
Ketika Lee menatap matanya Nathan, Lee merasa masuk ke dalam dunia Nathan, dia merasa terbuai dan benar-benar bahagia. Begitu pula dengan Nathan saat ini Nathan pun merasakan hal yang sama, dia lalu mengecup kening sang kekasih dan saat dia hendak mengecup bibir kekasihnya, tiba-tiba saja suara pintu terbuka terdengar dan itu membuat mereka berdua terkejut.
"Ahh kamu! Kalian sedang apa?! bentak seorang wanita paruh baya merasa sangat terkejut melihat putrinya hendak di kecu oleh seorang pria.
"Ada apa Eomoeni?" Sang Ayah langsung bertanya pada sang istri.
Sedang Lee Ji An dan Nathan hanya bisa menundukkan wajah mereka karena begitu malu.
"Lee siapa dia? Kalian mengenakan pakaian yang sama, apa dia pasien di sini?" tanya sang ibu kepada putri kesayangannya. Sedangkan Ayah Lee sendiri hanya terdiam.
"Oh Eomoeni perkenalkan ini adalah Nathan. Dia adalah kekasihku Ayah dari bayiku," ungkap Lee Ji An kepada sang ibu.
"Nathan ... jadi ini pria yang telah membuat kamu terusir dari rumah, dan menderita sendirian?" ungkap sang ibu kepada putri kesayangannya.
"Maapkan saya ibu, saya adalah pria itu," Nathan merasa menyesal dan merasa bersalah wajahnya benar-benar memperlihatkan wajah yang sedih dan pilu.
"Sudahlah Yeobo tidak perlu memperpanjang masalah," ucap sang Ayah dengan suara yang pelan. Ayahnya sudah mengetahui tentang Nathan dari Lee Young Joon karena itulah Ayah hanya bisa diam.
"Nathan kamu kembali untuk bertanggung jawab, menikahi Lee bertanggung jawab pada anak yang telah dia lahirkan?" tanya sang ibu kepada Nathan.
"Iya ibu, saya datang untuk itu, saya ingin meminta maaf kepada Ibu dan Ayah Lee, dan seluruh keluarga agar mamaafkan semua kesalahan saya," Nathan berkata sambil menekuk kakinya di lantai. Pria itu bersimpuh untuk meminta pengampunan dari kedua orang tua Lee Ji An.
Lee sendiri hanya bisa melihat Nathan dengan tatapan sendu. Namun Lee begitu bahagia ketika melihat kesungguhan Nathan kepadanya. Lee Ji An semakin mantap memilih Nathan untuk menjadi pendamping hidupnya. Wanita itu tidak akan berubah pikiran. Apapun yang akan terjadi di masa depan, tidak akan dia pikirkan. Yang dia pikirkan adalah saat ini. Bahwa dia dan Nathan begitu bahagia.
"Bangunlah!" kata sang Ayah dengan suara yang datar.
__ADS_1
Nathan pun beranjak dari posisinya. Pria itu berdiri. Sedang kedua orang tua Lee Ji An duduk di sofa memperhatikan Nathan dengan seksama.
"Terimakasih Ayah," ucap Nathan.
"Perkenalkan dirimu dan nama keluargamu," kata sang Ayah dengan suara baritonnya.
"Ayah saya adalah Nathan Liao, putra dari almarhum pasangan Zack Liao dan Zia yuen," jelas Nathan.
Degg.
Tuan Lee benar-benar merasa sangat terkejut. Perkiraannya ternyata benar. Bahwa Nathan adalah putra dari Zack dan Zia. Hatinya memanas sesaat. Tubuhnya melemah seolah terbakar tetapi melepuh dengan seketika.
"Tuhan takdir apa ini, kenapa putriku bisa bertemu dengan anak mereka? Apakah ini semua adalah ujian darimu, kenapa ujian ini terasa begitu berat. Lantas aku harus apa jika sudah seperti ini, bahkan mereka kini sudah memiliki seorang bayi yang sangat tampan. Ya Tuhan bagaimana dengan semua ini bisa terjadi, takdir macam apa ini?" lirih Aboeji dalam hatinya.
Pria itu terlihat begitu gelisah. Entah apa yang harus dia lakukan saat ini. Haruskah dia merestui hubungan putrinya, ataukah haruskah pria itu menentang hubungan ini, sebelum terjadi hal yang lebih besar lagi. Jika saja saat ini Nyonya Liao melihat Tuan Lee. Maka apa respon yang akan diberikan oleh Nenek itu. Apakah akan menyambut putrinya, ataukah akan sebaliknya, mengusir putri kesayangannya.
"Nathan," ucap Aboeji.
"Iya Ayah," jawab Nathan.
"Bagaimana dengan keluarganmu, apakah Nenekmu setuju jika kamu menikahi putriku?" tanya sang Ayah.
"Jelas saja Nenek sangat senang, apalagi tadi Nenek tahu kalau Lee adalah kenalan Nenek, ternyata Nenek sudah akrab," kata nathan menorehkan senyuman yang manis kepada Ayahnya Lee Ji An.
Ayah Lee Ji An menelan saliva. Mendengar ucapan dari pria yang kini telah menjadi Ayah dari Cucunya. Batinnya bergejolak. Dia khawatir senyum kedua insan yang sedang jatuh cinta ini akan hilang dengan seketika.
__ADS_1
"Yeobo," Eomoeni menggenggam tangan sang suami.
Ayah menoleh ke arah ibu Lee Ji An. Dan menghela nafas kembali.
"Aboeji, Nenek Nathan sangat baik kepadaku, Aboeji tidak perlu khawatir!" Lee Ji An berkata sambil menatap sang Ayah.
"Benarkah?" Aboeji berkata dengan pelan. Mencoba untuk tersenyum melihat kebahagiaan putri kesayangannya. Senyum yang sangat sulit dan membuat hatinya hancur dengan perlahan. Kegelisahan kebimbangan kebingungan membuat ia benar-benar kini hanya bisa terdiam seluruh raganya sekolah kaku tidak bisa meng-iyakan atau tidakkan.
"Sayang, Lee putri Eomoeni yang cantik. Apa kamu sudah mantap untuk menerima pria ini?" Ibu bertanya kepada putrinya.
"Eomma Pria ini Nathan dan dia adalah Ayah dari Putraku, aku harus bersamanya dan kami saling mencintai, aku harap Eomoeni dan Aboeji akan merestui hubungan kami dan memaafkan kesalahan atas selama ini, memaafkan kesalahan kami yang sudah di luar jalur, memaafkan semua kesalahan kami karena telah membuat kalian malu, restuilah kami, karena kami ingin segera menikah," ucap Lee kepada sang ibu.
Ibu Lee Ji An pun hanya bisa menghela napas, wanita itu menatap sang suami dengan tatapan yang tajam, sedangkan Ayah Lee Ji an sendiri hanya terdiam dalam kebingungan yang sudah merasuk ke seluruh pikirannya.
"Aboeji hanya tidak ingin kamu terluka untuk kedua kalinya, Nak," ucap Ayah kepada putri kesayangannya.
"Ayah aku tidak akan menyakiti hati putrimu, aku akan menikahinya, dan aku akan membahagiakan dia tidak ada kendala yang akan membuat kita terpisah, dan tidak ada masalah yang akan membuat kami berpisah," ucap Nathan dengan bersungguh-sungguh.
"Lihatlah kamu nak, kalian tidak tahu apa yang akan terjadi. Kalian tidak tahu apa yang sebenarnya telah menghantui kalian berdua. Aku tidak yakin kalian berdua bisa bersama," lirih Ayah di dalam hatinya.
"Namun Eomoeni tidak yakin berpikirlah dua kali sebelum kamu memilih seorang laki-laki untuk mendampingi hidupmu, dia dulu bahkan meninggalkanmu dan sekarang dia kembali, pikirkanlah! ingat dulu kamu ditinggalkan dan tersakiti," ucap Eomoeni dengan mata yang berkaca-kaca.
"Nathan tidak akan meninggalkanku lagi, Eomoeni dia sudah berjanji akan menjagaku, bersama denganku, kita akan mengisi satu sama lain, sama hidup kami," ucap Lee kepada sang ibu.
"Gadis keras kepala, kalau ada sesuatu hal yang membuatmu tersakiti jangan salahkan Eomoeni, setidaknya sebagai seorang ibu aku sudah memperingatkanmu,"
__ADS_1
🎀🎀🎀