
Nathan lalu menyuruh Sekretaris Chen untuk beristirahat di hotel. Sekretaris Chen hanya mengangguk saja, karena dia tidak mau mengganggu Nathan yang hendak berduaan dengan Lee Ji An.
Kini Nathan sudah menunggu di depan Rumah Sakit dengan hati yang berdebar, dia ingin segera berjumpa dengan kekasih hatinya.
Setelah selesai memeriksa semua pasien, Lee Ji An pun langsung turun ke bawah. Tetapi wanita itu menghentikan langkahnya, tapi saat dia melihat ke arah cermin, yang ada di Rumah Sakit itu dia sangat lusuh dan terlihat begitu kusam.
"Ya Tuhan aku jelek sekali, apa yang terjadi, Nathan pasti tidak akan suka melihat aku seperti ini," kata Lee Ji An dengan perasaan yang begitu malu, lalu wanita itu kembali ke ruang jaga, sekedar untuk mencuci muka dan sedikit menggunakan bedaknya.
Dokter Lee kini menggunakan sedikit lipstik agar tidak terlihat pucat. Setelah dia siap baru dia langsung pergi ke lantai bawah untuk menemui Nathan di sana. Tidak dipungkiri kehadiran Nathan sungguh membuat hatinya bahagia. Karena Nathan adalah pria yang sanggup menaklukkan hatinya yang membeku.
Wanita itu berjalan dengan perlahan dan terlihat Nathan sudah berdiri di samping mobilnya mobil sedan berwarna merah.
Lee Ji An berlari ke arah Nathan dan Nathan langsung menyambut Lee dan memeluk sang kekasih dengan pelukan yang begitu mesra.
"Aku rindu," bisik Lee Ji An kepada Nathan. Lee seperti orang yang sedang kasmaran, mungkin ini timbul efek dari hormon kehamilannya, alangkah bahagianya Nathan ketika mendengar kata-kata itu, rasanya seluruh dunia penuh dengan love love berwarna merah muda.
"Aku tidak salah dengar, kan?" kata Nathan dengan senyuman yang manis, masih memeluk sang kekasih dengan begitu lembut.
"Aku merindukanmu dan sepertinya bayi kita pun begitu merindukan ayahnya," kata Lee Ji An berterus terang kepada Nathan tentang semua isi hatinya.
"Sayang apakah dede merindukan Ayah?" Pria itu lalu berjongkok dan mensejajarkan wajahnya dengan perut sang kekasih. Nathan mengecup perut rata Lee Ji An dan membelainya penuh kasih sayang.
Sebagai seorang pria tiada kebahagiaan lain baginya untuk saat ini, selain kehamilan kekasih yang sangat dia cintai.
"Ayag datang ke sini untuk menjemput kalian, dede sama Ibu ikut ayah ke Cina, ya?" kata Nathan sampai kembali mengecup perut Lee dengan lembut. Bahkan mereka masih berada di luar, di samping mobil Nathan. Dan itu menjadi pusat perhatian orang di sekitar.
__ADS_1
"Apa?" Leeterkejut dengan ucapan Nathan yang mengajaknya berangkat ke Cina.
"Sayang kita akan kemana sekarang? Apa kita mau makan siang?" tanya Nathan kepada sang kekasih.
"Baiklah kita makan siang, di sini ada resto yang makanannya sangat lezat, kamu pasti suka," kata Lee kepada Nathan, dengan segera mereka pun naik ke dalam mobil meninggalkan Rumah Sakit tersebut.
Sepanjang perjalanan Nathan terus menggenggam tangan Lee dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya masih mengemudikan stir kendaraan.
"Sayang, apa tempatnya masih jauh?" kata Nathan dengan lembut.
"Sebentar lagi, di sekitar sana ada pantai, selama aku di sini aku ingin ke sana, tetapi aku belum pernah ke pantai. Karena itulah aku ingin mengajakmu ke pantai," kata wanita itu dengan wajah yang merona merah.
"Pantai? Benarkah selama di sini belum pernah ke pantai? Baiklah kalau seperti itu adanya. Mari kita habiskan seharian di pantai berdua saja," kata Nathan sambil memberikan senyumnya manis.
"Berdua? Mana mungkin bisa berdua, bahkan sekarang kita sedang bertiga," katanya sambil memanyunkan mulutnya.
"Awalnya aku terkejut dengan kehadiran dia di dalam perutku, tetapi aku bahagia melihat senyum di wajahmu," kata Lee dengan matanya yang sendu.
"Inikah pantainya, akhirnya kita sampai." Nathan lalo memarkirkan kendaraannya, ia keluar dari mobilnya dan membukakan pintu untuk sang kekasih.
"Ya Tuhan ini indah sekali, tempat yang paling indah di muka bumi, tidak menyangka aku tinggal di sini selama 5 tahun bahkan belum pernah mengunjungi tempat seindah ini," kata Lee Ji An takjub dengan keindahan pantai yang ada di sekitarnya, dia sama sekali tidak bisa menikmati hidupnya selama 5 tahun, perpisahannya dengan Nathan selama 5 tahun sungguh sangat menyiksa, tidak ada kebahagiaan sama sekali, yang dia rasakan hanya kebencian dan rasa sakit hati.
Tetapi setelah Nathan mengatakan bahwa semua itu adalah kesalah pahaman, maka Lee Ji An sangat menyesal, melewati masa 5 tahunnya dengan penuh kebencian, dan rasa keterpurukan. Kedatangan Nathan kembali dalam hidupnya seolah seperti hawa segar dan membuat dia begitu bahagia.
"Iya akhirnya kita bisa datang bersama ke pantai yang indah ini." Nathan lalu menggenggam tangan Lee dan mengajak sang kekasih untuk bermain air di sana.
__ADS_1
"Mau berenang?" tanya Nathan kepada sang kekasih.
"Mana bisa aku berenang, bahkan aku tidak membawa baju ganti," kata Lee Ji An dengan wajah yang bersemu merah.
"Tidak apa-apa, nanti kita beli baju, bukannya di sini banyak baju pantai," ungkap Nathan sambil menarik kekasihnya masuk ke dalam air.
"Kyaa ...." Lee Ji An berteriak. Tetapi dia sangat senang bermain air dengan orang yang paling dia sayang. Nathan kini sudah membuat seluruh tubuh Lee basah, lalu dengan lembut pria itu memeluk tubuh sang kekasih.
Sebuah pelukan yang sangat erat, dan sebuah belaian yang begitu mesra dia berikan kepada perut sang istri. Baiklah Lee memang belum menjadi istri sah Nathan, tetapi di dalam hidup Nathan Lee Ji An adalah istrinya.
"Aku sungguh bahagia Sayang, tidak menyangka bahwa di dalam perutmu kini telah hadir kembali buah hati kita, kebahagiaan yang tiada tara. Sayang terima kasih banyak karena selalu membuat aku bahagia dengan memberikan aku keturunan." Nathan lalu mengecup lembut bibir sang kekasih dengan penuh kasih Sayang.
Lee menerima kecupan sang suami dengan lembut dan dia hanya bisa memejamkan matanya saja.
Tautan bibir mereka menyatu seolah-olah tidak mau dipisahkan sama sekali.
Setelah terlihat bahwa sang kekasih kehabisan oksigen dan melepaskan tautan bibirnya, dan membiarkan Lee bernapas dengan lega, setelah itu dia itu langsung memberikan ciuman kepada leher sang kekasih lalu meremass dada calon istrinya tersebut.
"Sayang jangan di sini, banyak orang," tolak Lee kepada Nathan. Nathan benar-benar pura-pura tidak mendengar ucapan Kekasihnya, karena yang ada dipikirannya sekarang adalah sebuah hawa nafsu saja.
Matanya sudah dipenuhi oleh kabut gairah yang membiru. Pria itu seolah-olah menatap Lee Ji An seperti sebuah makanan yang sangat lezat. Bagaimana tidak lezat, Lee teramat seksi dengan keadaan tubuh basah seperti itu. Lalu tanpa segan pria itu pun langsung menggendong sang kekasih dan membawa kekasihnya masuk ke dalam mobil.
🎄🎄🎄
Warning
__ADS_1
10 bab terakhir ðŸ˜