Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Pagi Mencekam


__ADS_3

Pagi itu kedua orangtuaΒ  Lee Ji An mengetahui bahwa Putri mereka sudah tidak ada di rumah, dan ayah Lee Ji An langsung sadar bahwa ternyata putrinya pasti sekarang sudah bersama Nathan hendak berangkat ke Cina.


Tidak ada satu katapun yang terucap dari kedua orangtua Lee Ji An. Kim Mi So yang duduk sambil merapikan meja makan mencoba memberikan beberapa helai roti tawar kepada sang suami. lalu menuangkan juz ke gelas kedua orangtuanya. Kim Mi so sebenarnya tidak ingin ikut campur. Ada gesekan pegas di antara keduanya, seperti ada bom yang hendak meledak tetapi terhalang oleh es batu.


Karena itu Kim Mi So hanya bisa terdiam, ikut diam lebih tepatnya. Ia tidak berani berkata satu katapun. Lee Young Joon mulai menggigit rotinya, sebenarnya ia sudah sangat cemas, Ayahnya pasti akan mengamuk kepadanya. Tetapi dia pura-pura tidak tahu saja, karena dia tidak mau sampai terjadi perdebatan yang sangat hebat.


Sang Ibu mencoba untuk memberikan sebuah sepiring nasi goreng untuk ayah Lee Ji An. Tetapi tidak disangka Ayah Lee Ji An bahkan tidak mau makan nasi goreng tersebut dan malah berdiri dari tempat duduknya. Ayah langsung masuk ke kamar dan mengambil jaket miliknya, sepertinya beliau hendak keluar dari apartemen tersebut.


"Ayah sebenarnya Ayah mau kemana, sebaiknya Ayah sarapan terlebih dahulu. Apa lagi di luar hujan, nanti Ayah masuk angin," ungkap sang istri kepada suaminya.


"Iya Ayah sarapan dulu, aku sudah memasak untuk kita semua, apa Ayah tidak suka masakanku, kali ini?" kata Kim Mi So kepada sang Ayah mertua.


Namun Ayah mertuanya hanya terdiam dengan menahan semua kemarahan yang ada, wajahnya merah padam, tangannya mengepal dadanya bergemuruh, benar-benar merasakan sebuah getaran yang sangat hebat. Seolah sebuah petir menyambar dirinya, tubuhnya bergetar kuat. Dia menahan gelora amarah yang selama ini hampir saja meledak.


"Ayah, Ayah makan dulu baru kita keluar!" ucap sang istri sambil berdiri lalu menghampiri sang suami membantu suaminya untuk duduk di sofa, tetapi Tuan Lee malah menepis tangan istrinya.

__ADS_1


"Ayah sudahlah, sebaiknya kita sarapan dulu, tidak boleh marah seperti ini, tidak baik bagi kesehatanmu! Ingatlah usiamu tidak muda lagi," ucap Nyonya Lee kepada suaminya.


Kembali Ayah Lee tidak mau menjawab perkataan sang istri. Dan membuat semua menjadi serba salah, Joon sendiri tidak berani menatap mata sang Ayah, dia hanya memakan roti tawarnya dengan perlahan.


"Ayo Ayah, aku sudah membuatkan jus strawberry yang sangat lezat, rasanya sangat manis," Kim Mi Soo kembali membujuk sang Ayah mertua, dan lagi-lagi Ayah mertuanya hanya terdiam mematung.


"Ayah tidak usah cemas seperti itu, Lee pasti akan baik-baik saja!" kata Lee Young Joon sambil meneguk jus melon miliknya. Pria itu lalu menatap sang Ayah dengan tajam, dia memang merasa bersalah karena dia lah Ayahnya marah seperti itu. Tapi apa mau dikata, semuanya demi adik kesayangannya.


Lee Young Joon tidak mau adiknya terus menangis, Joon tahu itu cuma satu minggu saja, setelah itu tidak akan ada lagi ulangan pergi ke Cina sebelum pernikahan.


"Apa tugasmu sebagai seorang Kakak? Tidak becus menjaga adiknya sendiri, membiarkan adiknya pergi begitu saja dengan pria asing, kamu tidak tahu adikmu baru saja melahirkan, wanita melahirkan sebelum 40 hari tidak boleh keluar rumah sama sekali. Apalagi bepergian ke luar Negeri," kata sang Ayah dengan suara yang pelan namun penuh dengan penekanan.


"Itu hanya ucapan orang tua jaman dahulu ayah. Empat puluh hari apakah perempuan harus tinggal di rumah selama itu, pada kenyataannya bahwa memang banyak sekali di luar sana perempuan baru seminggu dua minggu sudah berjalan-jalan keluar kota ke luar Negeri. Ayah coba hilangkan sedikit saja sifat kolot Ayah. Ini sudah jaman modern," ungkap Lee Young Joon kepada sang Ayah supaya Ayahnya menghilangkan semua sifat kolotnya.


"Kamu tidak tahu kan, sangat bahaya untuk hati Lee Ji An kita, jika dia sampai datang ke Cina," ungkap Ayah sambil menatap putranya dengan kemarahannya.

__ADS_1


"Bahayanya seperti apa Ayah, mereka berdua saling mencintai dan bahkan Nathan Ingin melamar Lee, tetapi kenapa Ayah bersikeras harus melarang mereka untuk bersama. Bukankah itu sangat keterlaluan, kasihan mereka berdua kalau Ayah terus keras kepala seperti ini," tutur Lee Young Joon kepada sang Ayah.


Sebenarnya dia mungkin tidak mau membuat Ayah sedih, dia pun tidak mau membantah sang Ayah, tetapi Lee Ji An juga begitu penting, dia kasihan pada pasangan itu, yang tidak bisa bersama. Joon anggap adiknya Lee dan Nathan sedang berjalan-jalan, biarkan mereka mempunyai waktu untuk berdua, setidaknya itulah yang dipikirkan oleh Lee Young Joon pada saat ini.


"Ini akan sangat bahaya Joon, Lee akan sangat susah untuk melupakan Nathan, Nathan itu bukan jodohnya, mereka tidak akan bisa bersama. Mengertilah Putraku ibu mohon,"' kata sang Ibu mulai menatap putranya dengan matanya yang berkaca-kaca.


"Kalian selalu saja berkata hal seperti itu, namun tidak memberikan aku sebuah alasan yang bisa aku mengerti dengan jelas, Kenapa Lee dan Nathan tidak bisa bersama, mereka bahkan saling mencintai, mereka akan hidup bahagia, apalagi mereka memiliki seseorang bayi. Bukankah sangat menyedihkan jika sampai baby Ryu Jin harus terpisah dengan Ayahnya," kata Lee Young Joon kepada sang Ayah.


"Sudahlah tidak perlu bertanya hal yang tidak akan kamu mengerti, kamu hanya perlu tahu, kamu hanya perlu ingat bahwa memang sampai kapanpun mereka tidak akan bisa bersama, kecuali kalau memang Nathan ingin menikahi Lee dan Neneknya datang sendiri dan menikahkan merek, menyetujui mereka menikah, baru Ayah akan setuju dan merasa tenang," kata Ayah dengan pelan.


"Aku yakin keluarga Liao akan menerima Lee dengan baik, mencintai Lee. Apalagi setelah aku tahu bahwa ternyata Nathan adalah cucu tunggal, kehadiran Ryu Jin untuk keluarga Lioa sangat berharga, mereka pasti akan menyayangi Lee, begitu dalam. Ayah tidak perlu khawatir tidak usah merasa cemas, cemas yang berlebihan itu tidak baik untuk kesehatan kita, yah," ungkap Lee Young Joon kepada sang Ayah.


"Kamu tidak mengerti, sampai kapanpun mereka tidak akan merestui Lee Ji An menikah dengan keturunan kita. Jika saja kamu mengerti maka kamu pasti akan melarang Lee untuk berangkat ke Cina."


"Bagaimana Joon bisa mengerti Ayah. Anda tidak memberikan Joon alasan untuk bisa mengerti, Joon hanya tahu Lee sangat mencintai Nathan dan Nathan sangat mencintai Lee?" Lee Young Joon tidak mengerti Ayahnya, Ayah tidak pernah memberi alasan yang yang bisa dia cerna.

__ADS_1


"Sayang Jangan berbicara keras seperti itu kepada Ayah, tidak sopan. Ayah juga sudah tua sebaiknya kita yang lebih mudah diam saja," kata Kim Mi So kepada sang suami. Wanita itu tidak mau suami dan mertuanya bertengkar di hadapannya. Kim Mi So ingin rumahnya tenang tidak suka dengan suasana mencekam seperti ini.


πŸŽ„πŸŽ„πŸŽ„πŸŽ„πŸŽ„πŸŽ„πŸŽ„πŸŽ„πŸŽ„πŸŽ„πŸŽ„πŸŽ„πŸŽ„πŸŽ„πŸŽ„


__ADS_2