Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Kondisi


__ADS_3

Nathan kini sudah ada di ruangan rawat inapnya. Pria itu sedang di periksa oleh Dokter.


"Bagaimana Dok, apa saya sudah boleh pulang hari ini, ini bahkan sudah hari ke-4 saya di rawat di sini," tanya Nathan kepada sang Dokter yang kini sedang berada di hadapannya.


"Iya Pak, anda sudah boleh pulang, tetapi ingat, anda tidak boleh kelelahan lagi, karena daya tahan tubuh anda akan langsung menurun, dan yang utama anda harus sering cek up, kondisi kepada anda belum sepenuhnya pulih, jika sakit kepala anda semakin hebat maka jalan terbaik adalah operasi," kata Dokter tersebut menjelaskan kepada paseinnya kondisi Nathan saat ini.


"Aku tidak mau operasi sebelum pernikahan, aku ingin menikah dengan kekasihku Dok, dan jika nanti setelah menikah pun aku aku tetap di operasi, rasanya sangat berat," kata Nathan kepada Dokter tersebut.


"Saya hanya menyarankan saja Tuan, itu pun demi kebaikan anda, agar anda tidak merasakan kesakitan lagi," kata Dokter itu sambil menorehkan senyum yang manis kepada pasiennya tersebut.


"Terimakasih atas saran dari anda Dokter," ucap Nathan kepada Dokter tersebut.


"Sama-sama Tuan, sekarang anda boleh ke kasir untuk mengurus administrasi," kata Dokter tersebut dengan senyuman yang manis.


"Iya dok."

__ADS_1


Lalu Dokter itupun pergi meninggalkan ruangan rawat inap Nathan. Kini tinggallah Nathan berdua dengan Dokter Yuan sahabatnya. Dokter Yuan lalu mendekati Nathan dan menatap mata sang sahabat dengan sangat erat.


"Nathan, Dokter itu mengatakan hal yang sebenarnya, operasi adalah jalan terbaik untuk kamu, sakit kepada yang selama ini telah mengganggumu itu sangat bahaya," kata Dokter Yuan Chuan.


"Yuan, bukankah sudah kamu ketahui, bahwa tidak mungkin aku melakukan operasi tersebut, bukankah kamu tahu sendiri bahwa aku tidak bisa melupakan kenanganku bersama Lee Ji An," kata Nathan kepada sang sahabat.


"Nathan ... Lee sekarang sudah ditemukan, dan kalian telah bersama, kalian akan segera menikah, kalian akan hidup bahagia, walaupun memang nanti setelah operasi kamu akan melupakan semua kenangan kalian berdua, tetapi kalian bisa merajut kembali semua cerita tentang kalian berdua, memulai kembali kisah cinta kalian, bahkan dalam bahtera rumah tangga, jadi apa lagi yang kamu takutkan Nathan?" ungkap Dokter Yuan Chuan kepada sang sahabat.


"Tidak semudah itu Yuan, walau kami sudah menikah, kami nanti aku akan melupakan sesuatu yang sangat berharga dalam hidup kami, dalam hidup aku dan dia, ada seseorang yang akan terlupakan," ungkap Nathan kepada Dokter Yuan Chuan.


"Soal apa lagi Nathan, jangan memperumit masalah, ini sebetulnya sangat mudah dan ini demi kebaikanmu sendiri agar kamu tidak kesakitan lagi," ungkap Dokter Yuan Chuan dengan tatapan mata yang penuh dengan tanda tanya.


Pria itu benar-benar menangis saat ia mengungkapkan isi hatinya kepada sang sahabat.


"Maafkan aku tidak tau isi hatimu, dan terus memaksa mu untuk melakukan operasi tanpa memperdulikan isi hatimu," ungkap Dokter Yuan Chuan kepada Nathan.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Yuan," jawab Nathan.


"bayimu, Lee Ji Nan ... apa benar Lee tidak tau keberadaannya?" Dokter Yuan bertanya dengan kening yang mengerut.


"iya Lee Ji An tidak tahu kalau bayinya telah tiada, bahkan tidak ada nama Lee Ji Nan sama sekali dalam pikiran Lee, hanya Ryu Jin yang ada dalam pikirannya, bayi adopsi yang menggantikan posisi putriku, bukankan anaku di surga akan sangat sedih ketika tau bahwa kedua orangtuanya melupakannya, jadi cukup lah Lee Ji An yang melupakan Ji Nan, dan aku tidak tega sampai melupakan buah hatiku sendiri, walaupun bayiku sudah tiada tetapi tetap saja, aku sangat mencintai bayiku, aku menyimpannya di dalam hatiku, selamanya," tutur Nathan dengan mata yang basah.


Dokter Yuan kini hanya bisa diam mendengar semua penuturan dari sang sahabat. Kini Yuan tak bisa berkata-kata lagi. Dia menyesal telah menekan sang sahabat untuk melakukan operasi pada kepalanya. Kini Yuan hanya bisa menuruti semua keinginan Nathan. Karena dia merasa sangat iba mendengar alasan penolakan sahabatnya tersebut.


"Sekarang kamu jangan banyak pikiran lagi Nathan, aku berusaha selalu mendukungmu, jika nanyak pikiran maka kamu akan sakit kepala lagi, baiklah kamu istirahat sebentar ya, aku akan mengurus semua administrasi dulu," kata Dokter Yuan dengan senyumannya. Dan Nathan pun mengangguk.


Nathan kini hanya sendiri di kamar rawat inapnya. Dia lalu membuka sebuah laptop miliknya, dan ternyata di dalam sana banyak sekali video masa kecilnya bersama kedua orangtuanya, terutama sang ibu. Wajahnya terlihat bahagia menatap video tersebut.


"Mama, Papa, kalian terlihat bahagia, senyuman kalian membuat hatiku merasa teramat tenang dan damai, aku tau kalian berdua melihatku dari surga, Mama Papa aku merindukan kalian berdua," ungkap Nathan sambil terus menatap video kedua orangtuanya.


Nathan begitu merindukan masa dimana dia masih bersama dengan kedua orangtuanya. Saat itu Nathan masih sangat kecil, usianya masih empat tahun ketika kedua orang tua Nathan meninggal dalam sebuah tragedi yang merenggut semua kebahagiaan mereka. Masa kecil Nathan hancur ketika kedua orang tuanya meninggal secara bersamaan, dan Nathan bertahan hidup dengan kenangan yang masih tersisa. Karena itulah Nathan tidak mau melupakan dan menghilankan kenangan tersebut.

__ADS_1


Selain kenangan kedua orang tua Nathan ada kenangan buah hatinya Lee Ji Nan yang tak mau Nathan lupakan, bayinya bersama dengan Lee Ji An. Bayi yang sama sekali tidak Lee Ji An ketahui keberadaannya. Di sisi lain Nathan pun tidak mengetahui perihal keberadaan bayi Ryu Jin. Entah sampai kapan kedua orang tua Lee akan menyembunyikan keberadaan putranya.


🎀🎀🎀


__ADS_2