
Kini Nathan sudah masuk ke dalam pesawat. Meninggalkan kagaduhan yang dia buat di pernikahan Lee.
"Tuan minumlah ini, setidaknya minuman ini akan membuat anda segar kembali. Lihatlah wajah anda pucat seperti itu," kata Sekretaris Chen pada Nathan.
"Terima kasih banyak Sekretaris Chen. Memang aku membutuhkan minuman segar, jantungku masih berdetak tidak karuan seperti ini, aku memang sudah mengambil buah hatiku, tapi aku masih menyimpan hati kecilku di sana," lirih Nathan sambil menatap sekretaris Chen. Nathan memang duduk bersama baby Ryu Jin, anak itu tidak mau duduk sendiri di kursinya, dia ingin duduk dipangkuan Nathan dan memeluk ayahnya dan kini putranya itu sudah tidur dengan lelap di pelukan sang ayah.
"Apa Tuan muda Ryu Jin mau saya bantu untuk saya tidurkan di sebelah?" tanya Sekretaris Chen pada Nathan.
"Tidak perlu Sekretaris Chen, sepertinya Ryu tidak mau melepaskan diri dariku, disuruh duduk pun dia tidak mau, dia ingin duduk di pangkuanku, entah mungkin dia takut Lee Young Joon menyusulnya ke dalam pesawat, aku sangat bahagia karena ternyata Ryu Jin begitu menyayangiku, ikatan batin kami begitu kuat." Nathan berkata sambil menatap Sekertaris Chen.
"Benar sekali tuan muda Ryu Jin sudah mengerti perasaannya, bahwa dia lebih menyukai bersama dengan anda, karena anda adalah Ayah kandungnya. Walaupun memang sejak kecil tinggal bersama Tuan Young Joon tapi ternyata anda bisa mengambil hati tuan muda lebih cepat," ucap Sekretaris Chen sambil menatap Ryu Jin dengan tatapan yang berbinar.
"Karena dia putraku, karena aku ini Ayahnya. Sehingga kami tidak mau saling dipisahkan," kata Nathan sambil menatap putra kesayangannya, yang kini sudah tertidur dengan lelap.
__ADS_1
"Sedih sekali ya, melihat pesta itu hancur. Tetapi apakah anda berpikir bahwa pernikahan itu akan berjalan. Apakah sehun akan terus menikahi nyonya Lee?" tanya Sekretaris Chen dan merasa sangat penasaran, dengan apa yang terjadi di pesta pernikahan itu.
"Melihat watak Sehun yang tidak mau mengalah, sepertinya acara pernikahan itu akan berjalan lancar, Sehun pasti akan menikahi Lee Ji An, Lee pun tidak akan bisa menolak, mungkin ini adalah akhir dari cerita kami, aku harus segera melupakan dia, aku harus hidup juga, aku tidak bisa terus-menerus merasa sesak seperti ini," lirih Nathan dengan sendu.
"Sabarlah Tuan semuanya akan baik-baik saja, jika memang hari ini adalah hari pernikahan Sehun dan nyonya Lee, hari ini adalah hari kebahagiaan Tuan juga, karena anda pulang berhasil mengambil buah hati anda dengan penuh perjuangan. Saya hanya ingin memberi saran semoga anda lekas melupakan nyonya Lee secepatnya," kata Sehun dengan suara yang rendah, mencoba menyemangati Nathan disaat hari-hari terburuknya.
"Aku belum bisa melupakan Lee, aku masih sangat mencintainya, setiap mimpiku pun aku selalu memimpikan dia, tak ada wanita yang aku cintai selain dia, dan sekarang dia sudah menjadi istri orang lain. Yang pasti tak tahu aku harus apa, bahkan aku tak sanggup untuk melupakan dia. Aku harus bagaimana?" Nathan menatap Sekretaris Chen dengan matanya yang basah, lalu sesaat kemudian Nathan menatap buah hatinya yang tertidur lelap, dan mengecup kening sang putra dengan penuh kasih sayang.
"Anda harus move on Tuan, perempuan itu banyak," sahut Sekretaris Chen.
Sekertaris Chen merasa sangat iba melihat bosnya menitikkan air mata seperti itu, dia tidak bisa membantu yang lain, selebihnya Itu adalah masalah hati. Maka dia angkat tangan jika masalah dengan perasaan.
"Maafkan aku Tuan, bicara soal perasaan saya tidak mengerti perasaan Tuan yang sebenarnya. Karena memang saya tidak mengalaminya Tolong maafkan saya," kata Sekretaris Chen dengan penuh harap.
__ADS_1
"Tidak apa-apa karena kamu memang tidak mengetahui perasaan ini, maka kamu pasti tidak akan pernah mengira bahwa perasaan seperti ini adalah perasaan yang paling sakit, aku sakit sekali karena harus memendam cinta, aku mencintai Lee begitu dalam, tetapi Lee hari ini menikah dengan Sehun. Aku benar-benar merasa hidupku sudah hancur, dan jatuh ke lubang yang paling dalam, tapi kesakitan hatiku ini dalam sekejap bisa berubah, tapi melihat bahwa sekarang buah hatiku sudah aku peluk, aku dekap erat yang itu semua adalah anugerah dari Tuhan. Terbayar sudah, kalau Lee menikah dan aku tidak mendapatkan Ryu Jin dalam pelukanku maka pasti aku akan hancur, sehancur hancurnya," kata Nathan dengan suara yang rendah, pria itu kembali meneteskan air matanya, benar Nathan memang merasa sakit hati atas pernikahan Lee Ji An.
Ucapan Nathan, semuanya begitu membuat Sekretaris Chen ikut merasa sedih, karena dia tidak bisa membantu lagi jika urusannya dengan hati.
"Maafkan saya, saya hanya bisa memberikan semangat untuk anda, tidak bisa memberikan hal yang lain," ucap Sekretaris Chen dengan rasa bersalahnya.
"Tidak apa-apa Sekretaris Chen, kamu ada disampingku sudah cukup buatku saat ini, hatiku memang sakit dan terkoyak karena pernikahan yang terjadi hari ini. Baiklah aku memang harus mencoba untuk melupakan, aku harus mencoba untuk merelakan Lee untuk Sehun. Walaupun pada kenyataannya akan sangat sulit bagiku untuk melupakan wanita itu," lirih Nathan lirih.
"Pelan-pelan saja Tuan aku yakin semuanya akan baik-baik, saja rasa sakit di hati anda pasti akan hilang dengan berjalannya waktu," kata Sekretaris Chen dan memberikan semangat untuk Nathan.
"Baiklah akan aku coba, aku harus bisa melupakan dia, padahal sebenarnya aku tidak bisa untuk melupakan dia, karena walau bagaimana pun aku masih berharap Lee masih mencintaiku, menyusul kami dengan segera," kata Nathan dengan suara yang bergetar.
"Sabarlah Tuan muda. Anda harus bersabar aku yakin Tuhan pasti akan membantu anda. Siapa tahu saja setelah Lee menikah dengan Sehun. Sehun tiba-tiba serangan jantung itu kan bisa saja terjadi," ucap Sekretaris Chen dengan lugas.
__ADS_1
'"Itu hanya ada di dalam sebuah novel, tidak mungkin Sehun meninggal mendadak, dia bahkan pria yang sehat. Aku lihat sendiri tubuhnya begitu tegap, bahkan akulah yang sakit-sakitan bukan dia." Nathan menatap Sekretaris Chen dengan mata yang sembab.
Halo Sekretaris Chen menggelengkan kepalanya, dan tidak bisa menjawab apapun. Nathan kembali membelai rambut buah hatinya yang sedang tertidur pulas. Dia mengecup kening sang baby dengan penuh kasih sayang, dia tidak menyangka bahwa dia bisa berhasil mengambil hatinya, walau dia tidak berhasil mengambil hati Lee Ji An, dan meninggalkannya di pernikahan. Sakit memang hati Nathan, jika mengingat pasti saat ini Lee sedang melangsungkan upacara pernikahan yang sempat dia gagalkan tadi.