Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Rasa sakit


__ADS_3

Ketika Ayah Lee dan Ibu Lee sedang menangis meratapi kepedihan yang akan dihadapi oleh sang putri kelak. Di sisi lain Nenek Liao sendiri kini sudah sampai di dalam mobilnya, hendak berangkat menuju bandara. Di perjalanan wanita paruh baya itu terus memikirkan pertemuannya tadi bersama dengan Ayah Lee.


Pertemuan yang tidak mereka sengaja itu benar-benar telah mengiris hatinya, mengingatkan kembali pada luka lama yang telah mereka torehkan di hatinya. Wanita paruh baya itu kini hanya bisa memejamkan matanya, mereka merasakan sesak didalam dadanya, sebuah sesak yang tak bisa dia ungkapkan dengan jelas.


"Anakku Zack ... bagaimana kabarmu di sana? Apakah kamu baik-baik saja. Lihatlah ini Nak putramu sekarang sudah besar, dia tumbuh dengan sangat tampan. Tetapi dia sekarang sedang sakit dan berada di Rumah Sakit, tetapi tadi tanpa sengaja aku berjumpa dengan seseorang yang tidak ingin aku temui, aku berpura-pura untuk tidak melihatnya. Hatiku sudah sangat panas jantungku sudah berpacu dengan cepat air mataku pun tidak berhenti menetes tatkala melihat dia bersama istrinya berjalan begitu sehat di hadapanku. Jack Putraku kamu adalah sumber kebahagiaanku, dan kini kamu sudah tidak ada, meninggalkan aku dan Nathan sendirian, sedangkan mereka tertawa bahagia dengan wajah yang sangat berbinar, ini tidak adil untuk Ibu Nak, ketika bahkan Ibu harus kehilanganmu. Padahal semua rasa sakit hati Ibu menahan semua kehancuran hati Ibu, sembilan belas tahun lamanya Ibu sebagai ibumu menutup semua luka hati ini, hanya untuk membahagiakan putramu Nathan, Ibu membesarkannya penuh kasih sayang, tanpa sedikitpun pengekangan, padahal sebenarnya aku membesarkan putramu Nathan dengan penuh air mata kerinduan terhadapmu, Ibu mencoba untuk melupakan itu, semuanya. Merupakan bahwa betapa hancurnya hati Ibu karena kehilanganmu. Tapi semua rasa sakit hatiku ini benar-benar tidak ada artinya. Mereka terlihat begitu bahagia, tidak ada sedikitpun beban di wajah merek. Ibu sungguh iri kepada mereka-mereka melupakanmu begitu saja, sedangkan Ibu sebagai Ibumu terus-menerus menelan rasa pahit dalam hidup, karena kehilangan mu Nak, kehilangan kalian berdua, Zack, Ziu Yuen. Harusnya saat ini kamu yang membesarkan cucuku, bukan aku seorang diri, hidup ini begitu perih, kehilangan kalian berdua sungguh membuat hatiku hancur lebur, Zack, Ziu Yuen. Bisakah kalian melihat betapa pedihnya Ibu saat ini, apa yang harus Ibu lakukan anakku, apa yang harus Ibu lakukan untuk melupakan kejadian yang kelam itu, kejadian yang sudah membuat jantung Ibu teriris dan remuk," tangis Nenek Liao begitu lirih tatkala saat itu Nenek Lio memandang sebuah kalung liontin yang berisikan 2 foto putra dan menantunya.


Kenangan terakhir sang Putra tersimpan di foto tersebut, di mana terlihat senyum manis putranya dan senyum manis menantunya. Tetapi foto itu sudah sangat usang, sudah sangat lama, sudah belasan tahun senyum itu terpancar, kini bahkan tubuh Putra dan menantunya sudah tidak ada lagi, mungkin sudah bersatu menjadi tanah. Karena mereka meninggal sudah sembilan belas tahun lamanya.


Tetapi selama sembilan belas tahun itu Nenek Liao tidak bisa melupakan semua kepedihan yang dia alami, kepedihan karena telah kehilangan Putra dan menantunya.

__ADS_1


"Untuk apa mereka berada di Rumah Sakit tersebut, apakah keturunan dia pun sedang sakit di Rumah Sakit itu?" tanya Nenek Liao di dalam hatinya. Mengingat bahwa pertemuan mereka itu adalah di Rumah Sakit dan pastinya seseorang yang berhubungan dengan orang itu sedang berada di rumah sakit atau sedang dirawat di rumah sakit tersebut.


Nenek Liao kini menyeka air matanya, walaupun air matanya terus menetes tanpa bisa lagi dia kehendaki, wanita paruh baya itu kini ingin mencoba bernapas lebih lega menghirup dalam-dalam udara yang ada di dalam mobilnya.


"Zack, Ziu Yuen. Apakah Ibu harus memberitahukan perihal kematianmu kepada Putramu Nathan, agar putra kalian tahu siapa yang telah membuat dia menjadi seorang yatim piatu?" ungkap Nenek Liao sambil terus memandangi foto putra dan menantunya.


Andai saja kedua orang yang ada di foto itu masih hidup, mungkin dia tidak akan seperti ini, mungkin hidupnya akan lebih berwarna tidak akan sepelik ini. Wanita tua itu kembali menitikan air matanya padahal perjalanan menuju bandara hampir saja sampai.


Benar saja sopir telah memberitahukan kepada Nenek Liao bahwa mereka sudah sampai di Bandara, akhirnya Nenek Liao pun menyeka air matanya dan bergegas keluar dari mobil tersebut. Nenek Liao dengan segera langsung masuk ke bandara. Beberapa saat kemudian dia pun masuk ke dalam pesawat di dalam pesawat pun dia masih memikirkan pria yang dia temui di rumah sakit tersebut.

__ADS_1


"Lee Han Jin terlihat sehat, dan itu sangat tidak adil, sedangkan Putraku telah terkubur bersatu dengan tanah, di mana keadilan ini Tuhan, di mana?" ungkap Nenek Liao di dalam hatinya, wanita tua itu kembali meneteskan air matanya. Pertemuan seperti itu saja bahkan mampu membuat hatinya hancur kembali, bagaimana ceritanya kalau Nenek Liao sampai mengetahui bahwa Lee Ji An adalah putri dari Lee Han Jin. Sudah tidak akan bisa dibayangkan lagi hatinya akan hancur berlipat-lipat dari pada sekarang.


Wanita itu tidak henti memandangi foto putra dan menantunya. Rasa rindu terhadap Putra dan menantunya sudah teramat dalam. Saat itu bahkan dia tidak sanggup untuk hidup berlama-lama, ingin sekali dia menyusul putranya ke surga namun dia masih mengingat bahwa ada cucunya yang masih membutuhkannya.


Saat itu hatinya hancur, kebahagiaannya hilang sudah. Tetapi dia harus bisa bertahan dibalik semua kehancuran jiwanya, dia harus tetap hidup dan kuat demi Cucu kesayangannya, Cucu tunggalnya yang akan menjadi penerus kehidupannya.


"Ibu sekarang hidup demi Nathan, Ibu sekarang hanya bisa bertahan untuk Nathan, dia sudah besar dan bahkan dia sudah memiliki keturunan, sayangnya keturunannya sudah kalian ambil, Tuhan pasti punya rencana di balik semua ini, apakah Cicitku bersama kalian di surga? Kalian pasti senang karena bisa memeluk Cucu kalian berdua di surga, tubuh Ibu semakin tua nak, sebetulnya sudah tak mau lagi di pusingkan dengan persoalan dunia, Ibu ingin istirahat dengan tenang bersama kalian berdua, tapi Ibu belum bisa meninggalkan Nathan sendirian, Nathan belum memiliki tumpuan dalam hidupnya, dia sudah memiliki gadis yang dia cintai, tetapi Putra kalian belum memiliki keturunan, Ibu akan memimpin Putra kalian untuk segera memiliki keturunan demi keluarga kita."


🎀🎀🎀

__ADS_1


__ADS_2