Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Permintaan Maaf


__ADS_3

Kini sehun dan Lee sudah berada di Hotel. Mereka sedari tadi diam. Karena menunggu Ryu Jin tidur terlebih dahulu.


Mereka memesan satu kamar untuk bertiga. Awalnya Lee enggan tetapi Lee tidak mau Sehun tambah marah kepadanya.


"Ryu kelihatan sangat lelah karena seharian dia terus menerus menangis, maafkan Ibu Sayang, sudah membuat Ryu Jin sedih. Harusnya kita memang tidak datang ke sini," kata Lee Ji An dengan tatapan mata yang sendu, menatap putranya yang kini sudah terlelap.


Sehun sendiri kini hanya duduk di sofa sambil menatap kearah Lee Ji An dan Ryu Jin. Hatinya masih terasa sakit dan amat hancur. Rasa sayangnya kepada wanita yang kini ada di hadapannya teramat besar, tetapi wanita itu telah tega mematahkan semua kepercayaannya. Namun apalah daya, Sehun tidak bisa marah kepada wanita itu, karena dia sangat mencintai Lee Ji An.


Setelah memastikan bahwa buah hatinya sudah tertidur dengan lelap Lee Ji An langsung duduk di sofa di samping Sehun.


"Sehun mau minum?" tanya Lee Ji An sekedar basa-basi, karena sedari tadi Sehun tidak berkata apa pun. Sehun benar-benar tidak mengeluarkan suara bahkan seolah tidak bernapas.


Sehun hanya menggelengkan kepalanya, tatkala Lee Ji An menawarkannya sebuah minuman.


"Kamu kenapa diam seperti itu, sebaiknya kamu marah kepadaku, kamu harusnya memakiku, dari pada aku didiamkan seperti ini," lirih Lee Ji An kepada Sehun.


"Aku harus bagaimana Lee. Aku tidak akan pernah bisa marah kepadamu. Sebesar apa pun kesalahanmu, karena aku sangat mencintaimu, jadi aku akan selalu memaafkanmu walaupun kamu tidak meminta maaf kepadaku," lirih Sehun sambil menatap Lee Ji An dengan tatapan mata yang sendu.

__ADS_1


"Kamu tidak boleh seperti itu, harusnya kamu marah kepadaku, kamu boleh menamparku, kamu boleh memakiku, aku sudah berbohong kepadamu, maafkan aku Sehun, aku maafkan aku," kata Lee dengan tangisan yang melirih.


"Aku mau memaafkanmu, walau seperti apa kamu menyakitiku, aku akan memaafkanmu, karena aku sangat mencintaimu. Sudah berapa kali aku katakan walaupun kamu menghancurkan hatiku, aku akan tetap memaafkanmu, Lee." Sehun menitikkan air matanya, dia merasa sakit dan hancur tatkala mendengar sendiri bahwa Lee sudah berbuat salah padanya.


"Tidak boleh terlalu baik seperti ini, aku jadi semakin merasa bersalah kepadamu, marah lah kepadaku, kenapa kamu tidak marah sama sekali?" Lee Ji An terus menggoyangkan tubuh Sehun, tapi Sehun hanya menatap Lee Ji An dengan matanya yang basah.


"Tidak mungkin aku marah kepadamu, sakit yang aku rasakan saat ini, aku akan bertahan demi cintaku kepadamu, walaupun aku tahu kamu sama sekali tidak mencintaiku," kata Sehun dengan air mata yang menetes, kesakitan yang pria itu rasakan benar-benar membuat jiwanya seolah hancur.


"Aku tidak mau kamu diam saja." Lee merengek sambil menyeka air matanya, wanita itu semakin merasa bersalah. Sehun terlalu baik untuk dia bodohi. Apalagi selama ini Sehun yang selalu memberikan dukungan untuknya, di saat Lee terluka dan dikala dia melara. Dengan teganya dia membodohi Sehun Karena itulah ia merasa sangat bersalah karena Sehun tidak marah kepadanya.


"Sudah jangan menangis, kalau aku melihatmu menangis seperti ini, hatiku tambah sakit, kenapa kamu terus meminta maaf kepadaku. Sedangkan aku sudah memaafkanmu, lupakanlah semua ini, kita anggap semuanya tidak pernah terjadi," kata Sehun sambil memeluk Lee Ji An dengan erat.


"Cukup, kalau kamu mau tahu, hatiku hancur sekali, sakit, dan aku tidak bisa merasakan rasa apa pun lagi, selain rasa sakit ini. Karena itulah aku mohon lupakan semuanya, aku akan menganggap semua itu tidak pernah terjadi," lirih Sehun.


"Maaf, tolong maafkan aku, aku mohon maafkan aku." Wanita itu memeluk Sehun dengan erat, dengan air mata yang yang terus menetes.


"Aku sudah memaafkanmu aku sudah lupakan semuanya, aku mohon jangan ungkit lagi semua itu, sebaiknya sekarang kita tidur?" pinta Sehun sambil menyeka air mata yang menetes di pipi wanita yang sangat dia cintai.

__ADS_1


"Terima kasih Sehun, terima kasih." Lee lalu pergi meninggalkan Sehun dan tidur diatas kasur bersama dengan buah hatinya. Sehun sendiri hanya duduk di sofa sambil menatap ke arah kedua orang yang akan menjadi bagian dari hidupnya.


"Sebenarnya terlalu menyakitkan. Karena itulah aku tidak mau mengungkitnya, aku akan melupakan semuanya karena jika aku mengingat semua itu, maka hatiku semakin hancur dan rapuh, aku tidak bisa membayangkan kalian tidur satu kamar, aku tidak bisa membayangkan pria itu menyentuh tubuhmu kembali, memeluk tubuhmu kembali, karena aku yakin pria itu pasti akan melakukan hal itu, seperti halnya dulu waktu kalian sebelum memiliki anak, apalagi sekarang setelah kalian memiliki anak, pasti dia akan lebih leluasa menyentuhmu, kamu telah berhasil karena telah mengambil Lee Ji An dariku, sakit rasanya jika mengungkit semua ini, maka sebaiknya diamlah, Sayang," ungkap Sehun di dasar hatinya, Pria itu hanya melihat ke arah Lee dengan tetesan air matanya.


Sebisa mungkin dia menyembunyikan rasa sakit di hatinya, dengan berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja. Padahal pada kenyataannya semuanya tidak baik-baik saja. Bahkan semuanya seolah membuat hidupnya hancur lebur.


Sehun memang satu kamar dengan wanita itu, tetapi dia tidak pernah menyentuh Lee, bahkan sekarang pun dia memilih untuk tidur di sofa demi menghormati calon istrinya.


Di sisi lain Lee Ji An kini sudah memeluk baby Ryu Jin dengan erat, dia sebenarnya tahu Sehun begitu hancur karena dia menghianatinya. Tetapi sikap Sehun kepadanya sungguh membuat dia semakin merasakan rasa bersalah yang teramat dalam.


"Sehun kamu terlalu baik kepadaku, bahkan setelah tahu apa yang aku lakukan di belakang, kamu masih diam dan mengatakan bahwa kamu mau memaafkanku, hatimu terbuat dari apa, yang membuat aku sulit untuk memilih. Sebenarnya hatiku sudah pergi jauh darimu Sehun. Hatiku sudah kembali menjadi milik Nathan, tetapi melihat sikapmu yang seperti ini semakin sulit untukku meninggalkanmu, kebaikan hatimu telah membuat aku luluh padamu, Tuhan aku mohon berikan rasa cintaku untuk Sehun secepatnya, aku tidak mau menghianatinya lagi" lirih Lee Ji An di dasar hatinya, wanita itu berusaha untuk menahan air matanya memejamkan mata namun tetap saja air mata itu menetes walaupun dengan mata yang terpejam.


Malam semakin larut tapi keduanya sama sekali tidak bisa memejamkan matanya. Sehun berdiri dengan rasa sakit yang masih dia rasakan, sedangkan Lee sendiri berdiri dengan rasa bersalah dan sesal yang kini ada dalam dadanya.


Tak terasa sampai pagi pun tiba mereka berdua tidak tertidur sama sekali. Mereka berdiri diantara kegelisahan yang tidak kunjung reda. Sampai melupakan waktu bahwa kini sang rembulan sudah pulang dan mentari sudah datang menyambut hari.


🎄🎄🎄

__ADS_1


maaf tadi ada kesalahan update,


__ADS_2