Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Berpapasan


__ADS_3

Saat Nenek Liao keluar dari ruangannya Lee Ji An, Nenek berjalan untuk keluar dari lorong Rumah Sakit tersebut,tetapi di lorong tersebut ternyata dia berjumpa dengan kedua orangtua Lee Ji An. Wanita paruh baya itu begitu terkejut melihat dua orang yang sangat ia benci.


"Ya Tuhan kenapa aku bertemu dengan dia lagi, kenapa aku bertemu dengan dia lagi Tuhan? Dia sudah mengambil kebahagiaanku, merenggut semua bahagia dalam hidupku, yang telah mengambil senyumanku, dan senyuman cucuku. Kini kita berdua bertemu kembali di Indonesia, sungguh membuat hatiku memanas, apa ini? Takdir macam apa ini, aku sudah tidak mau lagi bertemu dengan orang-orang itu," kata Nenek Liao di dalam hatinya sambil berpura-pura tidak melihat kearah kedua orang tua Lee Ji An.


Jantung Ayah benar-benar berdetak begitu kencang tatkala melihat Nyonya Liao kini berpapasan dengannya, pria tersebut sempat menghentikan langkahnya, begitu pula dengan sang istri, dia sebenarnya ingin menyapa orang tua tersebut tetapi dia enggan untuk melakukan hal itu.


Sudah lama mereka tidak berjumpa, bahkan bisa dibilang sudah belasan tahun mereka tidak berjumpa, tetapi Tuan Lee masih mengingat wajah Nenek Liau. Rasa sakit ini dia rasakan Karena nenek Liao bahkan tidak menoleh kepadanya, dia menyadari bahwa sang Nenek masih mengingatnya tetapi Nenek tersebut berpura-pura untuk tidak melihatnya.


Ayah Lee benar-benar merasakan jantungnya berpacu begitu kencang, rasa bersalahnya kembali muncul dengan melihat wajah Nenek Liao. Dia hanya bisa terdiam sambil menoleh melihat langkah kaki Nenek Liao pergi menjauhi dirinya. Hatinya tidak karuan. Ia begitu cemas lihat situasi saat ini.


"Yeobo, ada apa?" tanya sang istri kepadanya.


"Lihat kan itu ada Nyonya Liao, Ibu dari Zack Liao. dan Ziu Yuen. Kamu masih ingat atau mungkin kamu sudah lupa, Yeobo?" kata Ayah Lee kepada istrinya.


"Aku tidak terlalu kenal dengan jelas, saat itu aku hanya bertemu satu kali saja, pada saat pemakaman, dan itupun aku tidak bisa menemuinya secara dekat. Jadi wajar saja kalau sekarang aku tidak bisa mengenalinya dengan jelas," kata Nyonya Lee kepada sang suami.

__ADS_1


"Wanita itu pasti masih mengenaliku, tadi mata kami bertatapan, aku melihat jelas dia merasa terkejut karena melihat kita berdua di sini, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi ketika wanita itu mengetahui bahwa Lee adalah Putri kita dan Nathan sangat mencintai Putri kita. Apakah wanita itu akan merestui hubungan Nathan dan Lee?" Aboeji benar-benar merasakan kecemasan yang teramat dalam.


Tubuhnya tiba-tiba saja melemah, tumpuan kakinya tak sanggup menahan beban, dia akhirnya kini memutuskan untuk duduk di bangku yang berada di lorong tersebut. Keringat dingin mulai menyelimuti seluruh tubuhnya. Dia merasakan kecemasan yang berlipat-lipat dari pada biasanya.


Bagaimana dengan nasib Putrinya, takdir macam apa ini, kenapa Putri mereka harus jatuh cinta pada Nathan. Atau jangan-jangan ini adalah perbuatan yang disengaja oleh Nathan, sengaja untuk melukai hati Lee Ji An putrinya. Ayah Lee benar-benar tidak bisa membayangkan jika sampai Nathan hanya berpura-pura menyukai putrinya.


Kasihan sekali Lee Ji An kalau ternyata memang Nathan Merencanakan hal jahat seperti itu.


"Yeobo. Apakah kamu mau minum? Kalau kamu mau minum tunggulah sebentar aku akan mengambilkan kamu minum," Nyonya Lee bertanya kepada Tuan Lee. Sebagai seorang istri ibu merasa sangat cemas melihat suaminya tiba-tiba bersikap seperti itu.


"Apa ini perihal Nathan dan Lee Ji An, Putri kita?" tanya Nyonya Lee kepada sang suami.


"Yu Jin, takdir ini benar-benar begitu pelik, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan untuk membuat keluargaku bahagia, sudah cukup Putri kita menderita hamil diluar nikah. Apa yang harus kita lakukan setelah kita bahkan melihat Cucu kita begitu, tampak Ayah itu, tetapi dia belum memiliki Ayah yang sah. Kasihan sekali Putri kita Lee Ji An jika sampai mereka gagal menikah," ungkap sang suami kepada istrinya.


Ibu Lee sendiri langsung terdiam, tubuhnya bergetar tidak karuan dia baru memikirkan hal itu, putri yang sangat mereka sayangi memiliki nasib yang sangat pelik, setelah hamil diluar nikah kini Lee masih memiliki kendala dengan pernikahannya.

__ADS_1


"Kasihan sekali Ji An, jika sampai Nathan membatalkan pernikahannya, Ji An sangat mencintainya Ayah, sepertinya Nathan pun demikian. Ibu melihat kesungguhan Nathan di matanya, aku melihat Nathan sangat bersungguh-sungguh ingin meminang Putri kita, tetapi mereka berdua belum tahu kenyataan yang mereka hadapi saat ini. Apa yang harus kita lakukan Yeobo. Kasihan sekali Putri kita kalau sampai Nathan membatalkannya," Ibu Lee kini hanya bisa menangis dengan tersedu, wajahnya sudah memerah dengan air mata yang terus berderai.


Dia tidak tahu harus berbuat apa, dia tidak tahu harus memikirkan apalagi, dia ingin putrinya bahagia. Tetapi tidak memiliki jalan keluar untuk saat ini, karena itu sudah sangat dipastikan tidak akan pernah menyetujui pernikahan Nathan dan Lee Ji An, tatkala suatu hari Nenek tersebut tahu bahwa Lee Ji An adalah Putri mereka berdua.


"Ayah pun berpikir demikian, Sayang. bagaimana dengan nasib Lee. Haruskah kita memutus mata rantai sekarang, supaya Lee segera berpisah dengan Nathan sekarang agar dia tidak terlalu berangan-angan dengan pernikahan mereka, pernikahan yang tidak mungkin terjadi." Aboeji berkata dengan tetesan air mata, sebagai seorang Ayah dia tak sanggup untuk membuat putrinya menangis kembali.


"Ya Tuhan Ibu sangat sedih kenapa Lee harus bertemu dengan Nathan, Kenapa Lee tidak bertemu dengan orang lain saja, kenapa Lee harus bercinta dengan Nathan dan jatuh cinta kepada pria itu. Kenapa Lee tidak bercinta dengan Sehun saja dan mencintai Sehun, tetapi kenapa kenapa banyak sekali pertanyaan yang ingin kamu tanyakan kepada Tuhan," lirih sang ibu dengan tangisannya.


Wanita itu terus terisak, entah apa yang akan dilakukan saat ini, tidak tega harus menyakiti hati putrinya dengan mengatakan semua kenyataan pahit ini. Karena pasti suatu saat nanti akan meninggalkannya, dan pasti akan lebih memilih Neneknya dari pada Lee Ji An. Semuanya teramat membingungkan sepasang suami istri itu kini sedang meratapi nasib putrinya yang malang.


Air mata sudah tak sanggup lagi mereka bendung. Kepedihan sudah sangat mengurung sukma dan jiwanya. Tidak tega jika sampai Lee Ji An terluka untuk kedua kalinya.


"Kita hanya memiliki satu Putri itu adalah Lee Ji An dan Putri kita adalah putri yang sangat berharga, tetapi kini kita sendiri tidak tahu cara untuk membahagiakannya, makan kita sendiri adalah penyebab dari kesedihan Putri kita. Apa yang harus Ayah lakukan, Sayang. tolong katakan?" tanya sang Ayah kepada istrinya sedangkan Ibu Lee Ji An sendiri hanya bisa menggelengkan kepalanya.


🎀🎀🎀

__ADS_1


__ADS_2