
"Gadis nakal itu dioperasi? Apakah ada penyulit dalam persalinannya atau memang karena sebuah kecelakaan, Kalau aku hitung sekarang adalah usia kehamilannya yang ke-9 dan memang sudah waktunya dia melahirkan," ucap kakek Lee Ji An kepada Ayah Lee Ji An.
"Aboeji sebenarnya Lee Ji An terjatuh dan dia mengalami perdarahan dengan seketika, karena posisi jatuhnya tengkurap," tutur Ayah Lee Ji An kepada kakek.
"Apa, terjatuh?!" Kakek Lee Ji An berteriak dengan sangat kencang, karena terkejut mendengar penjelasan dari putranya tentang kabar terjatuhnya sang Cucu.
"Betul sekali Aboeji dan sekarang kami belum mendapatkan kabar terbaru tentang bagaimana kondisi Lee di Indonesia," jawab Ayah dengan nada yang lemah.
"Ya Tuhan cucuku Ji An. Apakah kita bisa ke Indonesia secepatnya?" tanya Halmeoni dengan nada yang pilu sambil menatap Putri menantunya.
"Sebenarnya tidak ada yang bisa kita lakukan selain berdo'a Eomoeni," ucap Ibu Lee Ji An.
"Kita memang harus berdo'a, tetapi kita juga harus segera berangkat ke Indonesia agar bisa menemani dia ketika saat dia terpuruknya," kata Nenek Lee Ji An.
"Tidak bisa Bu, di sini masih banyak tamu Tatua masih menginap kita tidak bisa begitu saja meninggalkan mereka, itu akan menjadi bahan pergunjingan untuk kita kelak," kata Ayah Lee Ji An dengan menatap sang ibu tajam.
"Lalu apa kita akan berdiam diri saja di sini?" tanya sang Nenek.
"Betul Bu, aku pun memaksa ingin ikut bersama yong Joon ke Indonesia tetapi Joon dan semua melarangku untuk ikut ke sana, kita hanya bisa menunggu kabar saja sambil berdo'a di sini," kata ibu Lee Ji An dengan tatapan yang sendu menggenggam tangan sang Ibu mertuanya.
"Semoga saja Lee baik-baik saja!" ucap Haraboeji dengan suara yang pelan. Sebenarnya Haraboeji begitu mencemaskan cucu kesayangannya itu. Lee memang terusir dari rumahnya. Tapi itu demi kebaikan Lee sendiri agar Lee tidak mendapatkan hinaan atau gunjingan dari para kerabat dan tertuanya.
__ADS_1
Tetapi sebenarnya di hati kecil Haraboeji dan Halmoeni Lee adalah cucu yang paling mereka sayangi. Ketika mendengar bahwa terjadi kecelakaan seperti ini hati mereka terasa teriris dengan sembilu. Mereka tak kuasa untuk tidak menitikkan air mata.
"Kita hanya cukup berdo'a saja kepada Tuhan agar diberikan kesehatan serta dipulihkan dari kritisnya, kita pun berdo'a untuk kesehatan bayi Lee semoga diberikan usia yang panjang dan baik-baik saja," kata Seung Won Ayah Lee Ji An, sambil menatap Ayahnya dengan tatapan yang pilu.
Semua orang yang berada di ruangan itu benar-benar merasakan kecemasan yang teramat dalam. Mereka sebenarnya ingin segera datang ke Indonesia tetapi keadaan tidak memungkinkan mereka untuk berangkat.
"Kita harus bagaimana? Lantas kapan kita akan segera melihat keadaan Lee?" kata Sang Nenek dengan mata yang berkaca-kaca.
"Tunggu saja kabar dari Young Joon kita semua di sarankan untuk menunggunya, sampai para tetua benar-benar pulang semuanya," kata Ayah Lee Ji An kepada semua orang yang berada di kamar tersebut.
🌺🌺🌺
Di sisi lain Lee Young Joon beserta Kim Mi so kini sudah berada di dalam pesawat. Butuh waktu beberapa jam untuk sampai di Indonesia. Mereka yang masih pengantin baru harusnya melaksanakan bulan madu tetapi karena keadaan ini begitu penting mereka melupakan dan mengabaikan hal itu.
"Tidurlah sayang. Sepertinya kamu kelelahan!" ucap Lee Young Joon kepada sang istri tercinta.
"Iya lelah sekali pesta pun belum usai, kita harus segera berangkat dan yang utama adalah cemas, aku sangat cemas bagaimana kondisi Lee saat ini," kata Kim Mi So dengan Tatapan yang sendu.
"Kita berdo'a saja bahwa semuanya akan baik-baik saja, perjalanan dari Korea ke Indonesia bukan perjalanan yang sebentar, jadi kita harus tenang dan terus berdo'a," kata Lee Young Joon sambil menggenggam erat tangan sang istri.
Ingin sekali mereka segera sampai dan melihat kondisi dari adik kecil mereka. Semuanya dan amat memilukan karena mereka bahkan belum sampai ke Indonesia dan masih dalam perjalanan.
__ADS_1
"Yeobo. Bagaimana kalau sesuatu terjadi kepada salah satunya, aku tidak bisa membayangkan hal itu," kata Kim Mi So bertanya kepada sang suami.
"Jangan berpikiran negatif terlebih dahulu, berdo'alah bahwa Lee dan bayinya akan baik-baik saja!" sahut Lee yong joon kepada Kim Mi So.
"Semuanya memang akan baik-baik saja, tapi wajar kan yang aku merasa cemas. Kita tidak tahu apa yang terjadi di Indonesia sana. Aku takutnya tidak bisa menerima jika ada kejutan yang terjadi," kata Kim Mi So sambil menatap sang suami dengan mata yang berkaca-kaca. Wanita itu sebenarnya tidak tahan dan ingin menangis karena saking cemasnya.
Lee Ji An adalah sahabatnya sendiri kecil, mereka bersama dan akhirnya sekolah bersama juga, sampai di China pun mereka kuliah di Universitas yang sama. Jadi wajar saja Kim Mi So merasakan kecemasan yang teramat dalam Lee Ji An mendapatkan musibah seperti ini.
Sebagai seorang sahabat dan kakak ipar, Kim Mi So benar-benar menyayangi Lee Ji An begitu dalam. Jauh sebelum Joon dan dia berhubungan. Lee dengan Lee Young Joon sudah menjadi sahabat untuk Kim Mi So. Dan karena Lee Ji An lah, Lee Young Joon dan Kim Mi So bisa bersama.
Lee yang mendekatkan mereka berdua, menjadi Mak Comblang untuk sahabat dan kakaknya. Saking Lee Ji An tidak mau kehilangan Kim Mi So. Karena jika Mi So tidak menikah dengan Lee Young Joon, Lee akan kehilangan Kim Mi So karena apa, karena Mi So bisa pasti akan dibawa oleh suaminya dan nanti mereka jarang berjumpa.
Karena itulah Lee Ji An dahulu menjadi Mak Comblang untuk mereka berdua. Pada akhirnya memang Lee Young Joon pun jatuh cinta kepada Kim Mi So. Li Jian begitu senang karena hubungan Lee Young Joon dan Kim Mi So sukses. Mereka berdua bagi Lee begitu berarti dan tidak akan tergantikan.
Pada saat pesta pertunangan mereka, Lee menjadi seorang gadis yang sangat bahagia karena berhasil menjadikan sahabatnya sebagai kakak iparnya. Tetapi sekarang bahkan di hari bahagia itu di Lee harus menerima kenyataan bahwa hari bahagia kakaknya adalah hari terpahit karena menjadi hari kematian untuk bayinya.
Lee Young Joon sendiri belum mengetahui perihal kejadian itu. Dia masih berharap bahwa bayi itu selamat bersama ibunya.
"Seperti apa rupa bayi kecil itu?" kata Kim Mi So sambil menatap sang suami.
"Entahlah Yeobo, dia pasti akan sangat lucu, dia pasti akan sangat mirip dengan Lee," jawab Lee Young Joon menorehkan sedikit senyum kepada Kim Mi So.
__ADS_1
🌺🌺🌺