
Seminggu kemudian.
Nathan sudah keluar dari Rumah Sakit dan dia merasa sangat kehilangan sosok Dokter Lee, karena tidak bisa melihat Lee Ji An lagi.
Saat itu pria tersebut sedang kontrol/ check up di Rumah Sakit, dia berharap bisa bertemu dengan Lee Ji An kembali, sebelum akhirnya dia pulang ke apartemennya.
Nathan memang akan melakukan pekerjaan bisnis di Jepang selama 1 bulan. Perusahaan barunya di sana harus dikelola dengan sungguh-sungguh, agar bisa berjalan dan sukses seperti perusahaannya yang lain.
Saat ini Nathan memang sudah agak kerasan, tinggal di Jepang. Apalagi mengingat bahwa dia sudah menyukai seseorang, yaitu Dokter yang sudah merawatnya selama beberapa hari.
Nathan sudah keluar dari ruangan Dokter, dia merasa kecewa tatkala dia masuk ke poli penyakit dalam ternyata yang merawatnya tidak ada, yang memeriksa bukanlah Dokter Lee akan tetapi Dokter lain.
Nathan mencoba untuk naik ke ruangan VIP, tempat dia dirawat kemaren. Sesampainya di sana dia mencoba untuk berkomunikasi dengan salah satu Perawatyang berada di ruang petugas.
"Ya Tuan, ada perlu apa ya?" tanya salah satu Perawat laki-laki kepada Nathan.
"Maaf apakah saya bisa bertemu dengan Dokter Lee Ji An?" tanya Nathan pada Perawat tersebut.
"Tunggu Tuan, saya panggilan Suster terlebih dahulu, saya mau membantu Dokter lain untuk visite. Silakan tunggu sebentar," kata Perawat itu sambil pergi meninggalkan Nathan.
"Baiklah," ucap Nathan pelan.
Lalu perawat itu segera memanggil seorang Suster yang bisa diajak berbicara oleh Nathan.
"Ada apa Tuan, apa bisa saya bantu?" tanya Suster tersebut kepada Nathan.
__ADS_1
"Suster saya ingin bertemu dengan Dokter Lee. Apakah beliau hari ini sedang bertugas?" Nathan mempertanyakan kehadiran Dokter Lee di Rumah Sakit tersebut. Pria itu entah kenapa merasakan sebuah kerinduan yang teramat dalam kepada Dokter tersebut, dia menyadari bahwa dia telah jatuh cinta kepada wanita yang bernama Lee Ji An.
"Tuan, Dokter Lee hari ini tidak masuk kerja, beliau mengambil cuti selama 2 hari," jawab Suster itu dengan menorehkan senyum yang manis.
"Kenapa beliau mengambil cuti, apakah beliau sakit?" Nathan begitu cemas takut kalau Lee Ji An ternyata sakit.
"Tidak Tuan, sebetulnya hari ini adalah hari pertunangan Dokter Lee Ji An," ungkap Suster tersebut dengan menorehkan senyum.
"Apa? Dokter Lee hari ini bertunangan. Suster apakah anda tidak bercanda?" Nathan merasa terkejut, tatkala mendengar kabar berita tersebut. Seolah hatinya remuk dan hancur, dia patah hati dengan seketika, padahal baru saja dia mencinta. Pria itu jatuh cinta pada pandangan pertama, kepada wanita bernama Lee. Semuanya membuat dia serasa hancur, hatinya sakit mendengar berita pertunangan tentang wanita tersebut.
"Saya tidak bercanda Tuan, hari ini Dokter Lee Ji An sedang bertunangan," Suster itu kembali tersenyum.
"Bolehkah saya meminta alamat pesta pertunangannya. Saya ingin berterima kasih kepada Dokter Lee dan akan memberikan beberapa kado sebagai hadiah pertunangannya," kata Nathan mencoba mencari informasi alamat tempat pesta pertunangan Dokter kesayangannya.
Dengan segera Nathan mengambil kertas tersebut, hatinya hancur melihat undangan pertunangan. Dia merasa sangat sakit hati ternyata kasih tak sampai telah menyapanya. Cinta bertepuk sebelah tangan telah berada di dalam dirinya.
"Terima kasih banyak Suster, kalau begitu saya permisi dulu, saya akan segera berangkat ke sana, untuk memberikan hadiah," kata Nathan sambil tersenyum manis.
Pria itu pun langsung pergi meninggalkan ruang petugas tersebut. Dia memerintahkan kepada sopirnya untuk pergi ke alamat yang ditulis di kartu undangan. Tetapi sebelumnya Nathan berhenti di sebuah toko perhiasan, dan memberikan sebuah kalung sebagai hadiah pertunangannya.
"Berat sekali aku harus memberikan kado untukmu, kamu adalah wanita yang telah membuat aku jatuh cinta, selama 5 tahun ini aku tidak merasakan kehidupan yang layak dan normal seperti pria lainnya, tetapi setelah bertemu denganmu, aku merasakan suatu getaran yang tidak biasanya, aku sudah jatuh cinta kepadamu, dan ternyata kamu sudah milik orang lain, malangnya nasibku. Aku hanya bisa memberikan kado ini sebagai kenang-kenangan untukmu, Dokter cantikku,"ungkap Nathan sambil melihat kotak perhiasan yang dia bawa, sebuah kalung yang begitu indah yang akan dihadiahkan kepada Lee Ji An.
Sesampainya Nathan di luar hotel tersebut, Ia masuk kedalam hotel yang sudah ditulis di dalam kartu undangan. Ketika Nathan hendak masuk ke dalam, pria itu menghela napas berat, dia tak tau akan kuat atau tidak menghadapi kenyataan ini.
Kenyataan bahwa dia merasakan cinta bertepuk sebelah tangan, tetapi apa dayanya, dia hanya orang baru untuk Dokter tersebut. Pada kenyataannya Dokter itu sudah memilih pilihan hidupnya.
__ADS_1
"Untuk apa kamu datang kemari?" ucap Lee Young Joon dengan suara yang begitu rendah, namun penuh dengan penekanan. Pria itu memperlihatkan wajah yang merah penuh kekesalan, raut wajahnya benar-benar menakutkan, membuat Nathan terkejut. Siapa itu apa maksudnya dia berkata seperti itu padanya.
"Maaf Tuan saya hanya ingin masuk ke dalam. Saya ingin menemui Dokter Lee Ji An sebentar, dan memberikan kado ini untuknya," kata Nathan sambil menyodorkan kotak perhiasan tersebut kepada Lee Young Joon.
"Tidak usah mengganggu adikku lagi." Lee Young Joon melempar kotak perhiasan tersebut sehingga kalung itu pun terpental keluar dari dalam kotaknya. Nathan begitu terkejut dengan sikap pria yang baru dia kenal.
"Apa maksud Anda, kenapa Anda berlaku sangat tidak sopan seperti itu kepada saya?" Nathan benar-benar merasa marah, kado yang sudah dipersiapkan dengan sangat cantik dilempar begitu saja oleh orang yang tidak dia kenal.
"Nathan, jangan sekali-kali lagi mendekati adikku. Aku tidak akan pernah memaafkanmu, kamu sudah menghancurkan hidupnya, tidak akan aku biarkan adikku terjatuh ke pada lubang yang sama," ucap Lee Young Joon kepada Nathan.
"Apa maksud anda, siapa Anda?" tanya Nathan dengan kebingungan.
"Untuk apa kamu datang kemari, Nathan?"
"Dari mana Anda tahu nama saya, saya datang kemari untuk memberikan selamat kepada Dokter Lee Ji An, bukan untuk bertengkar dengan anda. Siapa anda sebenarnya?" Nathan masih kebingungan dengan sikap Lee Young Joon. Lee Young Joon mengerutkan dahinya, tidak percaya bahwa Nathan berpura-pura tidak mengenalinya, tetapi tidak mungkin pria itu berbohong.
Lee Young Joon melihat tidak ada kebohongan sedikit pun di wajah Nathan. Pria tersebut mencurigai sesuatu. Apakah Nathan kehilangan ingatannya?
"Sebaiknya kamu pergi sekarang juga dari sini, atau aku panggilkan Security untuk menyeretmu keluar dari hotel ini!" ucap Lee Young Joon dengan nada yang begitu lantang. Nathan pun menghela napas lalu pergi meninggalkan Lee Young Joon. Tetapi akhirnya dia mengambil kotak perhiasan yang sudah berhamburan di lantai, pria itu mengambil kalungnya memasukkan kembali ke kotaknya.
"Baiklah saya akan pergi, tetapi tolong sampaikan, ini hadiah dari saya untuknya, saya hanya sebagai pasiennya dan saya tidak tahu Anda siapa. Anda berlaku sangat tidak sopan kepada saya. Padahal saya tidak pernah mengenal anda sekalipun. Tolong sampaikan selamat untuknya dan berikan kotak perhiasan ini untuk Dokter Lee. selamat tinggal," kata Nathan sambil pergi meninggalkan Lee Young Joon.
Diam-diam mencurigai bahwa memang Nathan telah kehilangan ingatannya, Lee Young Joon memang sangat peka terhadap seseorang.
🎃🎃🎃🎃 Bersambung 🎃🎃🎃🎃
__ADS_1