Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Bahan Gosip


__ADS_3

Setelah mendengar bahwa dukungan keluarga begitu penuh kepada Lee Ji An. Dia merasa sangat bahagia, namun di sisi lain dia harus mengingat bahwa dia tidak boleh berhubungan dengan Nathan sampai kapan pun.


Wanita itu mulai bekerja lagi, masuk lagi ke Rumah Sakit dan kini bahkan Lee Ji An sudah mulai digunjingkan oleh beberapa Dokter dan perawat, karena kegagalan pernikahan dan status sosialnya yang berubah, ternyata Lee Ji An sudah memiliki seorang anak.


"Dokter Lee," seru suster Ino dengan mata yang berkaca-kaca.


"Iya Suster Ino, ada apa?" jawab Lee dengan mata yang sendu.


"Tidak usah melihat sikap mereka, tidak perlu mendengarkan ucapan mereka, aku akan tetap menemani anda, Dokter," kata suster Ino sambil menggenggam tangan Lee Ji An dengan lembut.


Lee Ji An kini sudah menjadi bahan gosip di Rumah Sakitnya sendiri. Dia benar-benar merasa bahwa dia sudah menjadi selebritis, karena di setiap ruangan membicarakan soal pernikahannya yang gagal.


"Terima kasih banyak Suster Ino, ini adalah takdirku digosipkan seperti ini, memang sudah harusnya aku terima, karena memang aku sudah gagal dalam pernikahanku, dan memang aku sudah memiliki seorang anak, itu adalah sebuah kenyataan, dan aku sangat menyayangi putraku melebihi apa pun di dunia ini," kata Dokter Lee Ji An kepada suster Ino.


"Karena itulah Dokter, anda harus tetap semangat. Aku akan terus berada disampingmu, mendukungmu, dan memberikanmu banyak semangat, agar anda bisa melanjutkan pekerjaan anda dengan senyuman seperti biasanya, Dokter adalah dokter yang terbaik di sini, abaikan ucapan orang yang membuat anda sakit hati, dan teruslah berkreasi karena aku yakin mereka akan melupakan tragedi ini dalam satu minggu, maka bertahanlah dalam seminggu ini, menjadi sebuah selebriti yang digosipkan banyak orang," kata suster Ino sambil memeluk Dokter Lee Ji An dengan begitu lembut.


"Senang rasanya bisa bertemu dengan anda suster Ino. Anda begitu baik dan kini bisa menemaniku dalam kesedihan seperti ini, aku memang Jujur, aku terpuruk karena putraku masih belum bisa aku ambil, aku sangat kehilangan putraku. Tapi aku belum bisa ke sana kan, aku belum mendapatkan cuti, tapi nanti setelah mendapatkan cuti, aku akan segera kesana menyusul putraku, mengambil kembali buah hatiku," kata Lee Ji An sambil membelai lembut Suster Ino lalu Suster Ino pun tersenyum dengan manis.

__ADS_1


"Karena aku menganggap anda sebagai Kakak, bukan sebagai Dokter. Aku menyayangi anda sebagai sahabat, bukan sebagai bawahan pada atasan, semoga saja pertemanan kita ini bisa menjadi sebuah jalan untuk kita saling mendukung, dan saling bekerja sama walau pun bukan dalam hal pekerjaan," kata Suster Ino sambil menorehkan senyum yang manis.


"Betul sekali, sekarang kamu adalah adikku, kebetulan aku tidak memiliki seorang adik, kamu akan aku anggap sebagai adik angkatku, selamat datang di keluarga Lee Sister Ino," kata Lee Ji An sambil menorehkan senyum yang manis kepada Suster Ino. Tetapi tiba-tiba saja ada sirine dan panggilan kode blue terdengar begitu kencang.


Mendengar kode blue tersebut Suster Ino dan Dokter Lee langsung bersiap, dia langsung menuju ke ruang IGD. Ternyata memang di sana sudah ada korban kecelakaan, dan jumlahnya sangat banyak.


Mau tidak mau Suster Ino dan Dokter Lew langsung melakukan tindakan pertolongan dengan secepatnya, membantu para Suster dan Dokter lainnya yang sekarang sedang sangat sibuk. Sesaat Lee akan melupakan kesedihannya, wanita itu pun melupakan kekecewaannya dan melupakan bahwa dia sedang menjadi bahan gosip di Rumah Sakitnya.


Dengan profesional Lee Ji An menjadi seorang Dokter yang sangat telaten, cekatan dan begitu penyayang, kepada pasiennya. Wanita itu terus memberikan pertolongan pertama kepada pasien kegawat daruratan yang ada di Rumah Sakit tersebut.


Dikabarkan kecelakaan itu terjadi karena sebuah Kereta menabrak 1 mobil berisi 5 orang keluarga.


"Uwhh lelah sekali ternyata, banyak sekali korban kecelakaan. Kasihan sekali ya keluarganya," kata Suster Ino kepada Dokter Lee Ji An, sedangkan Lew hanya tersenyum sambil duduk dengan santai melepas semua rasa lelahnya.


Dia memang merasa sangat lelah. Entah kenapa rasanya perutnya juga tidak nyaman, rasa mual dan pusing kini menyerangnya secara tiba-tiba.


"Aduh apa yang terjadi padaku? Kenapa mual sekali, tiba-tiba tubuhku begitu lemas juga, aku terlalu depresi memikirkan kegagalan pernikahanku, sampai lambungku kumat seperti ini," ungkap Lee Ji An dengan suara yang rendah. Sambil mencoba untuk menahan rasa mualnya.

__ADS_1


"Kenapa Dokter anda terlihat lebih pucat. Anda benar-benar kelelahan, sebaiknya anda beristirahat. Lihatlah aku tidak tega melihat anda seperti ini. Jangan dipikirkan lagi masalah gosip-gosip itu, dan lupakan saja pernikahan yang gagal itu, dokter harus membina hidup baru aku yakin jodoh anda pasti akan datang," kata Suster Ino sambil menyodorkan segelas air hangat kepada Lee.


"Mual sekali, rasanya mungkin karena aku belum sarapan," kata Lee sambil mengambil minuman tersebut.


"Ya Tuhan harusnya ada sarapan dulu, kalau anda piket pagi. Bagaimana anda selalu mengabaikan makanan padahal pekerjaan kita di sini sangat berat. Ya sudah biar saya ambilkan dulu beberapa roti di kantin. Tunggu ya sebentar," kata Suster Ino lalu pergi meninggalkan Lee Ji An sendirian.


"Terima kasih Suster Ino," seru Lee Ji An sambil memberikan senyum yang manis.


Wanita itu langsung pergi ke kamar mandi, karena sudah tidak tahan menanggung rasa mualnya. Dia merasa menyesal karena tadi tidak sempat sarapan di rumah, terlalu banyak pikiran, pasti di Rumah Sakit akan banyak gosip tentang dirinya, dan ternyata perkiraannya sangat benar. Bahwa kini ternyata dia sudah menjadi bahan gosip di Rumah Sakit. Sampai-sampai telinganya begitu panas karena digosipkan terus menerus.


Setelah dua kali muntah akhirnya Dokter Lee mengambil obat mual dan meminumnya dia langsung, meneguk minuman yang diberikan oleh Suster Ino tadi.


"Dokter ini makan rotinya, anda tidak boleh membiarkan perut anda kosong seperti itu," kata suster Ino sambil menyodorkan beberapa bungkus roti dan Lee tersenyum manis, betapa perhatiannya anak buahnya kepada dia.


"Kenapa kamu baik kepadaku?" tanya Lee Ji An kepada Suster Ino.


"Bertanya lagi, kan sudah tahu jawabannya," tangkas suster Ino menorehkan senyum yang manis.

__ADS_1


"Iya terima kasih, ya dengan adanya kamu di sini, membuatku merasa sangat senang, ternyata aku memiliki seorang adik yang cantik, dan baik hati, aku akan melupakan semua kejadian itu, dan seolah-olah tidak mendengar gosip mereka," tutur Dokter Lee Ji An sambil menorehkan senyum yang manis kepada suster Ino. Ino pun mengangguk membalas senyuman dari Dokternya tersebut.


Lee lalu memakan beberapa roti itu. Karena memang sepertinya dia juga sangat lapar, tetapi entah kenapa tadi pagi dia malas untuk sekedar sarapan.


__ADS_2