
Tanpa terasa sepasang kekasih itu kini sudah sampai di Negeri Cina. mereka berdua saling berpegangan tangan dengan begitu bahagia. Nathan kini sudah mendorong troli yang berisi koper mereka. Nenek Liao sudah mengetahui perihal kedatangan Cucunya, karena sebelum berangkat Nathan sudah mengabari sekretaris Han bahwa Nathan dan Lee Ji An akan segera datang ke Cina, dan itu membuat Sekretaris Han langsung melapor kepada Nyonya Liao.
Nenek Liao begitu senang tatkala Cucunya membawa seorang menantu ke rumahnya, Nenek sebenarnya ingin Lee membawa serta bayinya, walau cuma bayi angkat tidak apa-apa. Tapi ketika Lee Ji An datang tidak membawa serta bayinya, Nenek pun tidak marah, dia mengerti bahwa sang bayi memang baru saja pulang dari Rumah Sakit dan tidak baik diajak untuk bepergian jauh.
Kini Nathan sudah dijemput oleh sekretaris Han di bandara, dia langsung masuk ke dalam mobil yang sudah disediakan dan akhirnya beberapa saat kemudian mereka pun sampai di mansion kediaman keluarga Liao.
Lee Ji An takjub karena ternyata keluarga Nathan begitu kaya raya. Memang sih tidak berbeda jauh dengan dirinya, tetapi suasana di Kota Tiongkok emang jauh berbeda dengan suasana di Korea Selatan. Nathan sendiri sebenarnya ingin mengajak Lee datang ke sebuah tempat di mana mereka pertama kali berjumpa, yaitu Hotel di mana mereka pertama kali bercinta.
Tapi nanti saja karena sekarang Lee harus menghabiskan banyak waktunya bersama sang Nenek. Nenek sengaja memasak banyak bersama para maid-nya mempersiapkan makanan untuk Cucu dan Cucu menantunya.
"Selamat datang cucuku, cucu menantuku yang cantik. Ya Tuhan Nenek sungguh bahagia akhirnya kamu bisa datang ke rumah kami, rumah ini kelak akan menjadi rumahmu Sayang, jangan sungkan mintalah sesuatu jika kamu memang membutuhkannya. Ayo kita duduk di ruang tengah, sebentar Nenek akan memperlihatkan sesuatu kepadamu Nak," ucap Nenek Liao kepada Lee Ji An sambil memeluk Cucu menantunya dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
"Nenek aku pun senang bisa datang ke sini, aku bisa bertemu dengan Nenek dan tahu rumah Nathan di mana, kalau ingat masa lalu sungguh sangat menyedihkan. Aku bahkan mencari Nathan tanpa tahu arah, pada saat aku sedang hamil aku mencari keberadaan Ayah dari Anakku, tapi tidak ditemukan sama sekali, dan sekarang aku bahkan bisa berjumpa dengan keluarga dari pria yang menjadi calon suamiku. Aku sungguh bahagia Nenek. Nenek begitu baik kepadaku. Aku sayang sama Nenek dan tolong maafkanlah aku karena tidak bisa membawa serta baby Ryu ke Tiongkok," ungkap Lee Ji An kepada Nenek kesayangannya.
"Tidak apa-apa kalau kondisinya memang tidak memungkinkan, Nenek mengerti Cucuku, sekarang ayo kita duduk di sini, ini Nenek mau memperlihatkan album masa kecilnya Nathan, pasti kamu tidak tahu kan bagaimana wajah Nathan waktu kecil" kata sang Nenek dengan sumberingah dan begitu bersemangat karena dia ingin memperlihatkan album masa kecil Nathan.
"Nenek jangan seperti itu aku kan jadi malu," kata Nathan tersenyum manis kepada sang Nenek, pria itu begitu malu ketika ada seseorang yang melihat album masa kecilnya karena kebanyakan foto Nathan itu diambil ketika Nathan sedang tidak mengenakan pakaian.
"Biar saja Nathan, Lee adalah calon menantuku dan dia adalah calon istrimu. Biar dia tahu suaminya seperti apa di masa kecil, biar dia tahu bahwa suaminya memang sangat bandel waktu kecil, sampai susah sekali untuk mengenakan pakaian, lari kesini, lari ke sana, membuat Nenek sangat bingung," ungkap sang Nenek dengan senyuman manisnya, Nathan hanya terkekeh sambil menggelengkan kepalanya.
"Aku ingin segera melihat foto Nathan Nenek. Ayo cepat nanti perlihatkanlah padaku aku, ingin melihat calon suamiku sewaktu bayi, balita, batita, bahkan remaja, sampai sekarang ternyata sudah tua," Lee Ji An begitu bersemangat ingin melihat semuanya.
"Oh ya ampun ini kah kamu Nathan. Memang kamu benar-benar sangat mirip dengan Putra kita, Baby Ryu sangat mirip denganmu. Aku tidak menyangka bahwa dia akan menjadi fotokopian dirimu," Lee Ji An takjub melihat foto dari calon suaminya yang benar-benar sangat mirip dengan Baby Ryu saat ini.
__ADS_1
"Benarkah Cucuku begitu mirip dengan Cicitku? Nenek jadi sangat penasaran ingin melihat dan memeluk bayi kecil itu," ungkap sang Nenek dengan dahi yang mengerut dia tidak menyangka bahwa Baby Ryu dikatakan mirip dengan Nathan, tetapi Nenek Liao tidak percaya apa yang dikatakan oleh Lee Ji An pasalnya Nathan mengatakan bahwa bayinya meninggal dan Baby Ryu adalah bayi yang telah diadopsi oleh keluarga Lee. Tapi mana mungkin bisa semirip itu, mungkin saja Lee Ji An memang mengira-ngira mengada-ada.
"Benar sekali Nenek. Nanti kalau sudah di Indonesia ini bisa berjumpa dengan Baby Ryu Nenek bisa memeluknya, mencium dan bahkan mendekap dengan erat," ungkap Lee Ji An kepada Nenek Liao.
Nenek Liao tersenyum begitu manis menyanggupi semua perkataan dan Cucu menantunya, dia langsung berteriak memanggil beberapa perayaan untuk menyajikan beberapa minuman, dan makanan kecil untuk cuc,u dan cucu menantunya. Karena dia tahu Nathan sangat suka ngemil. Nenek tau ketika Nathan hendak pulang maka dia harus memiliki stok yang banyak untuk cucunya.
"Lihatlah hidung Nathan dan semuanya mirip dengan Baby Ryu benar-benar aku sangat takjub," kembali Lee memuji kemiripan di antara keduanya itu, terlihat begitu bahagia tatkala melihat foto-foto kenangan masa kecilnya Nathan, dan kini Lee pun melihat foto kedua orang tua Nathan yang telah meninggal.
"Ini apakah ini foto kedua orang tua Nathan?" tanya wanita itu sambil menatap mata sang Nenek dengan tajam. Nenek Liao pun mengangguk sambil tersenyum dengan manis.
Lee Ji An sebetulnya ingin sekali bertanya kenapa kedua orang tua Nathan meninggal secepat itu, apakah ada tragedi yang menyebabkan mereka belum meninggal, tetapi wanita itu tidak mau mengungkit luka hati Nathan dan Nenek. Jadi dia memilih untuk diam dan berpura-pura tidak penasaran. Padahal sebenarnya wanita itu sangat penasaran dengan kejadian di masa lalu.
__ADS_1
"Nanti Nenek akan menyuruh Nathan membawamu untuk berziarah ke makam kedua orangtuanya Nathan, tapi jangan sekarang, sekarang Kamu harus istirahat dulu apakah kamu mau seseorang memijat kaki dan tanganmu agar kamu tidak lelah Lee," Nenek Liao menawarkan sesuatu pada Lee, tentu saja Lee sangat senang dia mengangguk karena memang badannya membutuhkan relaksasi seperti itu.
Lalu Lee Ji An pun kini sudah disajikan beberapa makanan ringan dan minuman kesukaannya, beberapa saat kemudian Nenek Liao menelepon sebuah salon kecantikan agar segera datang ke rumahnya dengan petugas dan peralatan yang lengkap supaya Lee Ji An bisa di message saat ini.