidak bahagia. Tetapi setelah bertemu dengan seseorang yaitu Dokter Lee, tiba-tiba saja aku merasa jatuh cinta, tetapi saat aku ingin menemuinya ternyata kakaknya marah seolah-olah aku sudah membuat Dokter itu terluka dan tersiksa. Apa itu masuk akal? Bahkan kami baru saja berkenalan," tutur Nathan sambil menatapku dengan mata yang sendu.


"Pasti ada sesuatu hal yang tidak anda ketahui Tuan. Tidak mungkin kakaknya Dokter tersebut tiba-tiba marah kepada anda tanpa alasan," jawab Chen.


"Kenapa ini sangat mencurigakan, eh Chen, apa jadwalku hari ini?" tanya Nathan kepada Chen.


"Hari ini tidak ada jadwal, anda hanya harus beristirahat saja, besok ada makan siang bersama tuan Hyuga di sebuah resto di dekat kantor cabang,"nkata Chen menjelaskan kepada Nathan.


"Baiklah Chen tolong atur semuanya Ya. Kebetulan besok banyak sekali yang harus saya bahas bersama dia," kata Nathan sambil menorehkan senyum yang manis.


"Iya Tuan. Saya akan mengatur semuanya," ucap Chen sambil tersenyum manis, lalu dia pergi meninggalkan Nathan sendiri.


Keesokan harinya Nathan bersama Chen sudah siap untuk berangkat ke resto yang sudah dipesan, mereka akan segera sampai beberapa saat lagi. Beberapa saat kemudian Nathan sudah duduk di meja Resto dan membahas sesuatu dengan Chen. Tetapi entah kenapa tuan Hyuga masih belum sampai juga, padahal tidak biasanya tuan Hyuga datang terlambat, beliau sangat tepat waktu, tapi kali ini mungkin saja ada sesuatu hal, sampai tuan Hyuga terlambat datang ke pertemuan.


Di satu sisi tuan Hyuga kini baru turun dari mobil, dia tiba-tiba saja melihat anak kecil yang sedang menangis. Saat tuan Hyuga melihat, ternyata anak itu mirip sekali dengan Nathan.


"Ada apa Nak? Kenapa kamu menangis. Ayo ikut Paman. Nanti Paman akan membawa kamu kepada ayahmu," kata tuan Hyuga kepada anak tersebut, Ryu Jin mengangguk, dia terus menangis dan meminta bertemu dengan ayah dan ibunya.


"Aku ingin Ibu, aku ingin Ayah. Paman pertemukan aku dengan mereka," rengek baby Ryu Jin dengan begitu lirih. Anak itu menangis tiada henti, karena ketakutan berpisah dengan orangtuanya.


"Siapa itu Tuan?" tanya sekretaris dari tuan Hyuga.


"Sepertinya ini anaknya Tuan Nathan. Lihat bukankah mereka sangat mirip," kata tuan Hyuga memperlihatkan anak tersebut kepada sekretarisnya.


"Wah benar sekali, kenapa bisa terpisah seperti ini? Apakah anak ini lari dari rumah, atau memang pengasuhnya tanpa sengaja kehilangan dia?" Sekretaris tuan Hyuga merasa terkejut, kemiripan baby Ryu dan Nathan memang 99%. Satu persennya adalah usia mereka yang berbeda.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Nanti kita tanyakan sendiri kepada ayahnya. Kenapa bisa terpisah seperti ini, anak sekecil ini pasti sangat ketakutan berpisah dari orangtuanya. Ayo sekarang kita akan akan bertemu dengan ayahnya, sekalian saja kita bawa balita ini," kata tuan Hyuga kepada sekretarisnya.


"Baiklah Tuan, ayo silahkan anda berjalan lebih depan. Apakah mau saya gendong anaknya?" ucap Sekretaris itu menorehkan senyum sekretarisnya memang begitu cantik tetapi dia pun begitu ramah dan sangat sopan.


"Tidak perlu biar saya yang menggendongnya, saya sendiri yang akan memberikan anak ini kepada ayahnya. Ayo kita jalan," kata tuan Hyuga kepada sekretarisnya.


Lalu mereka pun berjalan menuju ke Resto yang sudah dijanjikan, dan ternyata memang Nathan sudah menunggu bersama sekretaris Chen.


Dari kejauhan Nathan sangat terkejut, tatkala melihat tuan Hyuga menggendong seorang anak, terus anak itu pun melihat kearah Nathan dan Nathan melihat kearah anak tersebut, kedua mata saling memandang, mereka berdua terdiam. Debaran jantung Nathan seolah bergejolak begitu cepat. Ada apa ini mengapa ada anak yang begitu mirip dengan dirinya.


"Ya Tuhan. Tuan lihatlah kalian tampak sama?" ucap Sekretaris Chen dan kepada Nathan. Pria itu hanya terdiam membisu menatap tajam kearah anak tersebut, tanpa memperhatikan Tuan Hyuga yang tersenyum kearahnya.


"Tuan Nathan, anda kehilangan anak anda, putra anda menangis di sana, bagaimana ini kalau anak Anda sampai hilang, pengasuhnya mana sebenarnya?" tanya tuan Hyuga kepada Nathan.


Nathan masih terdiam, dia mendengar dengan jelas bahwa tuan Hyuga menganggap anak itu adalah putranya, karena kemiripan mereka Tiada duanya.


Anak itu duduk di pangkuan Tuan Hyuga lalu turun dan berjalan kearah Nathan.


Di dunia ini tidak ada yang mungkin begitu mirip seperti ini, kalau bukan hubungan darah.


"Ryu Jin, Paman," ucap Ryu Jin sambil menyentuh pipi Nathan dengan lembut, anak itu pun seolah tak percaya ada orang tua yang mirip dengannya.


"Siapa nama ibumu?" tanya Nathan dengan hati yang berdebar.


"Kim Mi So," ucap Ryu Jin dengan lucu.


"Apa-apaan ini, saya pikir itu anak anda Tuan Nathan. Karena sangat mirip, tidak ada duanya. Tidak mungkin kalau hanya sekedar mirip, tapi ini kemiripannya sudah 99%. Tidak usah dites DNA, sudah jelas bahwa itu anak anda," kata tuan Hyuga kepada Nathan. Nathan menatap Ryu Jin dengan kening yang mengerut, lalu pria itu mencoba untuk menggunting rambut anak tersebut.


"Kenapa Paman menggunting rambut ku?" tanya Ryu Jin kepada Nathan.

__ADS_1


"Karena kita mirip, siapa tahu kamu adalah putraku," ucap Nathan sambil mencubit gemas pipi Ryu Jin yang tampan.


"Bukan. Ayahku bernama Lee Young Joon," kata Ryu Jin dengan senyuman manisnya.


"Lee Young Joon, jadi kamu bermarga Lee, kamu tahu tidak, ada seseorang wanita yang Paman sukai, namanya Lee Ji An. Apa kamu mengenalnya?" tanya Nathan mencoba mencari tahu dari anak tersebut.


"Lee Ji An adalah nama ibu kecil, sedangkan ibu besar bernama Kim Mi so. Ayahku bernama Lee Young Joon, dan ayah kecilku bernama Sehun, Paman tolong telepon ayah dan ibu, aku menghafal semua nomor telepon mereka, ini nomer telepon ibu Kim, 08xxxxxx," ucap baby Ryu Jin dengan sangat pintar, anak itu memang diajarkan untuk menghafal nama orang tua dan juga nomor telepon, jika kejadian seperti ini maka baby Ryu akan mudah untuk pulang.


"Apa ... Lee Ji An? tanya nathan


"Iya paman," kata Ryu Jin mengangguk dengan begitu lugu.


"Bukannya Lee Ji An adalah Dokter yang kemarin merawat anda Tuan Nathan," sahut tuan Hyuga kepada Nathan.


"Aku tidak percaya ada orang sangat mirip denganku, apa iya dia putraku?" Nathan bertanya kepada pria


"Lakukan tes DNA secepatnya, tetapi kenapa anda bisa tidak tahu kalau anda memiliki putra?" tanya tuan Hyuga yang mengerut.


"Saya kehilangan ingatan 5 tahun lalu," kata Nathan dengan perlahan. Tuan Hyuga terkejut mendengar bahwa rekan kerjanya telah mengalami amesia.


"Usiaku 5 tahun paman," celoteh Ryu Jin.


"Bisa saja dulu aku memiliki bayi yang tidak aku ketahui," ucap Nathan pelan sambil menggendong anak yang kini sudah seperti copy paste dengannya.


"Apa nama paman itu Nathan?" Celetuk baby ryu Jin membuat semua orang terkejut.


"Kenapa?" tanya Nathan.


"Aku tidak mau di gendong Paman yang bernama Nathan, karena Paman telah membuat ibuku menangis, Ryu ingin pulang, Ryu ingin ibu, ibuuu ibuuu ibuuuu, ibuu Mi So, Ibu Lee ibuu!" tangis anak itu meledak, saat tau bahwa orang yang sedang menggendongnya adalah Nathan.

__ADS_1


🎎 Bersambung 🎎


__ADS_2