Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Haru Bahagia


__ADS_3

Di saat keluarga Lee Ji An sedang menangis seperti itu, dari luar terdengar suara ketukan pintu. Namun karena keluarga Lee Ji An sedang menangis, sehingga ketukan pintu itu tidak terdengar oleh mereka.


"Nenek sepertinya keluarga Lee Ji An baru datang dari Korea. Lihatlah mereka masih pada menangis," kata Dokter Yuan kepada sang Nenek.


"Benar sekali, apakah tidak seharusnya kita masuk sekarang Yuan?" tanya sang Nenek kepada Dokter Yuan Chuan.


"Sebaiknya kita pulang dulu ke kamarnya Nathan Nenek, karena kita tidak bisa mengganggu tangisan haru mereka, tapi lihatlah Nenek sepertinya Lee sudah siuman, Nenek lihat!" kata Dokter Yuan Chuan. Mereka sebenarnya telah membuka pintu kamar rawat Lee Ji An sedikit, pintu kamar rawat itu terbuka sehingga mereka bisa menguping.


"Benar sekali, memang Cucu menantuku sudah siuman, syukur kepada Tuhan kita harus segera memberitahukan kabar baik ini kepada Nathan!" kata Nenek Liao sambil tersenyum manis, memang biasanya bisa melihat punggung kedua orang tua Lee Ji An.


Nenek Liao tidak melihat jelas karena memang hanya sedikit saja pintu yang terbuka mereka hanya bisa mengintip dari pintu itu.


"Ayo Nenek sebaiknya kita bergegas kembali ke kamar rawat inap Nathan!" kata Dokter Yuan mengajak sang Nenek.


"Baiklah Yuan, ayo kita berangkat sekarang!" ucap sang Nenek lalu mereka pun melangkah menjauhi pintu kamar tersebut, dan kini mereka langsung menuju ke tempat rawat inap Nathan.


Mereka sangat bahagia karena ternyata Lee sudah bangun dari masa komanya, dan ini pasti akan membuat Nathan sangat bahagia mendengar informasi ini. Nenek Liao pun tidak sabar ingin memberitahukan kabar bahagia ini kepada sang Cucu.


Mereka akhirnya telah sampai di ruangan rawat inap Nathan dan Nenek Liao tersenyum begitu manis menatap Nathan. Nathan merasa heran kenapa sang Nenek dan sahabatnya Yuan Chuanan tiba-tiba menorehkan senyum seperti itu.


"Ada apa ini, kenapa kalian datang selalu tersenyum aneh seperti itu?" tanya Nathan apa ada dua orang yang baru saja sampai di kamarnya.

__ADS_1


"Nathan Aku ingin sekali memberikan informasi ini kepadamu, tetapi sebaiknya Nenek saja yang memberitahukan," ucap Dokter Yuan kepada sang sahabat.


"Baiklah ayo cepet Nek, katakan kepadaku ada informasi apa kalian dapat, kalian sungguh sangat aneh!" ucap Nathan memicingkan matanya pria itu merasa heran sekaligus begitu penasaran dengan senyuman yang ditorehkan dua orang yang ada di hadapannya.


"Begini Nathan Cucuku tersayang, tadi Nenek dan Yuan sudah menuju ke ruangan Intensive Care Unit tetapi ternyata kekasihmu tidak ada di sana," kata sang Nenek.


"Lalu, Lee Ji An ke mana sekarang?" Nathan begitu terkejut mendengarkan kabar dari sang Nenek.


"Karena katanya kekasihmu sudah keluar dari masa kritis, Bukankah itu kabar yang sangat menggembirakan," ucap Nenek sambil tersenyum menatap Cucu kesayangannya.


"Benarkah Nenek, Lee sudah keluar dari masa kritisnya?" Wajah pucat Nathan berubah menjadi merah penuh dengan Rona kebahagiaan, Pria itu tidak menyangka bisa mendapatkan kabar yang sangat membahagiakan seperti ini.


"Benar sekali Cucuku, akhirnya tadi kami memutuskan untuk pergi ke kamar yang ditunjuk oleh Suster tersebut kamar seperti di lantai lima dan ternyata sesampainya kami di sana. Kami tidak bisa masuk ke dalam kamarnya dikarenakan kedua orangtua kekasihmu ternyata sedang menangis sambil memeluk Kekasihmu," tutur sang Nenek kepada Nathan.


"Iya betul sekali cucuku Sayang, dan ada lagi satu kabar yang sangat membahagiakan kabar Ini pasti akan membuatmu senang," kata sang Nenek sambil menolehkan senyum yang manis pada Cucunya.


"Kabar apa itu Nenek?" tanya Nathan dengan sangat penasaran.


"Ternyata kami memang belum bisa masuk ke dalam kamar rawat inapnya, kekasihmu. karena tadi kedua orang tuanya sedang menangis, tangisan harus sepertinya karena kasihmu kini sudah bangun dah keluar dari masa kritisnya, kekasihmu sudah siuman Nathan," ucap Nenek kepada Nathan, Nenek beliau memberitahukan informasi itu dengan tersenyum bahagia.


Nathan sendiri merasa sangat terkejut urat nadinya seperti seolah menyambung kembali, bersemangat dan benar-benar bahagia. Pria itu tidak menyangka kini kebahagiaan telah menghampirinya. Dia sangat bersyukur bahwa kekasihnya, Ibu dari anaknya kini sudah bangun dari masa kritisnya.

__ADS_1


"Apakah Nenek tidak berbohong? Apakah ini bukan sebuah kebohongan?" tanya Nathan dengan matanya yang berkaca-kaca pria itu seolah akan menangis dengan seketika mendengar kabar yang dilontarkan oleh sang Nenek.


"Benar sekali Nathan Untuk kapan ini berbohong, kekasihmu Lee Ji An kini sudah bangun yang sudah berbicara seperti manusia normal lainnya," kata sang Nenek dengan menorehkan senyuman bahagianya.


"Ya Tuhan terima kasih banyak, karena kekasihku sudah sembuh, kekasihku sudah siuman, Nenek aku-aku tidak sabar ingin menemuinya Nenek. Aku ingin memeluknya dan meminta maaf kepadanya!" Nathan meneteskan air matanya dia tak kuasa menahan rasa bahagia yang benar-benar telah merasuk ke dalam tubuhnya.


"Sabarlah Nak, saat ini keluarganya baru datang, kita tidak boleh mengganggu mereka!" Kata sang Nenek kepada Cucunya.


"Benar sekali Nathan, bersabar tunggu sampai nanti," ucap Dokter Yuan kepada sahabatnya.


"Aku tidak bisa bersabar. Sembilan bulan aku sudah meninggalkan dia, 9 bulan dia menderita sendiri. Dan kini aku telah membuat dia kehilangan bayi kami, aku pun telah meninggalkan dia di dalam masa kritisnya, aku sekarang sudah tidak bisa bersabar lagi. Aku ingin segera bertemu dengan dia, Yuan, Nenek. Aku ingin segera bertemu dengan Lee Ji An," tutur Nathan dengan air matanya yang mengalir. Dia menangis karena begitu bahagia dan begitu menyesali perbuatannya.


Nathan ingin sekali segera menemui kekasih hatinya dan meminta maaf kepada Lee atas semua perbuatannya, dia pun ingin mengatakan kepadanya bahwa dia sangat mencintainya, bahwa dia sangat merindukannya, bahwa dalam setiap langkah kakiny ada namanya, dan dalam hatinya hanya terukir nama gadisnya yaitu Lee Ji An.


"Iya kami sangat tahu perasaanmu, tetapi sabarlah dulu sebentar ya!" kata Dokter Yuan sambil menolehkan senyum yang manis kepada sang sahabat.


"Cucuku ini memang sangat bertanggung jawab, Nenek tahu bahwa sebagai penerus keluarga Liao, kamu tidak akan pernah meninggalkan tanggung jawabmu, Nenek tahu kamu sudah mencari Lee Ji An kemana-mana. Jadi bersabarlah sebentar lagi!" ucap sang Nenek sambil mengelus lembut rambut sang Cucu kesayangan.


"Tapi sampai kapan Nenek, aku sudah sangat tidak sabar," mata Nathan menatap sang Nenek dengan tatapannya yang penuh harap.


"Tunggu satu jam lagi. Hanya satu jam saja?" Nenek Liao menorehkan senyum manis kepada Cucunya dan Nathan pun akhirnya hanya bisa mengangguk, lalu menundukkan wajahnya.

__ADS_1


Bersambung.


Hallo kak mana likenya... duh pasti lupa kan...


__ADS_2