Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Identitas


__ADS_3

Indonesia, 01 juni 2020. Menjadi sebuah tanggal dan tempat dimana hari pernikahan akan dilaksanakan. Hari ini tanggal 1 Juni tepatnya pesta pernikahan itu akan dilaksanakan, di sebuah hotel mewah di kota Jakarta.


Lee Ji An beserta keluarga sudah berada di hotel tersebut, dia sendiri sudah dihias oleh perias pengantin yang sudah disiapkan sedemikian rupa oleh keluarga Nathan.


Wanita itu begitu manis, benar-benar cantik layaknya Bidadari, tidak ada yang bisa menandingi kecantikannya saat ini, wajahnya yang putih hanya perlu menaburkan sedikit bedak dan beberapa riasan shading serta lipstik membuat Lee menjadi wanita tercantik yang ada di hotel tersebut.


Sang ibu tidak henti menatap kecantikan buah hatinya, dia tidak menyangka bisa melahirkan anak secantik Lee Ji An. Tidak disangka hari yang ditunggu itu kini telah datang, di mana Lee Ji An akan meresmikan hubungannya bersama Nathan dalam sebuah ikatan suci pernikahan yang selama itu dia nanti kan.


Memang teramat begitu lama, perjalanan untuk mencapai ke gerbang pernikahan, harus mengalami perpisahan terlebih dahulu dengan Nathan, sampai akhirnya mereka berjumpa setelah Lee Ji An hendak melahirkan.


Baby Ryu Jin kini sudah anteng digendong oleh Kim Mi So. Lee Ji An tidak diperkenankan untuk menggendong buah hatinya, karena itu akan membuat orang lain bertanya-tanya, kapan melahirkan, bukankah Lee baru saja menikah hari ini, jadi untuk sementara waktu baby Ryu Jin akan selalu bersama Lee young Joon dan Kim Mi So.


Keluarga Lee pun berdatangan dari Korea, mereka sudah berkumpul banyak sekali, dan mereka begitu takjub melihat baby Ryu Jin. salah satu Bibi bertanya siapakah bayi tersebut? Apakah benar bayi tersebut anak angkat Lee Young Joon dan Kim Mi So. Sang ibu membenarkan bahwa baby Ryu Jin adalah anak angkat dari Lee Young Joon dan Kim Mi So.


Nyonya Lee tidak berani mengatakan bahwa itu adalah putra dari Lee Ji An dan Nathan, karena itu akan mencoreng nama baik keluarga. Karenanya identitas baby Ryu Jin, di samping jika untuk sementara waktu.

__ADS_1


bayi itu harus bersabar sampai ayahnya datang dan memberikan nama belakang, baru Lee Ji An bisa menggendong kembali buah hatinya ke dalam pelukannya.


"Mi So kamu dapatkan di mana bayi lucu ini? Ya Tuhan padahal kamu bisa memiliki bayi sendiri, kenapa harus mengadopsi bayi orang lain?" kata salah satu kerabat Lee dari Korea.


"Tidak apa-apa, aku sangat menyukai bayi ini, bayi ini begitu tampan dia keturunan Cina, karena itu aku mengambilnya, aku sudah menganggap dia sebagai anak kandungku sendiri, tidak apa-apa kalau nanti akhirnya aku hamil aku akan mengurus 2 bayi sekaligus," jawab Kim Mi So sambil menolehkan senyum yang manis kepada kerabatnya.


"Sudahlah kalau seperti itu adanya. Kami keluarga hanya bisa mendukung saja, teta,pi jangan sampai kamu melupakan bayi ini setelah kamu nanti memiliki bayi yang lain, karena kasihan kamu menghadapinya berarti kamu harus bertanggung jawab terhadap bayi yang kamu adopsi, menyayanginya dengan setulus hati tanpa membeda-bedakan dengan putra-putrimu yang lain." Wanita itu bertutur kata lembut dan sopan memberikan petuah untuk Kim Mi So, Mi So pun tersenyum dan mengangguk.


"Jelas saja, Nibi aku tidak akan mungkin membeda-bedakan perasaanku, karena aku sudah bulat ingin merawat bayi ini. Bukankah banyak keluarga yang akan menyayangi bayiku," ungkap kim Mi So dengan senyumannya.


"Tapi tunggu! Ada apa ini, kenapa sekilas bayi itu tersenyum mirip dengan adik iparmu Ji An, coba-coba pengantinnya begitu cantik Senyumnya manis mirip seperti bayi ini, aku jadi heran dari mana faktor kemiripan itu terjadi?" Wanita paruh baya itu mulai memperhatikan Lee Ji An dan baby Ryu Jin. Lee mulai merasakan debaran jantung yang teramat kuat ketika wanita itu mulai mendekati Lee Ji An lalu menatap kearah Ryu Jin.


"Ya sudah ya sudah, aku tidak akan mengatakan bahwa bayi itu mirip dengan Lee, bayi itu mirip kamu Mi So. Selamat ya kamu sekarang sudah menjadi seorang Ibu, keputusan untuk mengadopsi bayi sebelumnya tidak aku sukai, karena lebih baik mengurus bayi sendiri dari pada mengurus bayi orang lain. Tetapi kalau ini sudah menjadi keputusanmu, kami hanya bisa mendukungmu saja," kata bibi tersebut sambil mencoba menggendong baby Ryu jin.


Dari tadi Lee hanya terdiam mendengar ucapan dari kerabatnya itu. Bibi tersebut memang sangat memperhatikan hal-hal yang kecil, apalagi hal yang besar seperti ini, dan jika saja bibi itu tahu kalau baby Ryu Jin adalaj anak yang Lee Ji An lahirkan, maka tamatlah riwayat keluarga mereka, mereka akan kehilangan banyak saham karena itu.

__ADS_1


"Lee Kamu cantik sekali, selamat ya atas pernikahanmu, bibi tidak menyangka kamu bisa secantik ini. Bibi pikir kamu akan menikah dengan warga Negara Korea ternyata kamu akan menikah dengan warga negara Cina, tidak apa-apa beda Kewarganegaraan yang penting kalian saling mencintai satu sama lain." Nibi itu tersenyum dengan manis sambil menggenggam tangan Lee Ji An dan langsung memberikan sebuah amplop untuk pengantin.


"Terima kasih banyak bibi, aku sangat bersyukur karena bibi dan semua tertua dari Korea datang, untuk menghadiri pesta pernikahanku. Sebenarnya aku ingin merayakannya di Korea, tetapi keluarga dari calon suamiku sudah menyiapkannya di sini, kami tidak bisa menolak," kata Lee Ji An sambil menolehkan senyum yang manis kepada kerabatnya tersebut.


"Ya sudah Lee semoga pernikahan kalian lancar, dan diberikan banyak keturunan. Bibi hanya bisa mendo'akan itu saja," ungkap sang Bibi sambil menolehkan senyum yang manis kepada keponakannya.


"Terima kasih banyak do'anya Bibi, Lee sangat bersyukur, semoga saja do'a Bibi dikabulkan oleh Tuhan."


"Aamiin."


Di saat mereka berdua sedang asyik berbincang, tiba-tiba saja baby Ryu menangis, sepertinya bayi itu ingin menyusu kepada ibunya, tetapi sang ibu tidak mungkin menyusui dia, Kim Mi So dengan sigap mengambil botol susu yang sudah dia siapkan untuk diberikan kepada bayi tersebut.


Baby Ryu Jin awalnya tidak mau, dia terus menggeleng tidak mau meminum susu botol tersebut, tapi akhirnya dia mau minum juga.


"Maafkan Ibu nak, Ibu harus menyembunyikan identitasmu untuk sementara waktu. Bukannya Ibu tidak menyayangimu, tapi ini demi kebaikan bersama, agar Ibu dan keluarga serta dirimu terhindar di mulut orang jahat," ungkap Lee Ji An di dasar hatinya, sambil menatap kearah buah hatinya tercinta.

__ADS_1


Pagi itu ia begitu gelisah melihat buah hatinya menangis. Sebagai seorang Ibu, Lee sangat ingin menyusui buah hatinya, tetapi apalah daya untuk saat ini dia tak mungkin melakukannya.


🎀B🎀e🎀r🎀s🎀a🎀m🎀b🎀u🎀n🎀g


__ADS_2