Ketika Nathan Bertemu Lee

Ketika Nathan Bertemu Lee
Yang Telah Pergi


__ADS_3

"Nathan Kamu sebenarnya ada di mana? Kamu kenapa belum datang juga? kamu akan menyesal!" kata Dokter Yuan chuan kepada Nathan di balik telepon.


"Halo," jawab Nathan.


"Kamu dimana brengs*k?!" teriak Dokter Yuan Chuan kepada Nathan ditelepon.


"Aku sudah mau sampai, ini sudah ada di lobby Rumah Sakit," kata Nathan dengan tergesa-gesa, dia berlari menuju ke tempat yang sudah Dokter Yuan Chuan katakan.


"Cepatlah! Sebentar lagi operasinya akan selesai, kamu akan menyesal saat itu itu terbuka siapkan dirimu!" kata Dokter tersebut dengan tubuh yang bergetar Dokter Yuan Chuan sebenarnya tidak tahu atau belum tahu yang tidak berhasil Dokte Obgyn selamatkan itu siapa, Lee Ji An atau anaknya.


"Kamu di mana sekarang, ini aku sudah naik ke lantai dua," kata Nathan sambil berlari menaiki anak tangga karena ternyata lift yang akan pakai penuh.


"Kami ada lantai dua, cepatlah aku menunggu kamu di depan lift," kata Dokter Yuan Chuan.


Lalu dengan segera Nathan pun berlari kembali, Nathan segera menutup telepon selulernya begitu pula dengan Dokter Yuan Chuan itu.


"Ya Tuhan, apa yang terjadi dengan Lee Ji An? Kenapa Yuan Chuan dan suaranya begitu bergetar?" kata Nathan di dalam hatinya pria itu terus berlari menaiki anak tangga dengan kekuatannya yang penuh. Sampai Akhirnya kini dia sudah berada di hadapan Dokter Yuan Chuan.


"Nathan kamu sudah datang?" ucap Dokter Yuan Chuan sambil menatap Nathan yang terlihat begitu kelelahan setelah berlari menaiki anak tangga.


"Iya, Supir datang terlambat tadi, bagaimana kondisi Lee, mana dia, sekarang dia di mana, di mana Lee?" Nathan bertanya kepada Dokter Yuan Chuan dengan nada yang lelah. Karena dia harus mengatur napasnya selepas menaiki tangga.

__ADS_1


"Sudah terlambat datang Semuanya sudah terlambat Dokter mengatakan beliau tidak bisa menyelamatkan salah satu dari mereka, dan aku sendiri tidak tahu siapa mereka itu," ucap Dokter Yuan Chuan kepada Nathan.


Tubuh Nathan bergetar begitu hebat mendengar ucapan yang dikatakan oleh Dokter pribadinya tersebut. Dia tidak menyangka bisa mendengar kata-kata Sepahit itu dari mulut sahabatnya.


"Kamu bercanda kan? Kamu menakuti aku?" Nathan mencoba untuk tersenyum kepada sahabatnya tersebut.


"Nathan dengarkan aku, apa yang aku katakan semua itu adalah sebuah kenyataan, kamu telah kehilangan salah satu dari mereka. Cepatlah pergi ke sana dan lihat siapa yang telah tiada?"bDokter Yuan Chuan memerintahkan Nathan untuk segera pergi menuju ke ruang tunggu operasi tempat di mana Lee Ji An sedang mempertaruhkan semuanya di meja operasi.


"Kamu pasti bohong kan! Kamu pasti berbohong!" teriak Nathan dengan matanya yang merah, dia tidak percaya bahwa dia harus mendengar kata-kata Sepahit itu dari mulut Dokter pribadinya.


"Percuma kamu membentak aku, lihat sendiri ke sana! Tanyakan sendiri siapa yang sebenarnya telah pergi!" kata Dokter tersebut sambil menarik tangan Nathan berjalan menuju ke arah ruang tunggu operasi.


Nathan pun kini hanya bisa menuruti dan mengikuti langkah kaki Dokter Yuan Chuan. Tubuhnya memang begitu bergetar, dia sungguh ketakutan tentang kenyataan yang akan dihadapi hatinya bertanya-tanya, sebenarnya siapakah yang telah pergi. Karena memang dia tidak akan sanggup menerima kenyataan jika ternyata yang pergi adalah kekasihnya.


Kini Dokter Yuan Chuan telah berhasil mengajak Nathan dan sampai di ruangan Tunggu tersebut. Sehun dan lele mendapati Nathan kini sudah berada di hadapan mereka berdua. Sehun yang masih basah dengan air matanya begitu pula Lele yang masih terduduk di lantai karena tangisannya.


Sehun berdiri menghampiri Nathan. Dia benar-benar mengumpulkan seluruh tenaga dan kekuatannya di dalam kepalan tangan yang sedang dia kepalkan.


"Untuk apa kamu datang kesini brengs*k?" Sehun langsung memberikan sebuah tonjokan pada wajah Nathan.


Brugh.

__ADS_1


Nathan terjatuh dengan seketika.


"Ahh...." Nathan mengeluarkan suara pedih ketika itu.


Nathan yang kini sudah tersungkur dilantai karena tonjokan dari Sehun. Sehun menyeringai melihat Nathan tersungkur seperti itu. Nathan mencoba untuk bangun.. Dia memegang sudut bibirnya. Dan dia menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya dengan jarinya.


"Sehun cukup, bukan waktunya untuk bertengkar saat ini!' ucap Dokter Yuan menghalangi Sehun untuk kembali menghajar Nathan. Kini Sehun tidak bisa berkutik ketika Dokter Yuan telah memasang pagar badan padanya.


"Ini semua gara-gara pria brengs*k itu, andai saja dia tidak ada di cafe itu, saat ini Lee akan baik-baik saja. Dan tidak akan pernah ada yang pergi." Sehun berteriak dengan sangat kencang. Pria itu benar-benar merasa marah kepada Nathan karena gara-gara mengejar Nathan Lee Ji An sampai terjatuh.


"Siapa-siapa yang yelah pergi?" zkata Nathan dengan suara yang begitu pelan dia benar-benar merasa ketakutan dengan kata-kata 'yang telah pergi', yang telah diucapkan oleh Sehun di hadapannya barusan.


"Ini semua gara-gara kamu, kamu adalah penyebab dari semua ini. Kamu adalah pria yang tidak bertanggung jawab, kamu datang di kehidupan Lee hanya untuk membuat Lee terluka, kamu menanam benih pada rahimnya, lalu pergi begitu saja tanpa tanggung jawab!" Sehun berteriak dengan sangat lantang. Wajahnya memerah dan dia benar-benar terlihat ingin membunuh Nathan.


Nathan berdiri dan langsung menyerang Sehun. Mendorong sehun sampai pria itu terjatuh. Dengan membabi buta Nathan memberikan pukulan di wajah sehun sambil berkata sambil berteriak." Aku tidak lari dari tanggung jawab, selama ini aku mencari Lee ke beberapa Negara, Bahkan aku tidak menemukan wanitaku sama sekali, dengar baik-baik, aku sudah berusaha mencari selama ini!"


"Sudah--sudah, kalian untuk apa bertengkar seperti itu, bukannya berdo'a malah saling memberikan pukulan!" teriak Lele sambil mencoba melerai perkelahian kedua pria itu.


Dokter Yuan Chuan kini sudah menarik Nathan dari atas tubuh Sehun. Mereka telah berhasil di pisahkan. Nathan masih mengatur nafasnya. Karena amarah yang memuncak. Begitupula dengan sehun. Kini wajah Sehun sudah babak belur dibuatnya.


"Kalian bukannya bersedih karena kita sudah kehilangan, malah saling bertengkar, tidak ada gunanya saling menyalahkan, bahkan kini kita sudah berada di ujung derita, kita sudah kalah oleh Takdir, Dokter tidak bisa menyelamatkannya," kata Lele dengan tetesan air matanya. Wanita itu menangis dengan tersedu. Sedangkan sehun kini hanya bisa menyeka luka di wajahnya dengan kaos yang dia kenakan.

__ADS_1


Tubuh Nathan bergetar begitu hebat saat itu. Dia merasa bersalah atas apa yang telah terjadi kepada Lee Ji An.


Bersambung.


__ADS_2