
"Ada apa ini sebenarnya, apa yang terjadi?" Isak tangis mulai terdengar dari bibir wanita paruh baya itu. Semua terasa begitu berat ketika melihat cucu kesayangannya terbaring lemah dengan keadaan yang sangat parah. Bahkan semuanya terlihat begitu mengerikan, ketika kini sang cucu sudah berada di dalam ruangan ICU karena baru selesai di lakukan operasi pada kepalanya.
"Tuan muda mengalami kecelakaan, beliau di tabrak oleh sebuah sebuah mobil, dan beliau terpental sangat jauh," jawab sekretaris Huo pada Nyonya besarnya.
"Ya Tuhan, ujian apa lagi ini. Tolong selamatkan cucuku satu-satunya, aku harus bagaimana Tuhan, Engkau selalu mengujiku seperti ini, Engkau telah mengambil Putraku, bersama menantuku. Dan kini kamu tidak boleh mengambil cucuku satu-satunya Tuhan. Aku mohon dengarkanlah do'a-ku!" Nenek paruh baya itu menangis dengan begitu lirih, dia menangis sambil berucap do'a dalam mulutnya.
Sebuah ketakutan sudah mulai menjalar ke seluruh sanubarinya. Wanita tua itu benar-benar merasakan hal yang sama, ketika ketakutan itu tiba, saat kecelakaan putranya 20 tahun yang lalu. Kini ketakutan yang sama telah menjalar dan membuat dia seolah-olah tak bisa lagi bernafas dengan lega. Semua teramat sangat sulit untuknya, tak sanggup jika dia harus kehilangan cucu kesayangannya.
"Aku harus bagaimana, aku harus bagaimana sekretaris Huo, aku harus bagaimana Tuan Huo?" Ucap sang Nenek dengan tangisannya yang meledak, dia benar-benar tak sanggup lagi menahan tangis dalam hatinya. Dia mengeluarkan semuanya, dia menangis meraung-raung tanpa peduli dia sekarang berada di mana.
"Berdo'a-lah kepada Tuhan Nyonya, semuanya pasti akan baik-baik saja. Saya yakin cucu anda akan sehat dan segera bangun, karena dia tidak selemah yang kita kira,"
"Tuan Huo, aku tidak sanggup membayangkan hal-hal yang buruk, aku tidak sanggup lagi kehilangan. Sudah cukup aku kehilangan mereka, jantung hatiku yang kini sudah berada di surga, sekarang bagaimana aku akan kehilangannya, dia adalah nyawaku. Nathan adalah cucuku, kalau tanpa dia tidak ada artinya hidupku didunia ini," Nenek Liao benar-benar sangat mencintai cucunya.
Nathan adalah pewarisnya, penerusnya, dan juga Nathan adalah nyawanya, Jika sesuatu hal terjadi kepada Nathan maka Nenek Liao benar-benar tidak sanggup untuk bertahan hidup. Separuh nafasnya ada bersama Nathan, yang sekarang bahkan Nathan tak sanggup untuk bernapas lega, pria itu bernafas harus menggunakan alat bantu nafas.
Kecelakaan yang di alami oleh Nathan adalah hantaman besar bagi Nenek liao. Ia tak sanggup untuk menerima jika sampai ada kabar buruk dari Dokter. Wanita paruh baya itu terus berdo'a dalam hatinya, dia yakin bahwa memang cucuknya tidak selemah yang dia pikir.
"Tuhan Huo, jika cucuku Nathan sehat kembali, maka aku akan segera menikahkan dia,"
__ADS_1
"Anda akan menikahkannya kepada siapa, ibu Presiden," tanya sekretaris Huo pada Nenek Liao.
"Siapapun dia, seorang wanita yang bisa melahirkan keturunan keluargaku, aku harus segera menikahkan cucuku pada wanita yang dia suka, aku harus mendapatkan cicit dengan segera, ini demi kelangsungan pewaris keluarga," Nenek berkata dengan air mata yang menetes, dia sudah berencana untuk menikahkan Nathan pada siapapun yang Nathan inginkan. Tidak peduli siapapun itu.
Dia tidak ingin menjodohkan Nathan atau mengenalkan Nathan pada wanita yang tidak Nathan sukai. Tapi beliau akan menunggu sampai Nathan segera mengenalkan seorang wanita kepadanya. Di balik kaca Nenek Liao hanya bisa melihat cucu kesayangannya terbaring lemas tak berdaya.
"Nyonya apakah anda sudah tau, seseorang yang bernama Lee?" Ujar Tuan Huo kepada Nyonya Liao
"Lee, Siapa dia?"
"Dia adalah seseorang yang sedang Tuhan muda cari selama dua bulan ini, bulan ini saya mengetahui Tuan muda sedang mencari seorang wanita yang bernama Lee, dari salah satu anak buah saya," ucapkan Tuan Huo kepada Nyonya besar Liao. Nenek Liao benar-benar terkejut dengan apa yang di katakan oleh Tuan Huo.
"Sepertinya begitu Nyonya besar, karena anak buah saya sampai mencari ke Korea Selatan, tetapi tidak juga di temukan," tutur Tuan Huo dengan nada yang datar.
"Kalau begitu lanjutkan pencarian, temukan dia. Siapa tahu dia memang adalah kekasihnya Nathan." Nyonya besar Liao sangat menggebu dan benar-benar ingin menemukan keberadaan Lee.
"Baiklah Nyonya, akan segera saya perintahkan mereka untuk mencari keberadaan gadis itu, di China dan di Korea,"
"Lakukan secepatnya, kirim orang sebanyak mungkin, aku ingin segera menemukan gadis itu, tapi ingat, perlakukan gadis itu dengan baik, kalau bisa setelah di temukan tidak usah di apa-apakan, sebaiknya aku sendiri yang menemuinya," pesan Nyonya besar Liao kepada sekretarisnya.
__ADS_1
"Tentu saja. Kami tidak akan menyakiti Nona muda tersebut, anak buah saya akan mencarinya, mungkin itu karena Nathan begitu mencemaskan gadis itu, mungkin saja mereka baru saja putus, atau mungkin ada sesuatu hal terjadi antara mereka berdua, sampai akhirnya mereka berdua terpisah. Tugas kita sebagai orang tua, hanyalah membujuk mereka untuk terus bersama, bukan begitu ibu presdir?" tutur Tuan Huo kepada Nyonya besar Liao.
"Nathan selama ini memang menjaga jarak dengan seorang perempuan, Baru kali ini dia mencari seorang perempuan, apalagi mencari sampai ke dua Negara seperti itu. Itu berarti perempuan itu sangat penting buat Nathan. selama ini Natan menjaga jarak dari Agatha Chuan dan dari gadis-gadis lainnya yang aku perkenalkan kepadanya. Maka sebaiknya sekarang waktunya untuk aku menyatukan mereka berdua," Nenek Liao ingin sekali segera menyatukan Nathan dengan gadis tersebut, beliau yakin gadis tersebut adalah orang yang penting untuk cucunya.
"Baiklah Nyonya besar. Akan segera saya perintahkan anak buah saya, sebanyak mungkin. Kalau begitu Permisi saya akan menelepon mereka terlebih dahulu," Tuan Huo akhirnya undur diri meninggalkan Nyonya besar Liao sendirian.
"Pergilah perintahkan mereka, dan cepat temukan wanita itu, agar Nathan bisa tersenyum senang ketika dia bangun!" Nenek Liao benar-benar berharap Nathan segera terbangun. kini dia hanya bisa menatap cucu kesayangannya dari balik kaca ruangan intensif.
Kondisi Nathan saat ini sungguh menyedihkan, dia bahkan memiliki wajah yang tampan, tetapi kini wajah Tampan itu telah di penuhi dengan perban. Tadi siang Dokter sudah melakukan operasi kepada kepala Nathan. Namun untuk wajah Nathan sendiri belum bisa dilakukan operasi plastik. karena menunggu kondisi Nathan membaik terlebih dahulu.
"Bangunlah cucuku, tolong bangun demi Nainai, Nainai sangat ingin kamu sehat, dan tersenyum!" Wanita paruh baya itu hanya bisa meneteskan air mata. Ketika kini sanubarinya berharap cucu kesayangannya segera terbangun dari kritisnya.
Sedang Nathan sendiri hanya bisa terlelap, di dalam dunia yang gelap, tanpa suara dan tanpa sinar yang meneranginya.
Bersambung.
minta ucapan tahun baru dong buat Nathan
klik di tanda panah ya kak.
__ADS_1