Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Baju Ini?


__ADS_3

Lee Ji An pun tersenyum mendengar ucapan yang Nathan katakan barusan, tetapi tiba-tiba saja wanita itu menyadari sesuatu hal, Pria yang sangat dia cintai kini berada di hadapannya dengan mengenakan setelan baju pasien yang sama dengan yang dia kenakan saat ini.


"Ada apa ini Sayang? Kenapa aku baru menyadari bahwa kamu pun mengenakan setelan baju pasien, apa kamu sakit?" Wanita itu menatap sang kekasih dengan tatapan yang tak percaya. Sebuah tatapan keingintahuan yang sangat besar.


"Aku tidak apa-apa Sayang, aku hanya kekurangan hemoglobin saja," ucap Nathan dengan perlahan.


"Benarkah cuma itu, apakah ada hal yang lain Jangan berbohong kepadaku!" Wanita itu merasa begitu sedih karena dia sedari tadi baru menyadari bahwa kekasihnya ternyata sakit. Pantas saja setelah dia bangun dari koma, Nathan sama sekali tidak menampakkan batang hidungnya sama sekali dan baru sekarang Nathan datang kepadanya.


"Aku tidak berbohong Sayang, aku hanya kekurangan hemoglobin," sekali lagi Nathan berkata.


"Lee Sayang, sebenarnya Cucuku itu sangat bandel, dia itu baru saja sehat, tetapi selama beberapa hari ini Nathan tidak makan dengan teratur. Sampai akhirnya dia pingsan karena kekurangan dehidrasi," kata sang Nenek menjelaskan kepada Cucu menantunya.


"Pingsan? Kekurangan nutrisi, apakah ada sesuatu hal yang membuat kamu tidak makan?" tanya Lee Ji An.


"Saat kamu sedang sakit dan belum sadarkan diri, dia menjagamu di luar sana, dia tidak mau makan sama sekali, dia begitu mengkhawatirkanmu tapi dia sendiri mengabaikan kesehatannya," kata sang Nenek sambil menatap kearah Lee Ji An.


"Nenek Sudahlah. Jangan bahas itu lagi!" ucap Nathan kepada sang Nenek.

__ADS_1


"Biarkan saja, biarkan Lee tahu bahwa kamu memang bandel. Kamu ingin menjaga Lee tetapi tidak bisa menjaga tubuhmu sendiri, setelah kecelakaan itu bukankah kamu sendiri mengetahui bahwa daya tahan tubuh itu berbeda dari manusia lainnya, atau dari pria lainnya, setidaknya kamu harus banyak istirahat dan makan untuk memulihkan kembali kondisimu, tetapi kamu malah mengabaikan permintaan Yuan Chuan dan malah tidak makan dengan teratur," ucap sang Nenek kepada Cucunya.


"Nathan Sayang, kenapa kamu seperti itu? Kamu harus makan. Aku tahu kamu mencemaskanku selama beberapa hari ini, tetapi jika kamu sakit seperti itu bagaimana kamu bisa melindungi aku. Aku tidak mau kamu sakit," kata Lee Ji An kepada Nathan dan Nathan hanya bisa tersenyum dengan manis.


"Jangan menangis! Jangan bersedih lagi, tenang saja aku tidak apa-apa, aku memang mengakui daya tahan tubuh lemah, daya tahan tubuh sering menurun secara tiba-tiba dan aku masih harus mengkonsumsi beberapa obat, tetapi aku tidak selemah itu, aku kuat, cuman jika harus dihadapkan dengan kekurangan makan dan istirahat aku akan langsung tumbang, maafkan aku ya kemarin itu aku sungguh mencemaskanmu, sehingga aku tidak mau beranjak kemanapun untuk sekedar makan dan istirahat, dalam pikiranku hanya ada kamu saja, Sayang," kata Nathan kepada sang kekasih hati, pria itu menggenggam erat kekasih hatinya benar-benar mencintai kekasihnya itu.


"Berjanjilah padaku bahwa kamu tidak boleh menyiksa diri seperti itu lagi, kamu harus makan tepat waktu istirahat maafkan aku karena sudah membuatmu cemas," ucap Lee Ji An kepada sang kekasih.


"Kenapa harus meminta maaf, tidak ada yang salah di sini," ungkap Natan kepada Lee Ji An.


"Terima kasih banyak Nenek aku sangat terharu," ucap Lee Ji An menorehkan senyum yang begitu manis.


"Tidak perlu berterima kasih itu semua sudah menjadi kewajiban Nenek, Nenek ingin kalian bahagia bersatu dalam ikatan sebuah janji pernikahan, meresmikan hubungan kalian adalah tanggung jawab dan tugas Nenek," ucap sang Nenek kepada Cucu kesayangannya.


Lee Ji An begitu bahagia bahwa ternyata keluarga Nathan begitu baik kepadanya. Apakah ini mimpi? Lee Ji An merasa semua ini hanyalah sebuah mimpi, mimpi yang akan segera hilang dari kehidupannya, semoga saja Ini bukan sebuah mimpi semoga saja Ini adalah sebuah kenyataan yang nyata. Ya Tuhan semuanya terasa begitu indah ketika keluarga dari pihak laki-laki bahkan menerimanya dengan sangat baik.


"Jadi kamu sakit selama beberapa hari ini, aku pikir kamu menghilang," kata Kim Mi So menorehkan senyum manis kepada calon adik iparnya.

__ADS_1


"Eh iya aku sakit," jawab Nathan kepada Mi so, dia ragu-ragu untuk menjawab pertanyaan dari wanita yang baginya asing, karena Natham kurang bisa akrab dengan wanita atau orang yang baru dikenal. Nathan selalu menutup diri terhadap orang luar.


"Sayang, perkenalkan dia adalah Kim Mi So dia adalah kakak iparku tersayang, sekaligus sahabatku sedari sekolah," Lee Ji An mengenalkan sang kakak ipar kepada kekasihnya.


"Hallo Nona, senang bisa berjumpa denganmu," ucap Nathan sambil melihat ke arah Kim Mi So menyodorkan tangannya untuk berkenalan dengan sang calon kakak ipar.


"Hai Nathan, akupun senang kamu datang. Aku harap kamu tidak pergi lagi meninggalkan adikku, karena aku tidak tega melihat adikku terus merindukanmu setiap harinya," ucapkan Kim Mi So terhadap Nathan dan Nathan pun kini hanya bisa mengangguk menyetujui semua ucapan dari sang kakak. Karena memang sesungguhnya Nathan tidak ada niat sedikitpun untuk pergi dari Lee Ji An.


Bahkan kini Nathan sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kedua orang tua Lee, dia ingin melamar Lee Ji An secepatnya. Dia ingin segera meresmikan hubungannya dia tidak akan meninggalkan kekasihnya sendirian lagi, dia akan hidup bersama kekasihnya selamanya.


"Aku tidak akan meninggalkan Lee kakak ipar, aku ingin melamarnya untuk menjadikan dia sebagai pendamping hidupku, aku ingin Lee menjadi istriku dan ibu dari anak-anakku. Aku ingin memiliki banyak anak bersamanya," ucap Nathan dengan bersungguh-sungguh sambil menatap kearah Kim Mi So. Wanita itu pun hanya bisa mengangguk dia menilai bahwa memang Nathan tengah bersungguh-sungguh dengan ucapannya.


"Kamu harus memegang ucapanmu kamu, harus memenuhi semua janjimu. Jangan cuma sekedar berkata-kata. Karena kata-kata tanpa bukti tidak ada artinya sama sekali," kata Kim Mi So kepada calon adik iparnya.


"Tentu saja aku akan membuktikan semua yang aku ucapkan barusan!" tangkas Nathan dengan sangat bersungguh-sungguh.


🎀🎀🎀

__ADS_1


__ADS_2