
Lee Ji An pun tersenyum sambil menyeka air matanya, kini pipinya sudah sangat basah, dengan segera dia mengeringkan pipinya. dengan satu tangannya yang tidak menggunakan infus.
"Sayang, kamu cantik sekali, lama sekali kita tidak berjumpa, akhirnya kita berjumpa juga," ujar Nathan lirih, sambil menggenggam tangan Lee Ji An dengan lembut lalu tangan lain membantu menyeka airmata Lee yang menetes ke pipi gadis cantik itu.
"Aku bahkan belum mandi sudah beberapa hari," ucap Lee Ji An dengan pipi yang bersemu merah, dia memang belum mandi, karena selama ini Kim Mi So hanya membantu dia menyeka tubuhnya setiap hari. Dengan telaten kakak iparnya itu membantu Lee Ji An membersihkan tubuhnya, walau dengan Washlap dan air hangat. Tetapi tetap saja Lee merasa risih karena semenjak dia melahirkan dia belum mandi, terhitung sudah lima hari Lee Ji An hanya diseka oleh spons saja.
"Tidak apa-apa ko, kamu wangi banget, sini aku ciumin juga, tubuhmu wangi banget," ucap Nathan sambil mencium pipi Lee Ji An dan menghirup aroma segar yang keluar dari tubuh Lee, jelas wangi ... karena memang Lee Ji An sudah bermandikan farfum sejak tadi pagi.
Wanita itu merasa malu diperlakukan begitu manja oleh sang kekasihnya. Lalu Lee Ji An hanya bisa menundukkan wajahnya. Nathan dengan segera menyentuh daguku wanitanya dan membiarkan Lee Ji An untuk menatapnya.
Lalu Nathan pun kembali memeluk kekasihnya, pelukan yang sangat lembut namun menunjukkan kekuatan cinta yang begitu besar. Wanita itu hanya bisa memejamkan mata setelah itu Nathan pun mengakhiri pelukannya, dan kembali mengecup kening sang kekasih dengan begitu mesra.
Mereka berdua saling bertatapan, jantung mereka berdetak dengan begitu kencang. Dua insan yang saling merindukan ini saat ini bertemu di dunia nyata, bukan lagi di dunia mimpi. Lalu pria itu sudah tidak bisa lagi membendung semua asa dalam jiwanya, tanpa ragu lagi Nathan langsung meraup bibir sang kekasih dengan begitu mesra.
Mereka lupa bahwa di ruangan itu masih ada keluarga yang lain. Ada Nenek Liao, Sekretaris Han, dan Kim Mi So. Nathan terus-menerus melakukan manuver itu kekasihnya dengan kecupan yang begitu lembut. Lee Ji An sendiri hanya bisa memejamkan mata sambil meremas pakaian yang ia kenakan.
Mereka berdua terbuai dalam kerinduan yang begitu dalam. Mereka berdua bersatu dalam sebuah kecupan penuh rasa cinta dan manisnya madu asmara. Mereka berpisah sekian lama, saling merindukan saling mencari keberadaan masing-masing dan akhirnya akhirnya kini berjumpa walau dalam kondisi yang tidak biasa.
__ADS_1
kecupan mereka itu begitu lama, membuat yang melihat hanya bisa menundukkan wajah, Kim Mi So sendiri hanya bisa tertunduk, benar-benar seolah-olah tidak melihat apapun. Sekretaris Han sendiri hanya pura-pura memegang ponselnya, cuma sang Nenek yang melihat dengan jelas dan tersenyum bahagia melihat kecupan Cucu kesayangannya kepada calon Cucu menantunya.
Nenek Liao begitu bahagia, akhirnya Nathan akan menemukan pasangan yang selama ini dia cari.
"Dunia ini begitu indah, jika kalian bersama karena itulah kalian harus segera menikah. Agar kalian tidak terpisahkan lagi!" ucap Nenek Liao memecahkan Kesunyian. Membuat Nathan dan Lee Ji An membuka mata selalu dengan segera melepas ciuman mereka.
Mereka merasa terkejut mendengar suara sang Nenek, mereka lupa bahwa di ruangan itu ada orang lain. Mereka asyik saling mengecup sampai melupakan semuanya.
"Nenek," Nathan merasa malu, dia pun menyeka bibirnya yang basah sambil menatap sang Nenek.
"Kalian berdua harus segera menikah, Cucuku aku merestuimu!" ucap Nenek Liao kepada Nathan dan Liao lalu menghampiri Nathan dan Lee Ji An.
"Tunggu, kamu bukannya wanita hamil yang waktu itu?" Nenek Liao pun merasa terkejut ternyata Nenek sudah bertemu dengan Lee Ji An beberapa bulan yang lalu, tetapi tidak tahu kalau Lee Ji An adalah wanita yang sedang dicari mati-matian oleh Cucunya.
"Kalian saling mengenal? Apakah kalian pernah berkenalan di belakangku?" Nathan merasa heran melihat dua wanita yang disayangi ternyata saling mengenal.
"Kapan Nenek bertemu dengan dia, waktu dia sedang kontrol ke Dokter kandungan, benar kan begitu Nak, waktu itu kamu bahkan selesai melakukan pemeriksaan kandungan?" kata Nenek Liao kepada Lee Ji An.
__ADS_1
"Benar sekali Nenek, aku adalah wanita yang waktu itu hendak memeriksakan kehamilanku. Aku melihat Nenek di Rumah Sakit itu, ketika Nenek sedang menunggu Cucu Nenek yang sedang koma dengan wajah yang hancur," ucap Lee Ji An mengingat kembali kejadian masa lalunya. Lee Ji An tahu dengan jelas bahwa sang Nenek sedang menunggu Cucunya yang dalam keadaan kritis, berbulan-bulan.
"Cucuku, ternyata itu kamu Nak. Tuhan telah mempertemukan kita, tetapi kita tidak saling mengenal, kamu tahu saat itu kamu adalah orang pertama yang aku kenal di Negara ini, yang langsung saja bisa akrab dan langsung bisa bercerita, ternyata kamu adalah kekasih Nathan cucuku, saat itu kamu masih mengandung cicitku, benarkah begitu?" ucap Nenek Liao dengan tetesan air matanya lalu Lee Ji An pun meneteskan air matanya pula.
"Benar sekali, Nenek waktu itu aku sedang mengandung bayinya Nathan, aku masih hamil waktu itu, aku tidak tahu, kalau anda adalah Neneknya Nathan. Kalau aku mengetahui hal itu, aku ingin sekali waktu itu Nenek menemaniku periksa hamil dan melihat kondisi bayiku," ucap Lee Ji An sambil mencoba memeluk sang Nenek, Nenek pun langsung memeluk Lee Ji An.
"Kasihan sekali kamu cucuku, Sayang. Andai saja kamu tahu bahwa orang yang sedang terbaring di dalam ruangan Intensive Care Unit itu adalah Nathan nak," ucapkan Nenek Liao kepada Lee Ji An.
"Apa?!" Mulut Lee Ji An mengnanga tidak percaya bahwa pria yang dilihat sangat menyedihkan itu adalah pria yang terbaring lemah dengan kondisi wajah yang rusak total, tidak menyangka bahwa orang yang sedang berjuang melawan kematian itu adalah orang yang sangat dia sayangi, orang yang dia cari selama ini.
"Benar lihatlah ini Cucuku, dua ini satu-satunya Cucuku, sekarang Nathan sudah sehat. Dia baru saja siuman dan baru sembuh dari masa komanya, selama berbulan-bulan Nak," tutur Nenek Liao kepada Lee Ji An. Lee langsung menatap sang kekasih hati dengan air matanya yang sudah tidak bisa dibendung lagi.
"Nathan," air mata Lee Ji An kini sudah seperti tumpahan air hujan yang benar-benar menetes tanpa bisa ada yang menghalangi.
"Iya itu aku, Sayang," ucap Nathan sambil menatap kekasih hatinya.
Bersambung.
__ADS_1
kak jangan lupa like dan Vote