
Nathan kini sudah dilarikan ke Rumah Sakit. Pria itu merasa sangat terkejut karena mendengar ucapan dari Kim Mi So. Dokter sudah merawatnya dan menyarankan Nathan untuk beristirahat selama beberapa hari di Rumah Sakit.
Dan kini tuan Hyuga serta sekertaris sedang menemani Nathan di ruangan VIP Rumah Sakit.
"Saya sudah bisa menyimpulkan bahwa memang anak tadi itu keturunan dari tuan Nathan Liao, kemiripannya 99% mirip," ujar tuan Hyuga kepada Sekretaris Chen.
"Seperti yang saya dengar tadi, penjelasan dari nyonya Kim tersebut, sepertinya memang benar, mungkin saja sebelum kejadian amnesia, tuan Nathan hendak menikah dengan gadis tersebut, tetapi karena tuan hilang ingatan jadi pernikahannya gagal, tetapi yang membuat saya merasa aneh, kenapa tidak ada satupun orang terdekat yang memberitahukan hal ini," kata Sekretaris Chen pada tuan Hyuga.
"Bisa jadi ada permainan di dalamnya. Apakah tuan Nathan memiliki kekasih lain?" tanya tuan Hyuga kepada Chen.
"Sepertinya selama 5 tahun terakhir ada seorang perempuan yang terus menempel kepada tuan Nathan, dan kemarin mereka akhirnya bertunangan, kata-kata Nathan emang bener, dia tidak menyukai perempuan itu, bahkan teman dia mengeluh kalau dia tidak merasa bahagia, bersama perempuan tersebut, pada saat tuan Nathan ingin bertemu dengan Lee Ji An, ternyata di sana dia dihadang oleh kakaknya yang bernama Lee Young Joon, dari kejadian itu pun sudah jelas bahwa memang mereka ada hubungan di masa lalu," kata Sekretaris Chen pada tuan Hyuga.
"Itu sudah jelas sekali, sekarang tinggal lakukan tes DNA saja untuk memperkuat, coba kamu periksa kantong bajunya. Siapa tahu rambut yang tadi masih di kantongi," ucapkan Hyuga kepada sekretaris Chen.
"Maaf Tuan, saya tidak berani untuk memeriksa, nanti saja tunggu beliau bangun," kata Sekretaris Chen.
"Baiklah kalau seperti itu, sebentar lagi paling tuan Nathan akan segera bangun, Dokter sudah memberikan banyak obat kepadanya. Aku tidak menyangka bahwa dia memiliki kondisi tubuh yang selemah itu?" kata tuan hyuga kepada sekretaris Chen.
__ADS_1
"Kalau saya dengar dari orang lain, dulu tuan Nathan pernah mengalami kecelakaan saat berada di Indonesia, dan beliau koma selama beberapa bulan, setelah itu kondisi tubuhnya tidak sama dengan orang lain," kata sekretaris Chen menjelaskan kepada tuhan Hyuga.
"Sebuah cerita yang sangat tragis, memang menyedihkan," sahut tuan Hyugaa dengan tatapan yang tajam menatap kearah Nathan yang kini sudah mulai menggerakkan tangannya.
"Lee ... Lee ... Lee." Suara lemah terdengar dari mulut pria Itu dia mencoba memanggil orang yang kini sudah sangat berarti dalam hidupnya. namun sayangnya Nathan masih belum mengerti.
"Tuan Nathan. Apakah anda sudah bangun?" tanya Sekretaris Chen pada bosnya.
"Chen ... dimana aku Chan?" tanya Nathan dengan suara yang rendah.
"Anda dibawa ke Rumah Sakit karena tadi anda pingsan beberapa jam, benar-benar membuat saya khawatirkan," ungkap Chen sambil mencoba memberikan segelas air minum kepada Nathan, agar Nathan bisa lebih tenang setelah meminum air mineral.
"Baiklah Tuan saya akan segera ke ruangan Dokter," ucap Chen Sambil pergi meninggalkan Nathan dan tuan Hyuga.
"Mengambil rambut anak itu sangat tepat, karena saya yakin bahwa anak kecil itu adalah keturunan anda. Setelah saya mendengar perkataan wanita tadi, semakin jelas," ungkap tuan Hyuga kepada Nathan.
"Aku harus mencari tahu semuanya, aku harus mencari tahu kenyata, betapa malangnya diriku, karena tidak bisa mengingat semua itu. Hidupku terasa hampa, bertemu dengan anda di Jepang, bekerjasama dengan anda di sini, ternyata bisa menemukan masa lalu saya, saya masih tidak tahu apa yang terjadi pada masa lalu itu," ungkapan Nathan dengan mata yang berkaca-kaca tubuhnya lemas dan bergetar. Pria itu benar-benar sangat cemas dan ingin tahu apa sebenarnya yang telah terjadi kepadanya.
__ADS_1
"Berterimakasihlah kepada Tuhan, yang telah memberikan jalan agar kita bekerjasama dan mempertemukan anda dengan masa lalu anda disini, melihat anak anda sudah sebesar itu, pasti dahulu kala hubungan kalian begitu harmonis, dengan pasangan anda," kata tuan Hyuga kepada Nathan.
"Aku tidak tahu, aku tidak tahu, aku tidak tahu semua itu. Tuhan aku bahkan tidak mengenali mereka, kalau sejak tadi itu anda juga tidak menggendong anak tersebut. Mana mungkin aku tahu kalau itu adalah anakku, dan wanita itu mengatakan bahwa aku tidak boleh menemui lagi, berarti ibu dari anak itu adalah Dokter Lee yang kemarin merawatku, tapi kenapa dia tidak pernah menyapaku sama sekali. Dia berpura-pura tidak mengenaliku. Aku sangat bingung, Tuan Hyuga aku harus bagaimana?" tutur Nathan dengan semua kekesalannya, karena Lee Ji An benar-benar mengabaikannya.
"Jika kamu memang merasa kebingungan, datanglah ke rumahnya, tanyakan sendiri kepada wanita itu, beruntung sekali ternyata masa lalumu ada seorang wanita yang cantik, seperti itu Dokter Lee Ji An, sangat manis dan aku pun menyukainya, kamu datang dan mulai lagi dari awal bersamanya. Minta maaflah kepadanya," kata tuan Hyuga kepada Nathan.
"Itu tidak mungkin terjadi Tuan, karena sekarang Dokter itu sudah bertunangan, acaranya terjadi kemarin saat aku diusir oleh kakaknya yang bernama Lee Young Joon, untuk sekarang aku tidak mau merasa ketakutan terus-menerus, hidupku penuh dengan tanda tanya seperti ini, aku ingin sebuah kepastian. Tuan Hyuga tolonglah aku, bantu aku Tuan, aku harus bagaimana?" Pria itu bahkan memukul-mukulkan kepalanya karena kepalanya terasa sangat sakit, dengan denyutan yang begitu hebat, tuan Hyuga terkejut melihat Nathan seperti itu, dengan segera dia memegang tangan Nathan agar tidak melukai dirinya sendiri, memukul kepala dan pelipis, seperti seorang orang sedang menghukum dirinya sendiri.
"Tenanglah Tuan saya mohon tenang. Tarik napas dulu!" kata tuan Hyuga kepada Nathan.
"Aku tidak bisa tenang. Aku harus mencari tahu semuanya tentang anak yang bernama Ryu Jin, dan aku mengabaikannya, selama ini dia memanggil Alayah kepada orang lain dan bukan kepadaku, ini tidak bisa dibiarkan," kata Nathan mencoba untuk menyeka tetesan air matanya, pria itu menangis karena merasa sangat stres dan depresi.
"Ayo minum dulu air mineral ini, setidaknya anda akan tenang," kata Hyuga kepada Nathan.
"Terima kasih banyak Tuan Hyuga. ya Tuhan kenapa kehidupan seperti ini, aku harus mengingat semua kejadian tetapi tidak memiliki ingatan apapun," lirih Nathan dengan suara yang rendah.
"Hanya kesabaran yang mampu menepis semua keraguan dan kegundahan. Bersabarlah," kata tuan Hyuga kepada Nathan.
__ADS_1
"Entahlah untuk saat ini kata-kata sabar tidak bisa kuungkapkan sama sekali," lirih Nathan dengan mata yang berkaca-kaca.
🎄🎄🎄 Bersambung 🎄🎄🎄