Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Kedatangan Sehun


__ADS_3

"Ayo Sayang, minum dulu susunya, Ibu sediakan susu yang lezat buat Dede," kata Kim Mi So sambil menggendong baby Ryu mencoba untuk berkomunikasi dengan bayi tersebut.


Sesekali Lee Ji An melihat kearah sang buah hatinya, dia masih tidak bisa memeluknya, wanita itu kini sedang ditata daerah rambut.


"Ada apa dengan baby Ryu Jin, Nak," tanya sang ibu kepada menantu kesayangannya.


"Dede lagi mimi susu. Tadi sempet rewel sebentar," kata Kim Mi So mencoba untuk terus mengelus lembut sang keponakan.


"Kalau baby Ryu rewel lagi, biar nanti Ibu yang menggendongnya," kata sang ibu kepada menantunya


"Baiklah Bu, tapi mudah-mudahan baby Ryu Jin tidak nangis lagi, lihat bayinya sudah mulai anteng minum susunya, walau tadi sempat menggeleng-gelengkan kepalanya, tidak mau minum susu botol, tetapi akhirnya baby mau juga, dasar bayi yang pintar," Kim Mi So lalu mengecup lembut keponakannya, mendekapnya dengan penuh kasih sayang seperti seorang ibu. Ibu tersenyum manis melihat perilaku Kim Mi So, sandiwara itu memang terlihat nyata, tapi memang sebuah kenyataan kalau Kim Mi So menyayangi baby Ryu Jin.


Sesaat Lee menoleh, ia sangat khawatir dengan kondisi buah hatinya, sebenarnya payudaranya sudah sangat kencang, ingin menyusui bayinya. Tetapi dia tidak bisa melakukan hal itu untuk sekarang ini, jadi terpaksa ia mengenakan pembalut untuk ASI.


Tiba-tiba saja seseorang datang, seseorang yang suaranya begitu khas, dan begitu dia kenali, suara tersebut adalah Sehun. Pria itu datang sengaja dari Korea hanya untuk mengucapkan selamat kepada Lee Ji An.


Sebenarnya Sehun benar-benar merasa sakit hati, karena dia tidak bisa menerima kenyataan kalau memang kekasih yang sangat dia dambakan ternyata hari ini akan menikah. Hatinya hancur tak bisa lagi dia perbaiki.


Tetapi dengan sekuat tenaga pria tersebut datang, hanya untuk memberikan sebuah ucapan selamat, pertanda bahwa dia akan selalu mendukung apapun yang terjadi.

__ADS_1


"Cinta tidak harus memiliki. Aku sangat mencintaimu, tetapi melihat kamu bahagia seperti ini aku sungguh bahagia. Selamat atas pernikahanmu," kata Sehun kepada Lee Ji An.


"Sehun kamu datang juga, terima kasih banyak ya, sudah berkenan hadir di acara pernikahanku. Aku sungguh terharu," kata Lee Ji An dengan menorehkan senyum yang manis kepada pria yang saat ini masih mencintainya.


"Aku datang untukmu, aku datang untuk memberikan sebuah hadiah istimewa untuk mu," tutur Sehun lalu membuka sebuah kotak perhiasan, dia mengambil sebuah kalung lalu dipasangkan di leher Lee Ji An.


"Apa ini Sehun kamu." Lee terkejut karena sehun memberikan sebuah hadiah kalung yang sangat indah untuknya.


"Ini hadiah untukmu, semoga kamu selalu mengingat aku, ketika melihat kalung ini, aku akan selalu ikhlas dan bersabar. Aku akan mencoba untuk bahagia, asalkan kamu bahagia," kata Sehun dengan mata yang sendu, pria itu sebenarnya tidak kuasa untuk membendung semua derita yang dia rasa karena hatinya terpuruk.


Bagaimana dia tidak menderita, ketika seorang kekasih yang sangat dia cintai, hari ini akan menikah dengan pria lain.


"Tidak ada tapi-tapian. Anggap saja ini adalah wakil diriku, yang akan selalu menemanimu. Kamu harus mengingat aku, ketika melihat kalung ini, kamu boleh memakainya atau boleh menyimpannya, kamu juga boleh membuang ini jika memang kamu tidak suka, tapi aku tidak akan mengambil kembali kalung itu," kata Sehun dengan senyuman yang terlihat kesakitan.


Sehun sebenarnya tersenyum, tetapi hatinya menangis, pria itu merasa sangat sedih. Tetapi dia harus tegar dan kuat sebagai seorang laki-laki yang mencintai, dia harus bisa mendukung kekasihnya, walaupun cintanya bertepuk sebelah tangan dan tidak bisa memiliki kekasih hatinya.


"Kalau begitu, aku ucapkan terima kasih ya, aku akan selalu mengingat ini, menyimpannya dan nanti akan aku kenakan suatu saat, jika ada pesta atau acara tertentu. Terima kasih Sehun, ini sangat berharga dan sangat besar untukku, aku tidak bisa membalasnya," kata Lee Ji An sambil menorehkan senyum yang manis kepada Sehun.


Sehun akhirnya hanya bisa menatap wajah Lee Ji An dengan mata sendunya, dia begitu takjub dengan kecantikan Lee Ji An, seorang pengantin yang begitu cantik yang tengah menggunakan gaun pengantin berwarna putih, dan sangat indah, membuat Sehun benar-benar merasa bahwa dia bertemu dengan bidadari yang baru turun dari khayangan, dan Bidadari itu adalah Lee Ji An.

__ADS_1


"Kamu sangat cantik, Nathan sangat beruntung bisa mendapatkanmu," kata sehun dengan matanya yang berkaca-kaca, pria itu lalu membuang mukanya, karena ternyata air matanya menetes tanpa dia sadari.


Lee hanya bisa menatap pilu, dia tidak percaya bahwa Lee akan merasakan kasihan ketika melihat Sehun seperti itu.


"Sehun, maafkan aku, dan terima kasih karena kamu telah berkenan hadir dan memberikan aku hadiah seindah ini, aku akan menjadi temanmu untuk selamanya," kata Lee Ji An dengan suara yang rendah, dan Sehun pun mengangguk, pria itu benar-benar menitikkan air mata, Lee tak sanggup untuk menatap Sehun, karena dia pun sangat iba melihat Sehun menitikkan air mata seperti itu.


"Kamu harus bahagia ya, karena kalau kamu tidak bahagia, maka aku akan merebutmu dari dia, mau tidak mau kamu akan menjadi milikku, aku tidak rela Jika kamu menderita di sampingnya," kata Sehun dengan senyumannya yang terlihat begitu berat.


"Iya aku pasti akan bahagia bersamanya. Dia adalah ayah dari bayiku, aku harus bersamanya agar bayiku bisa memiliki kasih sayang dari seorang ayah, hanya maaf yang bisa ku ucapkan padamu, Sehun," kata Lee Ji An untuk kedua kalinya, perempuan itu meminta maaf kepada Sehun.


"Tidak apa-apa aku pasti akan selalu memaafkanmu, karena kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku, aku permisi dulu ya, aku ke depan sebentar," kata Sehun sambil beranjak pergi dari hadapan Lee. Sehun sebenarnya sangat sedih, dia ingin menangis dan dia pun benar-benar menangis ketika kini dia sedang berada di toilet.


Pria itu tak kuasa menahan air mata karena merasa sangat sakit hati, ditinggal menikah oleh sang kekasih. Wanita yang sangat dia dambakan, wanita yang selalu dia impikan, adalah Lee Ji An, tetapi kini sebentar lagi Lee akan menjadi istri dari orang, yang sangat dia benci.


Sehun memang sangat membenci Nathan, karena Nathan telah mengambil Lee darinya, ia benar-benar merasa hatinya hancur, kebahagiaan Lee dan Nathan adalah kehancuran untuk Sehun, semuanya teramat sangat memilukan.


Lee Ji An sendiri hanya terdiam sambil menatap punggung Sehun, dia tak kuasa karena telah membuat Sehun terluka seperti itu. Tetapi apalah dayanya, dia sudah menentukan pilihan, bahwa dia akan segera menikah dengan pria yang sangat dicintai yaitu Nathan.


⭐⭐⭐⭐⭐ bersambung ⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


__ADS_2