
"Lee aku harap kamu tidak boleh menolak kehadiranku. Aku adalah satu-satunya orang yang tidak akan menyakitimu!" Pria itu menatap dengan tatapan penuh cinta dan kerinduan.
Wanita itu menelan salivanya. Dia kebingungan harus berkata apa, tetapi nasi sudah menjadi bubur dan kini Sehun sudah berada di hadapannya dan mengetahui tentang dirinya. Sehun kini bahkan sudah melihat Lee mengandung dan tidak dapat di sembunyikan lagi.
Perut Lee yang sangat membuncit di usianya yang ke 9 bulan. Bahkan bagi Sehun sungguh Lee begitu cantik dan keibuan. Entah mata Sehun yang rabun, atau memang Sehun yang begitu menyukai Lee. Karena saat ini melihat kondisi Lee yang gemuk dan memiliki bayi dalam tubuhnya maka Sehun adalah pria satu-satunya begitu takjub melihat keadaan Lee.
"Untuk tinggal di rumah ini, mungkin aku tidak bisa mengijinkan mu!" tata Lee Ji An dengan suara yang rendah.
"Jadi aku harus bagaimana? Aku hanya ingin menjagamu sampai kamu benar-benar selamat pada saat melahirkan!" tutur Sehun dengan penuh harap. Pria itu benar-benar tulus ingin menemani Lee Ji An pada saat bersalin, atau jika ia sendiri tidak mengijinkan, maka dia akan senang hati menghantar Lee Ji An sampai ke rumah sakit.
"Kamu bisa menyewa rumah di dekat rumah ini, tapi tidak bisa tinggal di rumah ini, bukannya aku jahat kepadamu, aku tahu kamu ingin menolongku, ingin membantuku agar aku bisa lebih mudah, tetapi tetap saja di rumah ini berisi banyak perempuan selain aku. Lihatlah, mereka berdua pun tinggal di sini!" kata Lee Ji An sambil menunjuk ke arah Kim Nana dan Lele yang kini sedang mengendap-endap mau keluar dari rumahnya.
Sesaat Sean melihat ke arah Lele dan Kim Nana, ternyata memang Lele dan Kim Nana sedang berusaha memberikan ruang untuk Sehun dan Lee Ji An.
"Baiklah Lee, sekarang aku mengerti. Yang pasti aku akan selalu berada di dekatmu. Aku akan berusaha mencari rumah yang dekat dari sini!" kata Sehun dengan senyumannya, yang manis. Lalu Sehun pun berjalan menghampiri Lee, dia ingin sekali memeluk Lee Ji An.
__ADS_1
"Bolehkah aku sekedar untuk memelukmu! Aku sangat merindukanmu Lee. Sudah lama kita tidak berjumpa. Sudah 9 bulan lamanya!" tutur Sehun hamil mohon kepada Lee Ji Anan agar wanita itu mengizinkannya memeluk.
"Kau tak akan bisa memeluk aku, lihatlah, perutku sudah sebesar ini dan perutku sangat besar tidak bisa lagi kau peluk!" Lee Ji An memperlihatkan perutnya dengan cara mengelus lembut perut buncitnya.
"Benar sekali, tubuhmu sekarang sudah sangat berisi, dan juga ada bayi di dalamnya. Apakah bayi di dalam sana seorang perempuan atau laki-laki?" tanya Sehun dengan sangat serius, sambil menatap perutnya Lee tidak henti-hentinya.
"Sepertinya ini adalah seorang bayi laki-laki, aku hanya merasakan saja. Jika bayinya memang akan terlahir menjadi seorang pria yang kuat. Tetapi aku sendiri tidak meminta Dokter untuk memberitahu jenis kelaminnya, agar itu menjadi kejutan untukku," kata Lee sambil menatap Sehun di iringi dengan senyuman.
"Apakah kamu tidak penasaran?" tanya Sehun kepada Lee Ji An.
"Sungguh aku sangat penasaran, tapi apalah dayaku. Aku ingin sebuah kejutan yang Tuhan beri untukku, baik dia terlahir sebagai gadis yang begitu cantik atau terlahir sebagai pria yang begitu kuat, aku pasti akan menyambutnya dengan suka cita," Wanita itu kembali mengelus lembut perut gendutnya.
"Aku memang sudah menyiapkan 2 buah nama, dan itu rahasia. Aku tidak akan memberitahukan, semua itu kepadamu!" Lee Ji An tersenyum dengan manis, sambil menatap kearah Sehun. Sehun masih saja terpana melihat senyum manis gadis yang sangat dia sukai. Seolah tiada lagi gadis yang cantik selain Lee Ji An di mata Sehun.
"Lee, Kamu terlihat begitu cantik. di mataku, bagaimanapun kondisimu. Apakah kamu tidak menyukaiku? Aku ada di sini, aku ke sini untuk berniat melamarmu Lee. Maukah kamu menjadikan aku Ayah dari bayimu?" kata Sehun dengan mata yang penuh harap. Sehun lalu menggenggam tangan Lee dengan lembut dan itu membuat Lee benar-benar merasakan debaran jantung yang tidak karuan.
__ADS_1
Wanita itu tidak tahu harus menjawab apa. Lee Ji An sangat tidak pede dengan bentuk tubuhnya. Dengan keadaannya. Dengan kondisinya. Dengan semua yang dia rasakan saat ini, tidak mungkin Lee mampu untuk menerima orang lain ke dalam hidupnya saat ini.
"Jangan bercanda kepadaku, Jangan pernah mengejekku dengan kata-kata seperti itu!" kata Lee Ji An sambil melepaskan genggaman tangan Sehun.
"Aku bersungguh-sungguh. Aku tidak berniat mengejekmu, aku berniat dengan hati yang tulus, ingin menjadikanmu sebagai istriku. Aku ingin jadi Ayah dari anakmu!" kata Sehun bersungguh-sungguh. Sehun kembali menggenggam tangan Lee dengan erat. Dan itu membuat Lee dan benar-benar tidak berkutik sama sekali.
Debaran jantungĀ yang di rasakan Lee saat ini, benar-benar tidak bisa di kendalikan. Secara Sehun adalah pria yang sangat tampan. Apalagi dia sangat berbakat, dan juga sangat pintar di kelasnya. Dulu mereka memang satu kelas sama Sehun. Sewaktu Lee Ji An masih kuliah di China.
"Sehun tolong, jangan katakan apapun lagi, semua kata-kata yang kamu ucapkan kepadaku hanya akan membuat hatiku tambah sakit, tidak semudah itu kamu melamarku, mengatakan ingin menikah denganku. Aku dan Kamu memiliki sebuah keluarga besarkan. Kamu tahu sendiri bahwa saat ini keadaanku seperti ini, sampai keluargaku pun sendiri mengusir aku dari Korea, Apa yang terjadi jika sampai keluargamu mengetahui bahwa kamu akan menikah dengan seorang wanita yang sedang mengandung bayi orang lain!" kata Lee Ji An dengan mata yang berkaca-kaca.
Sehun menelan saliva ketika mengingat bahwa kendala untuk bersatu dengan Lee Ji An adalah sebuah keluarga. Tidak bisa di elakan lagi, bahwa dia harus mendapatkan restu dari keluarganya. Baru bisa melamar Lee untuk di jadikan sebagai istrinya.
"Tapi aku tulus dan bersungguh-sungguh, aku menyadari bahwa aku belum memiliki restu itu. Tapi sementara aku mendapatkan restu itu. Bisakah kita tetap bersama, saling berbagi rasa sedih, dan rasa suka!" pinta Sehun dengan mata yang berkaca-kaca.
Pria itu benar-benar ingin sekali bisa hidup bersama Lee Ji An. Karena sudah sangat lama Sehun menyukai Lee Ji An diam-diam. Sehun menjadi teman Lee hanya karena Sehun menyukai Lee dan pura-pura menjadi temannya. Dan ternyata dulu sekali Lee pernah suka kepada Sehun. Tapi semenjak pertemuannya, bersama dengan Nathan, Lee melupakan semuanya. Tujuan Lee sekarang yaitu mencari keberadaan Nathan. Walaupun dia sudah memutuskan untuk menghentikan pencarian, tetapi hatinya masih berharap, bisa bertemu Nathan secepatnya.
__ADS_1
Bersambung.
Halo kak.. ayo kak vote dan like. Supaya Nathan bisa nangkring di atas. Kasian amat Nathan gak pernah masuk rangking voteš.