
Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu pun telah tiba, ayah bisa pulang ke rumah dalam keadaan sehat. Pria paruh baya itu sangat senang, bisa pulang ke rumah dan melihat kembali cucu kesayangannya. Kim Mi So sendiri sudah menyusul Lee Young Joon ke Korea.
Karena sang ibu tidak tega memisahkan mereka berdua. Nathanlah yang menjemput ayah dari Rumah Sakit, dan kini Nathan sudah kembali ke rumahnya. Kepulangan ayah membawa kebahagiaan tersendiri untuk keluarga Lee.
Mereka berharap ayah tidak sakit lagi, karena ayah adalah segalanya untuk Lee dan untuk keluarga lainnya.
"Lee, apa Nathan sudah pulang?" tanya sang ayah kepada Lee Ji An.
"Iya Ayah, Nathan baru saja pulang, ada apa?" Lee Ji An menjawab pertanyaan sang ayah.
"Kapan Nathan beserta neneknya akan datang ke sini?" tanya sang ayah dengan kesungguhannya. Ayah sudah tidak sabar ingin melihat reaksi nyonya besar Liao, bagaimana reaksinya.
"Karena sekarang Ayah masih lelah jadi tadi Nathan berpesan padaku akan menyampaikan pada Ayah, bahwa Nathan dan nenek akan datang besok siang," kata Lee Ji An sambil duduk di samping sang ayah.
"Jadi besok siang ya. Ibu harus masak apa dong untuk menyiapkan semuanya?" tanya sang ibu sambil bergabung duduk di samping ayah Lee.
"Ibu masak-masakan Korea saja, mereka kan dari Cina. Biar mereka tahu kalau masakan Korea itu sangat nikmat dan lezat," kata ayah Lee dengan pelan.
"Betul sekali Bu. Ibu cukup masak-masakan Korea, masakan Ibu sangat lezat, pasti mereka akan suka," kata Lee menorehkan senyum yang manis kepada sang ibu.
"Baiklah ibu pagi-pagi akan belanja ke supermarket, Nanti ibu akan memasak banyak dan lezat. Ibu tidak akan mempermalukan keluarga kita," kata Ibu tersenyum begitu manis.
__ADS_1
"Terima kasih banyak Ibu, karena Ibu telah mempersiapkan makan siang yang lezat untuk menyambut keluarga Nathan, Lee sangat bahagia, ayah dan ibu akhirnya bisa mendukung Lee dan Nathan seperti ini," ungkap Lee Ji An dengan mata yang berkaca-kaca, wanita itu memang sangat bahagia sesuai dengan apa yang dia dikatakan.
"Tidak apa-apa Sayang, semua ini demi dirimu, hanya kamu yang membuat Ibu bersemangat seperti ini, ketika Nathan bersungguh-sungguh mencintaimu dan ingin mempertanggung jawabkan semua perbuatannya padamu, ibu bahagia. Ibu berharap Nathan memang bersungguh-sungguh dan tidak bohong," ungkap ibu kepada putrinya.
"Tidak ada kebohongan dalam hubungan kami Bu. Semuanya tulus, Lee mencintai Nathan dengan tulus, begitu pula dengan Nathan. Berbagai insiden telah melanda hubungan kami pada saat kami ingin bertemu, tapi itu sungguh insiden yang tidak disengaja." Lee menjelaskan alasan mereka masih belum bisa bersama.
"Iya sekarang kita lihat saja kedepannya, semoga semuanya bisa berjalan lancar. Ibu hanya ingin anak ibu bahagia benar, kan begitu Ayah?"
"Benar sekali Bu, Ayah juga menginginkan kamu bahagia, kamu adalah putri bungsu kami. Putri kesayangan kami, semua tentang kamu selalu kami pikirkan, maka untuk masa depanmu Ayah dan ibu sudah memikirkan lebih jauh, maafkan Ayah dengan sikap yang kemarin, bukannya Ayah tidak percaya kepada Nathanl, tetapi Ayahn takut Nathan berbohong, itu saja," tutur sang ayah dengan begitu jelas.
"Terima kasih banyak Ayah dan Ibu sudah menyayangi Lee, Lee sangat bahagia, pokonya Lee berjanji akan menjadi anak yang penurut, tidak akan membangkang dan membuat Ayah dan Ibu malu lagi," kata Lee Ji An, lalu memeluk ayah dan ibunya secara bersamaan, wanita itu meneteskan air mata kebahagiaan, karena dukungan orangtuanya yang begitu kental terhadapnya.
"Benar sekali apa yang dikatakan Ibu, setelah hari ini tidak boleh ada air mata di pelupuk matamu buah hatiku, kamu adalah segalanya untuk kami semua, Lee kamu harus menghapus air mata lalu tersenyum untuk kebahagiaanmu, tersenyum untuk masa depanmu yang cerah Sambutlah keluarga barumu, keluarga kecilmu dan hidup berbahagia selamanya," tutur Ayah dengan dekapan yang begitu lembut.
Lee Ji An lalu melepaskan pelukan kedua orangtuanya. Gadis itu tersenyum manis lalu menyeka air matanya, memang benar dia menangis karena bahagia, wanita itu menangis karena suka cita, tangisannya adalah tangisan sebuah kebahagiaan.
🎄🎄🎄
Nathan pulang ke kediamannya dan dia langsung menemui sang nenek.
"Nenek, ayah Lee sudah pulang ke kediamannya, Nathan sudah mengatakan kepada Lee Ji An, bahwa besok kita akan segera melamar secara resmi di apartemennya," kata Nathan dengan senyuman manisnya, sambil menatap kearah sang nenek.
__ADS_1
"Wah, benarkah? Nenek sudah tidak sabar ingin segera meminang Lee menjadi menantu Nenek," kata nenek Liao dengan sumringah.
"Apalagi Nathan Nek, ingin segera menjadi suaminya. Nathan ingin segera memboyongnya bersama baby kami ke sini, ya ampun tidak sabar," kata pria itu tersenyum sambil membayangkan betapa bahagianya kelak dia jika sudah menikah dengan Lee Ji An.
"Berdo'a saja semoga semuanya berjalan lancar, besok kita akan segera membawa perhiasan itu menjadi perhiasan lamaran untuk Lee," kata Slsang nenek sambil menunjuk ke arah perhiasan yang sedang disusun.
"Inikah perhiasan yang telah dibeli waktu kemarin, ternyata lumayan banyak," Nathan melihat satu persatu perhiasan yang sedang nenek rapihkan.
"Ini sedikit Nathan, zaman Nenek dulu malah Nenek memberikan lebih banyak dari pada ini pada ibumu. Tetapi tidak bisa memberikan lebih banyak dari pada ini untuk Lee Ji An, dia malah menolak dan mengatakan bahwa ini sudah lebih dari cukup," kata nenek Liao menuturkan semua.
"Benar sekali Nenek, Lee memang tidak suka dengan hal yang mewah, tidak suka menghamburkan uang seperti gadis lainnya, padahal keluarganya pun orang berada, Nathan sungguh salut kepadanya," ucap Nathan sambil membayangkan kekasihnya yang begitu cantik.
"Jarang ada perempuan seperti Lee Ji An. Karena itulah Nenek langsung jatuh hati, dan terpikat kepadanya. Nathan kamu beruntung sekali memiliki kekasih yang seperti dia, Nenek berdo'a semoga hubungan kalian selalu langgeng, tidak ada kendala apapun," tutur nenek Liao kepada cucu kesayangannya.
"Terima kasih banyak Nenek, Nathan begitu bahagia, ayo nenek sekarang sebaiknya kita tidur saja, karena besok kita harus bersiap, kita akan makan siang bersama di kediaman Lee," ajak Nathan dengan sangat tidak sabar.
"Baiklha cucuku. Ayo kita beristirahat," kata nenek Liao dengan senyumannya, akhirnya mereka pun beristirahat, malam itu Nathan tidak bisa tidur, ia sudah tidak sabar menantikan hari esok, hari di mana dia akan segera bertemu dengan Lee dalam sebuah pertemuan keluarga yang resmi.
Pada saat ini, akhirnya waktu yang dinantikan telah tiba, hari ini nenek Liao dan Nathan sudah bersiap untuk berangkat ke rumah Lee Ji An. Kini Nathan sudah menekan bel apartemen Lee dan akhirnya Lee Ji An membukakan pintu dan tersenyum manis ke arah Nathan dan sang nenek.
🎄B🎄e🎄r🎄s🎄a🎄m🎄b🎄u🎄n🎄g
__ADS_1