Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Pembahasan


__ADS_3

"Kasihan sekali Lee harus mengalami hal seperti ini. Padahal aku sendiri tahu Lee baru pertama kali merasakan jatuh cinta," kata Kim Nana kepada Kim Mi So. Kim Nana terlihat sedih dengan apa yang menimpa sepupunya tersebut.


"Aku pun sama merasa kasihan pada pasangan itu, dan aku sangat penasaran apa sebenarnya rahasia dibalik penentangan ini. Karena ayah sangat keras menentang pernikahan Lee dan Nathan, sepertinya ayah sangat membenci Nathan, ayah tidak mau Nathan bersama dengan Lee," Kim Mi So pun menuturkan perasaannya.


"Pernahkah kamu bertanya kepada paman dan bibi tentang alasannya?"


"Aku tidak pernah bertanya apapun. Aku hanya sebagai menantu, di sini statusku kurang kuat untuk mempertanyakan hal yang lebih pribadi, tetapi suamiku pernah bertanya hal itu bahkan beberapa kali Young Joon bertanya kepada ayah dan ibu, tetapi mereka tidak pernah memberikan alasan yang kuat kenapa kami, tidak boleh mendukung hubungan Nathan dan Lee," tutur Kim Mi So kepada Kim Nana.


"Pasti ada alasan yang sangat kuat. Sebuah rahasia yang tidak mau mereka ungkapkan, tetapi rahasia apa akupun jadi penasaran," Kim Nana menghela napas, dia benar-benar penasaran dibuatnya, kini baby Ryu sudah terlelap di dalam pelukannya, Kim Nana berusaha untuk menidurkan bayi tersebut di box bayinya.


"Jelas saja siapa yang tidak penasaran jika sikap ayah ketaran, dan begitu mencolok sehingga semua pasti bertanya-tanya termasuk aku, kepergian Lee Ji An ke Cina sudah membuat ayah jadi sakit seperti ini, apalagi kalau Lee dan Nathan sampai menikah. Entahlah apa yang akan terjadi,"kata Kim Mi So.


"Kasihan sekali kamu bayi masih kecil, hidupmu sudah seperti ini, ayah ibumu tidak bisa bersatu karena kakekmu kalau begitu keras menentang, kamu bisa bisa menjadi anak broken home," kata Kim Nana sambil menatap baby Ryu yang sedang tertidur di atas box bayi.


Baby Ryu terlelap dia terlihat begitu tampan ketika tidur seperti itu. Wajahnya sangat mirip dengan ayahnya. Kim Nana begitu takjub dengan kemiripan tersebut, pasalnya baru kali ini Kim Nana bertemu dengan dia, bayi yang dilahirkan oleh Lee Ji An, belum saja Kim Nana mengetahui itu bayi Lee Ji An, Kim Nana bisa langsung mengenali dari wajah bayi tersebut.


"Kim Mi So lalu kapan kak Lee pulang?" tanya game Nana kepada sepupunya tersebut.

__ADS_1


"Dia mengatakan sudah dalam perjalanan pulang, aku sudah bisa membayangkan betapa cemasnya wanita itu ketika mendengar kabar ayahnya sakit, dia pasti segera pulang, tanpa menghiraukan hal apapun," kata Kim Mi So dengan pandangan mata yang kosong.


"Kasihan ya, aku menjadi sangat sedih mendengarnya, kak Lee dan Nathan di sana sudah berapa hari berada di Cina?" tanya Kim Nana dengan tatapan yang sendu.


"Baru saja 2 hari dia disana. Mungkin dia baru sampai, karena kan perjalanan juga menyita waktu, tetapi kini dia harus pulang kembali karena kondisi ayah yang memburuk, sedih sekali kalau aku jadi dia, hubungan cintanya tidak mulus seperti orang lain biasanya," tutur Kim Mi So sangat pelan.


"Aku prihatin sekali, tetapi kini yangΒ aku khawatirkan hanya baby Ryu saja, karena bayi ini pasti akan sangat sedih jika harus terpisah dari kedua orangtuanya. Walaupun dia seorang bayi dia punya perasaan yang tidak kita ketahui, mungkin sekarang


dia belum mengerti apapun tetapi kelak, setelah dia bisa berkata dan berbicara pasti banyak pertanyaannya kan dia lontarkan kepada ibunya kalau sampai kedua orang tuanya tidak bersama."


"Benar sekali apa yang kamu katakan, karena aku mengira sangat jelas, bahwa pernikahan Nathan dan tidak akan bisa terlaksanakan," kata Kim Mi So dengan suaranya yang rendah, mereka berdua kini hanya terdiam dengan rasa iba yang menjelma dipikiran mereka.


πŸŽ„πŸŽ„πŸŽ„


"Sayang, apa kamu mau makan atau minum?" tanya Nathan kepada sang kekasih hati.


"Tidak perlu, aku tidak lapar ataupun haus. Aku benar-benar hanya ingin cepat sampai saja, aku mencemaskan ayah, takut terjadi sesuatu hal kepadanya, entah apa yang akan terjadi setelah aku sampai di sana," Lee Ji An kembali meneteskan air matanya, dia begitu cemas terhadap kondisi sang ayah.

__ADS_1


Nathan kini hanya bisa memeluk Lee dengan lembut mendekapnya penuh kasih sayang, pria itu tidak tahu harus bagaimana bagaimana lagi menghibur sang kekasih, karena sekarang dia sendiri tidak tahu bagaimana caranya membuat Lee tersenyum.


Hal yang paling ditakutkan oleh Nathan adalah melihat Lee sedih seperti ini, tidak mau melihatnya tersiksa dengan kesedihan. Nathan pun merasa menyesal telah memaksa ikut ke Cina, karena keegoisannya bahkan telah membuat ayahnya jatuh sakit.


Tetapi dia sangat mencintai Lee. Apapun yang terjadi dia akan mempertahankannya, walaupun kedua orangtua Lee melarang pernikahan mereka, Nathan akan sekuat tenaga untuk bisa mendapatkan gadis tersebut.


"Setidaknya minumlah susu nih agar kamu memiliki tenaga, tidak apa-apa tidak makan," kata Nathan menyodorkan susu kotak kepada Lee. Lee Ji An masih menggeleng tidak bernafsu untuk sekedar minum.


"Sayang kamu harus sehat. Apakah kamu ingin sakit kasihan kan baby Ryu kita kalau sampai mamanya sakit,"kata Natan memperingatkan dia bahwa dia masih memiliki baby Ryu. Nathan sudah menganggap dirinya sebagai anak kandungnya sendiri, walaupun dia tahu baby Ryu adalah bayi adopsi.


"Benar kamu masih punya bayi yang harus kamu rawatlah tidak boleh seperti ini Eh cepat minumlah susunya," perintah sang nenek kepada cucunya nenek kau merasa cemas melihat kondisi yang seperti ini. Nenek duduk di sebrang kursi Lee dan Nathan.


Nenek Liao mengetahui dengan jelas bagaimana perasaan Lee ketika mendengar kabar soal sakitnya sang ayah, ini seperti dirinya waktu beberapa tahun lalu, ketika mendengar kabar bahwa putranya telah mengalami kecelakaan. Karena itu nenek Liao sangat pengertian. Wanita paruh baya itu begitu mengerti tentang kondisi calon cucu menantunya.


Akhirnya Lee mengambil kotak susu tersebut dan mencoba meminumnya, dia sebenarnya sangat tidak bernafsu untuk sekedar meminum susu itu. Tapi apa yang dikatakan oleh nenek dan Nathan sangat benar dia masih memiliki bayi yang harus dirawat dan dia tidak boleh sampai sakit. Kalau dia sampai sakit maka baby Ryu pasti akan sangat terabaikan.


"Nenek tahu, kamu begitu cemas sayang, tetapi yakinlah kepada Tuhan dan berdo'a di dalam hatimu semoga ayahmu baik-baik saja," kata nenek Liao dengan menorehkan senyum yang manis kepada cucu menantunya, sedangkan Lee hanya bisa mengangguk saja.

__ADS_1


πŸŽ„πŸŽ„πŸŽ„πŸŽ„πŸŽ„πŸŽ„πŸŽ„πŸŽ„πŸŽ„πŸŽ„πŸŽ„πŸŽ„πŸŽ„πŸŽ„πŸŽ„πŸŽ„


__ADS_2