
Saat kedua wanita itu sedang menangis, tiba-tiba saja seseorang menelpon Lee Ji An dari Korea. Siapa lagi kalau bukan Sehun, selama ini Sehun dan Lee Ji An memang sangat dekat. Bahkan mereka menjalin hubungan walaupun bukan hubungan sebagai seorang kekasih, tetapi hubungan itu lebih lebih ke friend Zone.
Lee Ji An segera menyeka air matanya, dia mencoba untuk stabilkan napasnya, tidak boleh terlihat sedih atau terdengar sedang menangis.
Wanita itu langsung menerima panggilan telepon dari Sehun, dan mereka pun langsung bercakap.
"Apa kabarmu, Lee?" tanya Sehun kepada Lee Ji An.
"Aku baik-baik saja Sehun, tumben kamu menelepon, biasanya kamu langsung datang ke sini," tanya Lee Ji An sambil mencoba menstabilkan suaranya.
"Begini, aku datang ke sana bersama ibuku, kamu harus bersiap-siap dan berdandan dengan cantik ya, kan aku akan segera melamarmu," kata Sehun dengan menorehkan senyum yang manis kepada Lee Ji An.
"Apa maksudmu, melamarku? Kamu jangan bercanda Sehun. Aku tidak suka kamu bercanda seperti itu," sahut Lee Ji An sedikit terkekeh karena bualan yang Sehun katakan.
"Aku tidak bercanda Lee. Aku datang bersama ibu dan ini aku baru saja sampai di Jepang, kami baru turun dari pesawat." Sehun berkata dengan wajah yang berbinar.
"Kamu tidak berbohong kan? Apa iya kamu akan segera melamarku? Kenapa kamu tidak mengatakan hal ini terlebih dahulu. Aku bahkan tidak mengatakan akan menerima lamaranmu, tiba-tiba saja kamu datang ke sini dan membawaku ibumu, kamu itu keterlaluan, kamu harusnya berkata kepadaku terlebih dahulu," kata Lee Ji An dengan suara yang agak tinggi, wanita itu terkejut dengan tindakan Sehun, membawa serta ibunya ke Jepang untuk melamar dia.
"Aku tidak tidak mungkin bertanya kepadamu, karena pasti kamu akan selalu menolakku, tapi kamu tidak akan menolak Ibuku kan, jangan sampai kamu membuat ibuku kecewa. Oh ya sudah ibuku sudah kembali dari toilet. Aku dan ibu akan segera naik taksi menuju ke rumahmu, tunggu ya!" kata Sehun kepada Lee Ji An. Lalu panggilan telepon itu pun terputus.
"Ada apa?" tanya Kim Mi So dengan kening yang mengerut.
"Sehun Eonni, dia akan melamarku," kata Lee dengan nada yang rendah, sambil menatap sang kakak dengan mata yang berkaca-kaca.
__ADS_1
"Mungkin ini adalah sebuah jawaban dari Tuhan, agar kamu segera mengambil keputusan," kata Kim Mi So kepada Lee Ji An.
"Apa maksudmu, kak?" Lee Ji An mengerutkan dahinya.
"Sehun akan membantumu melupakan Nathan sepenuhnya, kamu tidak boleh menangis lagi karena pria yang bernama Nathan, dengarkan aku, Sehun mencintaimu, terimalah lamaran dia," kata Kim Mi So kepada sang adik.
Sesaat suasana terasa begitu hening. Lee Ji An tidak bisa meng iya kan usulan sang kakak begitu saja. Wanita itu memang mengakui bahwa Sehun terlalu baik, bahkan selalu menemaninya selama lima tahun ini. Tetapi entah kenapa, dia masih belum bisa menerima Sehun untuk hubungan yang lebih lanjut.
"Apa lagi yang kamu pikirkan, terimalah lamaran Sehun, menikahlah dengannya," ungkap Kim Mi So dengan lembut menggenggam tangan adik iparnya, yang kini sedang di landa sebuah kegelisahan yang mendera.
"Siapa yang akan melamar Lee?" Tiba-tiba saja Lee young Joon datang. Pria itu duduk di samping sang istri.
"Oppa?" Lee Ji An terkejut.
"Sayang, kamu sudah pulang?" Kim Mi So lalu memeluk sang suami dengan mesra. Lee young Joon mengecup kening sang istri dengan penuh kasih sayang.
"Sehun sudah dalam perjalanan untuk melamar adik kecil kita, tidakkah kita harus bersiap?" ungkap Kim Mi So kepada sang suami.
"Benarkah Lee?" tanya Lee Young Joon kepada sang adik. Kini Lee Ji An hanya bisa mengangguk saja.
"Kalau begitu bersiaplah, kamu mandi dan berdandan cantik, biar kita memesan makanan dari resto terdekat saja, untuk makan malam bersama ibu Sehun. Emhh mana ibu dan yang lainnya?" tanya Lee Young Joon kepada sang istri.
"Mereka sedang makan malam di rumah tetangga, sesama lansia sayang," jawab Kim Mi So.
__ADS_1
"Kalau begitu cepatlah panggil mereka, dan katakan akan ada calon besan datang," perintah Lee Young Joon kepada sang istri.
Kim Mi So mengangguk dengan menorehkan senyum yang manis. Wanita itu bergegas untuk memberikan kabar baik ini pada keluarga tercinta. Sedang Lee Young Joon kini telah sibuk memesan makanan.
Lee Ji An sendiri hanya dia membisu. Dia tidak tahu harus senang atau sedih, semuanya teramat begitu membingungkan untuknya. Dia memang menerima kebaikan Sehun selama ini, dan dia tahu bahwa sehun sangat mencintai dirinya. Tetapi ternyata hatinya belum bisa jatuh cinta pada Sehun sama sekali.
"Ayo bersiap, dandanlah yang cantik," kata sang kakak padanya. Lee Ji An pun mengangguk. Dia lalu beranjak menuju ke dalam kamarnya untuk mempersiapkan diri.
Anggota keluarga Lee begitu bahagia dan menyambut hangat kedatangan tamu spesial dari korea Selatan. Ibu Sehun begitu ramah, mereka langsung akrab. Dan ternyata memang ibunya sehun adalah teman masa kecil ibunya Lee Ji An.
Niat sehun dan ibunya untuk melanar Lee Ji An di sambut dengan tangan terbuka. Pada akhirnya Lee Ji An mau tidak mau harus menerima lamaran dari Sehun.
"Kenapa perasaanku tidak tenang seperti ini. Padahal keluargaku terlihat begitu bahagia, aku melihat senyum kebahagiaan di bibir kakak Kakakku, serta di bibir ibu dan kakek nenekku, jika sampai aku menolak lamaran ini, pasti mereka kecewa karena sikapku. Aku tidak mau lagi mengecewakan keluargaku, sudah cukup aku mengatasnamakan cinta membuat keluarga aku ikut menderita, Aku harus bisa menerima Sehun dengan hati yang ikhlas, walau sebenarnya aku sendiri belum bisa mencintainya, Tuhan tolonglah beri aku kekuatan untuk menjalani hubungan ini dengan tabah dan tolong berikan aku rasa cinta untuknya, agar aku bisa segera melupakan pria Brengs*k itu," kata Lee Ji An di dasar hatinya, wanita itu merasakan kegalauan yang teramat dalam
Sebuah dilema telah menghampiri dirinya, dan membuat dia terasa sesak untuk bernapas. Tetapi senyum Dan tawa keluarga Sehun dan keluarganya membuat dia menjadi bersemangat, bahwa mungkin inilah jalan terbaik untuknya.
Baby Ryu Jin harus mendapatkan ayah yang baik pula, dan ternyata Sehun sudah sangat akrab dengan balita itu.
Keluarga Lee mengatakan bahwa sebenarnya Ryu Jin adalah anak dari Les Ji An, tetapi ternyata ibu sehun menerima dengan lapang dada, malah memperlakukan baby Ryu Jin dengan sangat baik.
Kejadian ini membuat Keluarga semakin bahagia, tatkala melihat bayi kecil itu disayangi oleh keluarga besan, dan calon ayahnya. Lamaran Sehun saat ini diterima oleh Lee Ji An dan mereka memutuskan untuk segera bertunangan secepatnya. Tapi Lee Ji An sendiri masih dilanda sebuah kegelisahan. Walaupun dia sudah menerima lamaran Sehun, tapi hatinya masih bergejolak memikirkan pria yang sekarang ada di Rumah Sakit.
Bodohnya Lee Ji An masih saja memikirkan pria Badjingann itu padahal sudah jelas dia sudah menghancur leburkan seluruh hidupnya.
__ADS_1
"Baiklah kalau dengan cara seperti ini aku bisa melupakanmu Nathan, melupakan semua kejadian yang telah lalu, menghempaskan semua rasa sakit dalam hatiku, maka aku akan hidup bersama pria yang baru, mencoba untuk menetralisir kesakitan dalam jiwaku," lirih Lee Ji An di dasar hatinya, sambil menolehkan senyumnya manis kearah Sehun dan Sehun pun membalas senyuman calon tunangannya.
B🎀e🌺r💖s🎄a⭐m🎎b💖u🎄n🎀g