Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Pemulihan


__ADS_3

"Baiklah Dokter terima kasih banyak," Wanita itu memberikan senyuman yang manis kepada Dokter yang telah memeriksanya, lalu Dokter dan Perawat tersebut langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut.


"Tuh, kamu harus makan, kamu harus memulihkan dulu kesehatanmu. Aku mau ngasih lihat sesuatu sama kamu," Kim Mi So lalu mengeluarkan ponselnya. Dia memberikan ponsel itu kepada Lee Ji An dan memperlihatkan sebuah gambar seorang bayi yang berada di ruangan Neonatal Intensive Care Unit (NICU).


"Dia?" Lee Ji An meneteskan air matanya ketika melihat foto bayinya.


"Dia adalah bayi tampan, jagoan kamu Lee," Kim Mi So sangat bahagia memberitahukan kabar tersebut kepada sang sahabat, pasalnya dia ingin memberikan sahabatnya sebuah kabar yang bahagia ini agar cepat pulih dari kondisinya.


"Terima kasih Tuhan. Ternyata bayiku masih hidup, benarkan, benarkan bayiku masih hidup?" Wanita itu menangis dengan lirih merasakan kebahagiaan yang teramat dalam, akhirnya apa yang menjadi mimpi buruk selama ini ternyata sebuah khayalannya saja, ternyata bayinya masih hidup walaupun sekarang bayinya masih belum bisa dia peluk, tidak apa-apa dia bahagia.


"Benar sekali bayimu masih hidup, dia tampan seperti Ayahnya walaupun sekarang kondisinya belum stabil, dia masih harus berada di ruangan rawat Intensive ruangan yang hanya khusus dihuni oleh bayi-bayi yang belum sehat sepenuhnya," kata Kim Mi So memberikan sebuah semangat untuk Lee Ji An.


"Apa bayiku akan baik-baik saja?" tanya Lee Ji An kepada sang kakak ipar. Wajah takut tercermin begitu jelas. Wanita itu sangat ketakutan terjadi sesuatu hal kepada bayinya.


"Tentu saja akan baik-baik saja, semuanya akan sehat, kamu dan bayimu akan segera sehat!" Kim Mi So menorehkan senyum penyemangat untuk sang sahabat. Kim Mi So tidak akan menceritakan soal bayi yang meninggal itu kepada Lee Ji An. Biarlah sementara bayi itu terkubur dalam-dalam Kim Mi So dan Lee Young Joon tidak mau menambah luka hati pada sang adik.


"Joon Oppa, ke mana?" tanya Lee Ji An kepada kakak iparnya.


"Oppa-mu sedang menjemput Aboeji dan Eomoeni, mereka sudah berada di bandara sekarang mereka begitu mencemaskanmu, mereka menangis ketika tahu bahwa kamu terjatuh," Kim Mi So menuturkan semuanya.

__ADS_1


"Benarkah mereka mencemaskanku? Apakah akhirnya mereka memaafkan kesalahanku?" Lee kembali menitikan air matanya. Selama sembilan bulan lebih, bahkan dia tidak pernah berjumpa dengan Eomoeni dan Aboeji-nya. Wanita itu sungguh merindukan kedua orangtuanya, merindukan dekapan lembut sang Ibunda dan merindukan belaian kasih sayang dari sang Ayah.


Kesalahannya begitu besar karena mengandung diluar pernikahan, karena itu dia menyadari betapa dia sudah mengecewakan keluarganya, hukuman yang diberikan dia terima dengan ikhlas. Hari ini adalah hari keempat persalinannya dan dia benar-benar sungguh merasa bersyukur karena Tuhan masih memberikan dia kesempatan untuk bernapas dan bisa melihat keluarganya tersenyum kembali.


"Setiap hari menunggumu sampai dia lupa makan, dia tidak mau aku mengganggunya, dia hanya ingin berduaan denganmu dan dia pun sudah memiliki nama untuk bayimu, Kalau tidak salah namanya adalah Lee Wu Jin," Mi So memberitahukan nama yang Lee Young Joon berikan untuk bayi kecil itu.


"Lee Wu Jin?" Lee tersenyum mendapati nama putranya pemberian dari Lee Young Joon.


"Iya, nama yang bagus bukan," Kakak Iparnya itu menorehkan senyum yang manis sambil membelai lembut rambut Lee Ji An yang hitam.


"Tapi nama Ayahnya Nathan dan bermarga Liao," Lee berkata dengan suara yang rendah, benar sekali Ayahnya bernama Nathan Liao berarti anaknya haruslah memiliki nama marga Ayahnya pula.


"Benar sekali, itu karena kami belum menikah jadi dia tidak bisa memberikan nama Marganya kepada Putra kami," Lee Ji An memang menyadari hal itu semua. Raut wajahnya kini terlihat begitu sedih dan murung dia sebenarnya sangat mencintai Nathan, berharap Nathan bisa memberikan nama belakang Marganya untuk putranya.


"Pria itupun setiap hari menemanimu. Tetapi entah kenapa hari ini dia tidak ada, dia menghilang dari semenjak kemarin,"


"Nathan?"


"Ya Nathan, dia menemanimu disini bersama Sehun, tuh Sehun sedang tidur, mereka berdua benar-benar bersaing untuk mendekatimu, tapi entah kenapa semenjak kemarin aku tidak melihat Nathan di sekitar sini," Kim Mi So mengatakan hal itu sambil menatap sang adik dengan intence.

__ADS_1


"Ke mana dia?" Lee Ji An bertanya, dia memejamkan matanya berharap Nathan bisa segera melihatnya di sini.


"Aku sendiri tidak tahu, bahkan oppa-mu sendiri bertanya tentang hal itu di mana sekarang Nathan berada, sudah lebih dari dua belas jam masalahnya dia tidak menemanimu di sini. Ya kurang lebih sehari semalam,"


"Eonni. Apakah dia pergi?" Lee Ji An begitu ketakutan Nathan pergi lagi meninggalkan dia. Baru saja mereka berjumpa, Lee ingin sekali menceritakan semua keluh kesah tentang hidupnya kepada pria yang menjadi Ayah dari bayinya.


"Entahlah aku kurang mengerti, mungkin dia pulang untuk beristirahat karena semua orang di sini dan benar-benar kelelahan, namanya juga Rumah Sakit tidak ada tempat untuk beristirahat tetapi tadi Oppa-mu sudah memerintahkan Lele untuk mencari tahu keberadaan pria tersebut," Kim Mi So menjelaskan semuanya kepada adik iparnya, wanita itu tidak mau Lee menangis karena sedih.


"Benarkah Lele belum pulang aku ingin segera mendengar kabar tentang dia," Lee Ji An sangat berharap Lele segera datang dan memberi tahu keberadaan Nathan sekarang ini.


"Iya ini baru saja keluar hampir berbarengan dengan kakakmu, jadi kita sabar saja menunggu kabar dari asistenmu itu," Kim Mi So menorehkan sebuah senyum yang manis.


"Aku ingin melihat dua pria itu, pria kecil dan pria yang mirip dengan bayiku. Aku menginginkan mereka berdua berada di dekatku saat ini," Lee berkata dengan mata yang berkaca-kaca. Kim Mi So sendiri hanya bisa menggenggam lembut tanggal Lee


"Tenang saja, besok atau lusa bayimu pasti sudah diperbolehkan keluar dari ruangan Intensive, dan besok atau lusa Nathan akan datang menjenguk ke sini karena aku yakin Nathan itu sungguh mencintaimu. Aku baru melihat dia beberapa hari saja, dia sudah jelas nampak di wajahnya kalau dia begitu mencemaskanmu, begitu mencintaimu Lee," Mi So mencoba untuk memberikan sebuah kata-kata penyemangat untuk sang adik ipar, dia tidak tega kalau harus melihat Lagi bersedih kembali seperti itu.


Lee Ji An baru saja sembuh, baru saja bangun dari masa kritisnya, dia bahkan mengalami, selama koma selama empat hari. Tentu saja Kim Mi So tidak mau Lee mendapatkan hati yang pedih. Mi So ingin Lee Ji An bahagia dan tersenyum seperti dahulu kala saat mereka masih kuliah di China.


Bersambung.

__ADS_1


kakak jangan lupa Like ya.


__ADS_2