
Indonesia. 1 juni 2020
Kembali ke hari pernikahan, di mana Nathan masuk ke Rumah Sakit diikuti oleh sang nenek. Kini Dokter Yuan Chuan menjadi satu-satunya keluarga yang mengambil keputusan untuk Nathan dan nenek Liao.
Dokter lalu datang memberitahukan kondisi Nathan. Yuan Chuan begitu bergetar dan ketakutan, takut terjadi sesuatu kepada sahabatnya, teman kecilnya yang sudah dia sayangi layaknya adik sendiri.
"Dokter saya adalah keluarga dari Nathan, pasien yang sedang anda tangani sekarang," kata Dokter Yuan Chuan kepada Dokter spesialis penyakit dalam.
"Apakah kamu seorang Dokter?" Dokter itu bertanya kepada Yuan Chuan.
"Benar sekali, saya dokter umum, dokter pribadi dari pasien tersebut, selain Dokter pribadi saya juga adalah kerabatnya. Sebaiknya anda katakan semuanya kepada saya, tentang kondisi pasien," ungkap Yuan Chuan kepada Dokter tersebut.
"Begini Tuan, pasien harus segera dilakukan operasi, karena kalau tidak segera, itu akan berakibat sangat buruk untuknya, beliau akan mengalami kebutaan permanen," ucap Dokter penyakit dalam tersebut, Dokter itu ternyata bernama Dokter Heri.
"Apa? Kebutaan?!" pekik Yuan Chuan begitu terkejut, tatkala mendengar hasil pemeriksaan dari Dokter Heri.
"Betul sekali dan operasi itu harus dilakukan CITO, kalau tidak saya tidak mau terjadi sesuatu hal yang buruk," ucap Dokter Heri kepada Dokter Yuan Chuan.
"Ini tidak bisa dibiarkan, Nathan tidak boleh sampai buta. Bagaimana dengan nasibnya, jika pria itu sampai buta, tetapi jika dilakukan operasi maka ingatannya?" Yuan Chuan merasa begitu cemas. Dia berkata dengan pelan namun Dokter Heri mendengarnya begitu jelas.
"Separuh ingatannya akan hilang, tetapi bisa juga semuanya, itu dilihat dari kondisi nanti. Tenang saja beberapa tahun kemudian pasti akan sembuh dengan berjalannya waktu, kehilangan ingatan tersebut hanya sementara saja." Dokter Heri mengatakan kepada Dokter Yuan Chuan dengan jelas.
"Dokter, lakukan yang terbaik untuk teman saya, saya adalah satu-satunya keluarga yang bertanggung jawab atas dirinya saat ini, karena neneknya pun sekarang dalam bahaya. Saya tidak mau ambil resiko, lakukan operasi sekarang juga." Dokter Yuan Chuan berkata dengan begitu lugas.
"Kalau seperti itu keputusannya, maka silahkan anda tandatangani surat yang dibawa oleh Suster, agar semuanya berjalan dengan lancar. Saya permisi dulu," Dokter Heri berkata, lalu dia pun pergi meninggalkan Yuan Chuan.
__ADS_1
Perawat datang membawa beberapa berkas, lalu menyarankan kepada Dokter Yuan Chuan untuk membawa berkas tersebut ke pendaftaran, sebagai tanda persetujuan bahwa pasien akan segera dilakukan operasi, beserta pembayaran yang harus dibayar dimuka.
"Maafkan aku Nathan, ini demi kamu, semua demi masa depanmu, aku tidak akan membiarkan kamu buta, kamu harus sehat seperti sedia kala," kata Dokter Yuan Chuan sambil menandatangani surat persetujuan operasi.
Setelah itu dia langsung membayar semua administrasi untuk kebutuhan operasi. Walaupun memang begitu berat untuk memutuskan, keputusan ini tetap dia harus melakukannya, semua demi kebaikan sahabatnya.
Setelah menandatangani surat persetujuan tindakan, akhirnya Nathan dengan segera dibawa ke ruang bedah, untuk dilakukan penanganan secara menyeluruh dan mengoperasi bagian kepala Nathan. Pria itu duduk di depan ruang operasi dengan kecemasan dan rasa gundah yang melanda.
Dia melupakan Lee Ji An yang kini sedang menunggunya di hotel tersebut. Tiba-tiba saja Agatha datang membawakan beberapa makanan ringan untuk kakaknya.
"Makanlah ini, aku takut kamu sakit Gege, dari tadi kamu terlihat begitu cemas," kata Agatha sambil menatap kearah kakaknya.
"Aku memang sangat cemas, tetapi apa kamu tidak cemas? Agatha, bukankah kamu mencintai Nathan," jawab Dokter Yuan Chuan sembari langsung bertanya kepadanya.
"Agatha kita melupakan sesuatu, kita belum memberitahu keluarga pengantin perempuan, bahwa pengantin laki-laki sedang dalam bahaya, aku harus segera nelponnya, ini jam berapa Agatha?" tanya Dokter Yuan Chuan dengan kecemasannya.
"Sepertinya Yuan Gege sudah terlambat untuk memberitahukan hal itu. Lihatlah ini sudah jam 6 sore, keluarga pengantin perempuan pasti sudah sangat malu, karena pengantin laki-laki tidak datang," kata Agatha Chuan kepada sang kakak.
"Ya Tuhan aku harus bagaimana, tunggu Agatha aku harus mengutus seseorang untuk datang ke rumah di Lee Ji An, memberikan kabar, mereka harus tahu kalau Nathan dalam bahaya, mereka harus mengerti kalau Nathan ternyata bukan bermaksud untuk membatalkan pernikahan," kata Yuan Chuan sambil bergegas menelepon seseorang.
Pria itu langsung mengambil ponselnya, lalu melakukan panggilan telepon kepada sopirnya, menyarankan sopir untuk segera berangkat ke apartemen Lee Ji An.
Sopir itu pun langsung bergegas pergi, dan beberapa saat kemudian pak Sopir sampai di kediaman Lee Ji An. Pria itu langsung melaporkan kejadian kepada Dokter Yuan Chuan bahwa di apartemen Lee Ji An sudah tidak ada orang.
Dokter Yuan Chuan merasa sangat sedih dan menyesal, dia terlambat memberitahukan kepada keluarga perempuan perihal kejadian ini.
__ADS_1
"Ya Tuhan sebenarnya keluarga Lee pergi ke mana?" Dokter Yuan benar-benar merasa frustasi, pria itu menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Kenapa, mereka tidak ada di rumah?" tanya Agatha dengan kening yang mengerut.
"Tidak ada," jawab Yuan.
"Mungkin masih di hotel?" Sekali lagi Agatha berkata.
"Sudah aku perintahkan orang suruhanku untuk segera ke hotel, tetapi belum ada jawaban sampai saat ini, semoga saja Lee ada di hotel," kata Yuan sambil menatap adiknya.
Beberapa waktu akhirnya sopir itu menelepon kembali dan mengatakan bahwa di hotel sudah tidak ada orang, petugas hotel pun sudah mulai berbenahkan kembali Aula hotel tersebut.
"Ada apa?" Agatha bertanya kembali.
"Lee Ji An tidak ada di hotel, setelah Natal sebuah aku harus mencari keluarga mereka, aku harus menjelaskan semuanya kepada Lee," kata Dokter Yuan Chuan dengan wajah yang begitu sendu.
Pria itu merasa sangat menyesal, kesalah pahaman ini harus segera dia luruskan. Lee Ji An pasti sangat marah kepada Nathan, karena mengira Nathan membatalkan pernikahan sepihak, padahal Nathan saat ini dalam kondisi yang kritis.
"Mungkin ... Nathan gege dan wanita itu tidak berjodoh, Gege," kata Agatha Chuan sambil menundukkan wajahnya.
"Apa maksudmu?" Yuan gege menatap sang adik dengan tatapan yang tajam.
"Kataku Nathan Gege itu sudah ditakdirkan untuk menjadi jodohku. Kenapa Yuan Gege tidak mengerti juga, kejadian hari ini adalah pertanda bahwa memang mereka tidak cocok untuk bersama, kalau mereka sudah memiliki anak sekalipun, Tuhan masih belum mengijinkan mereka bersama, itu pertanda Tuhan lebih menginginkan Nathan gege bersamaku," kata Agatha Chuan dengan penuh keyakinan. Sedangkan Yuan Chuan hanya bisa menghela napas berat, menggelengkan kepalanya, dia tidak percaya dengan ucapan sang adik yang egois seperti itu.
💖B💖e💖r💖s💖a💖m💖b💖u💖n💖g
__ADS_1