
Lele yang kini masih ditahan oleh seorang Dokter tidak bisa menemui Lee di ruang rawat inapnya. Wanita itu begitu kebingungan Kenapa dia tidak diperbolehkan untuk pergi dari ruangan perinatologi itu. Dia hanya bisa duduk dengan semua pertanyaan yang bergejolak di dalam pikirannya.
Tiba-tiba saja seorang Dokter datang dan menghampirinya.
"Nona, apakah anda keluarga nyonya Lee Ji An?" tanya seorang Dokter yang cantik dan anggun.
"Iya Dokter saya adalah saudara dari pasien yang bernama Lee Ji An," ucap Lele dengan kening yang mengerut. Lele masih tidak mengerti kenapa Dokter itu menahan dirinya disana.
"Baiklah Nona mari kita masuk ke ruangan perinatologi, kita lihat bayi yang sudah Nyonya Lee lahirkan," kata Dokter tersebut. Lele hanya bisa mengangguk saja Ia pun mengikuti langkah kaki Dokter anak itu.
Dan kini sekarang mereka sudah berdiri didepan meja datar dan di sana terbaring seorang bayi yang sudah dibungkus oleh kain kafan.
"Ya Tuhan apakah dia bayi itu?" Lele begitu merasa sakit hati melihat kain kafan menutupi bayi kecil itu, sangat kecil dan mungil dia tidak bertahan akibat trauma yang telah terjadi pada saat persalinan tadi.
"Bayi ini lahir dengan keadaan asfiksia berat dan sudah tidak bisa lagi diselamatkan, keadaan plasenta yang sudah terlepas sebelum waktunya membuat bayi ini tidak bisa bernafas dan kekurangan oksigen, suplai oksigen terhenti secara tiba-tiba dan membuat bayi kehabisan O2. Sehingga suplai asupan O2 sudah tidak ada sama sekali, maaf kami tidak bisa menyelamatkan bayi mungil ini!" tutur Dokter tersebut dengan wajah yang sangat bersalah.
__ADS_1
"Kasihan sekali bayi ini. Dia terlihat begitu sehat padahal," Lele meneteskan air matanya. Wanita itu bahkan tidak mau menggendong mayat bayi tersebut, saking begitu takutnya karena begitu sedih.
"Iya jika saja tidak terjadi trauma maka bayi ini dijamin akan lahir secara sehat dan selamat," tukas Dokter tersebut.
"Dokter apakah jenis kelamin bayi ini, dan berapa bobotnya?" tanya Lele sambil menatap sang Dokter dengan matanya yang basah wanita itu sudah tidak bisa lagi menahan tangis. Ia tak mampu bahkan untuk sekedar menggendong bayi itu. Dia begitu sedih karena tidak dipungkiri selama hamil dialah yang mengurus semua keperluan memberikan semua peralatan bayi dari mulai baju bayi sepatu dan sebagainya.
Kini bahkan semua persiapan dan peralatan bayi sudah tidak bisa dia kenakan lagi, karena sang baik bahkan hanya bisa terbungkus oleh kain kafan saja.
"Bayi Nyonya Lee Ji An berjenis kelamin perempuan, beratnya sekitar 2400 gram. Dan panjangnya sekitar 46 Cm. Tidak ada kelainan bawaan yang diderita bayi ini semua baik-baik saja, tetapi penyebab kematian dari sang bayi yaitu karena plasenta yang telah terlepas sebelum waktunya," kata Dokter anak tersebut menjelaskan riwayat kematian sang bayi mungil itu.
Air mata wanita itu kembali mengalir deras. Hatinya begitu teriris saat melihat betapa polosnya bayi itu. Bayi yang terlihat begitu cantik sangat mirip dengan Lee Ji An, tetapi usianya tidaklah panjang dan itu benar-benar membuat hatinya teriris dengan luka yang begitu dalam.
"Ya Tuhan Baby kamu sangat mirip dengan ibumu. Kamu sangat cantik kulit begitu putih dan bersih, tapi sekarang kamu tertidur untuk selamanya. Selamat jalan bayi kecilku, semoga kamu cepat kembali bereinkarnasi menjadi anak Lee Ji An kembali. Agar kamu bisa merasakan kasih sayang seorang Ibu dari ibumu yang begitu baik hati itu," Lele terus menangis dengan tersedu sambil mengelus lembut kepala sang jabang bayi.
"Dokter anak itu hanya bisa terdiam dengan penuh sesal didalam hatinya. Meninggalnya si jabang bayi bukanlah kesalahan Dokter atau karena proses persalinan, tetapi meninggalnya si jabang bayi itu karena trauma yang dialami oleh Lee Ji An. Jika sudah seperti ini maka siapa yang akan disalahkan, saling menyalahkan pun akan percuma karena tidak akan membuat si bayi hidup kembali.
__ADS_1
Dengan memberanikan diri wanita itu pun mencoba untuk menggendong bayi dengan tangannya yang bergetar. Nilai sebenarnya tidak sanggup untuk menggendong bayi itu karena dia sangat takut tak bisa menahan emosinya. Tetapi bayi itu harus diperlukan karena dia tak kuasa sangat tidak tega untuk membiarkan baik itu kedinginan di atas meja yang rata itu.
"Ya Tuhan aku memelukmu seperti ini. Anggaplah aku sebagai ibumu nak, karena aku tidak akan membiarkan Lee untuk melihatmu, karena jika dia melihatmu dia pasti akan shok berat. Kasihan sekali kalian berdua tidak bisa hidup bersama-sama, padahal kalian ibu dan anak, pelukanku ini aku anggap sebagai pelukan terakhir dari seorang Ibu walaupun aku bukan ibumu tetapi snggaplah aku sebagai ibumu. Aku akan segera memakamkanmu tanpa sepengetahuan Lee Ji An. Aku tidak akan membiarkan Lee Ji An melihat kamu Sayang. Karena itu pasti akan membuat dia menjerit kesakitan, wanita mana yang akan tahan melihat buah hatinya dibungkus oleh kain kafan. Jadi maafkan aku, aku akan memakamkanmu tanpa memperlihatkan dirimu kepada sang ibu, aku hanya akan memberikan sebuah foto saja kepadanya," ucap Lele sambil memeluk erat tubuh bayi mungil itu.
Bayi yang benar-benar sudah tidak bernyawa lagi. Bayi yang telah Lee Ji An kandung selama 9 bulan kini sudah tidak bernafas lagi. Lele terus menangis, air matanya mengalir deras tanpa bisa dia mendung lagi. Kesakitan dalam hatinya seperti hujaman mata pisau yang menusuk sampai beribu-ribu kali.
Sebagai seorang perempuan Lele merasakan kesakitan yang teramat dalam, walaupun dia sendiri belum merasakan bagaimana rasanya kehilangan seorang anak. Tapi Kehilangan dari anak Nonanya sendiri membuat dia sungguh tersiksa.
"Kamu belum aku beri nama, nanti ibumu yang akan memberikanmu nama nak," kata Lele sambil mengecup kening tubuh mungil yang dingin dan kaku itu.
Lalu Lee pun merebahkan kembali tubuh si kecil yang kaku di atas meja datar tersebut.
"Ya Tuhan sakit sekali rasanya kehilangan, aku merasakan kesakitan yang begitu dalam, Bagaimana dengan Lee Ji An. Apa yang akan terjadi kepadanya ketika mendengar bahwa buah hatinya yang dia dambakan yang dia cintai ternyata tidak bisa terselamatkan," ucap Lele di dasar hatinya, wanita itu benar-benar merasa tersakiti karena kehilangan bayi tersebut.
Bersambung.
__ADS_1