
"Sudahlah jangan lagi membuat malu keluarga, untuk apa kalian tidur di dalam mobil, kalian punya rumah, tidur di rumah masing-masing. Kamu itu ya ... beruntungnya kita ini bukan orang Indonesia, jadi mereka tidak tahu kalau kalian belum menikah. Benar-benar sangat keterlaluan, hanya untuk tidur saja harus di dalam mobil, tidak bisa kah kalian tidur di kamar masing-masing?" ungkap Aboeji kepada Lee dan Nathan, kini pasangan kekasih itu hanya bisa terdiam. Padahal mereka hanya tertidur saja di mobil, itu pun tanpa sengaja, tetapi Ayah sangat murka kepada mereka.
Lee dan Nathan hanya bisa terdiam dengan kebingungan yang mendera mereka. Angin Sore itu benar-benar telah menusuk ke dasar hati, mengiringi rasa sakit yang pria itu rasakan. Sesekali pria itu menghela napas dengan berat. Sakit hatinya benar-benar telah membuat dia tidak berdaya, hanya hal yang sepele saja, dia seolah-olah dijadikan terpidana.
Adakah perbuatannya yang menarik perhatian calon Ayah mertuanya. Adakah sebuah Nathan yang pernah di lihat oleh calon mertuanya, nonsen! Semuanya nihil. Di mata Ayah mertuanya Nathan tetaplah orang yang paling bersalah, di mata orang tua Lee, Nathan adalah orang paling berdosa di muka bumi ini.
Mereka terduduk di ruang tamu seolah sedang di sidang oleh Hakim dan Jaksa. Sepasang kekasih itu benar-benar sangat menyedihkan, bahkan untuk berbicara bersama mereka sangat sulit. Tanpa sengaja mereka tertidur pun mereka harus dihadang oleh cobaan seperti ini, dihadang oleh ucapan kasar seorang Ayah yang menghalangi mereka untuk bersama.
"Manusia tidak pernah bisa melawan kantuk Ayah, tidak ada hal lain yang bisa membuat Ayah malu, tidak ada hal lain yang membuat ayah tercoreng lagi. Ayah ... kami tidak sengaja," Lee Ji An berkata dengan pelan sambil menatap sang ayah. Gadis itu merasa sangat sedih mereka hanya ketiduran, tapi kenapa ayahnya begitu marah seperti itu.
"Kamu terlalu banyak bicara. Apa buktinya kalau kalian hanya tertidur saja, kalau kalian memang mau tidur, kenapa kalian tidak tidur di kamar masing-masing, kamu punya apartemen. Walaupun kecil dan kamu juga Nathan, kan kamu punya rumah. Perbuatan kalian memalukan, mencoreng nama baik Ayah kembali, beruntunglah ini bukan di Korea tidak ada yang mengenal kalian. Bagaimana kalau ini di Korea apa yang harus Ayah katakan kepada semua orang yang mengenal Ayah memalukan," ungkap sang Ayah kepada putrinya dan kepada kekasih.
__ADS_1
Jadi menurut Ayah Lee, perbuatan mereka yang tertidur tanpa sengaja di dalam mobil itu mencoreng nama baiknya, dan menimbulkan fitnah orang-orang di sekitar. Karena itulah beliau begitu marah dan murka, tetapi seharusnya Ayah Lee tidak usah Semarah itu, karena Lee dan Nathan hanya tertidur saja tidak melakukan hal lain yang membuat mereka keluarga Mereka malu.
"Maafkan aku Ayah mertua, aku memang yang mengajak Lee masuk ke dalam mobil, tadinya kami hanya ingin berbincang sebentar, tetapi aku malah tidur di sana. Kelelahanku selepas bekerja malah membuat aku tidak sadarkan diri dan terlelap," ungkap Nathan dalam pembelaannya, pria itu merasa kasihan pula kepada Lee Ji An karena perbuatannya Lee pun ikut dimarahi oleh sang Ayah.
Ucapan Nathan bahkan tidak didengar sama sekali oleh sang Ayah, dan Ayah Lee seolah tidak melihat pria yang ada di hadapannya kali ini. Ayah Lee Ji An benar-benar hanya menganggap Nathan bayangan saja di depannya. Dia hanya menatap puterinya dengan mata yang membulat, wajah yang memerah dan tangan yang mengepal dan bibir yang terlihat begitu kesal.
Tak ada Nathan sedikitpun di ruangan itu, itu yang ayah Lee Ji An rasakan, karena bagi Ayah Lee, Nathan tidak berarti dan bukan siapa-siapa. Karena itu tidak sepantasnya dia memarahi Nathan dan tidak sepantasnya dia menganggap Nathan ada.
"Ayah bukankah sudah mendengar pembicaraan kami. Bukankah sudah mendengar dariku dan dari Nathan kenapa saja selalu Ayah anggap salah. yang kami lakukan tidak salah. Kami memang telah berbuat salah beberapa bulan yang lalu sehingga memang telah membuat nama baik Ayah tercoreng, begitu saja. Tetapi bukan berarti kami akan melakukan hal yang sama. Kenapa selalu membuat aku dan Nathan menjadi serba salah seperti ini," Gadis itu menangis dengan tersedu dia tak kuasa menahan air matanya, apalagi melihat sikap sang Ayah yang benar-benar menganggap pria kesayangannya tidak ada di muka bumi ini.
"Sayang jangan menangis lagi, ini bukan kesalahanmu, tapi ini kesalahanku. Sudah jangan menangis lagi aku tidak tega melihatmu meneteskan air mata seperti itu," ucap Nathan kepada wanitanya. Pria itu sangat tidak bisa melihat tetesan air mata menetes dari mata wanita yang sangat dia cintai.
__ADS_1
Hatinya memanas tidak bisa hanya untuk menahan diri, dia ingin sekali menghentikan tangis yang kekasihnya lakukan. Tetapi Lee Ji An masih saja terisak dengan semua kepiluan yang dirasakan.
Ayah Lee Ji An sendiri dia hanya bisa menatap puterinya dengan mata yang memburu. Tiba-tiba saja sang Ibu pun datang Lalu memberikan segelas air putih kepada suaminya.
"Sudahlah ya Yeobo Jangan marah-marah lagi, nanti darah tinggimu kumat, Eomma tidak mau kamu sampai sakit," kata Ibu Lee kepada suaminya.
"Kepalaku mulai sakit, benar-benar sangat menjengkelkan," ungkap Ayah Lee dengan kekesalannya. Pria itu lalu mengambil air putih yang diberikan oleh istrinya, meneneguk sampai habis air putih tersebut.
"Jangan lagi membuat Ayahmu marah. Bagaimana kalau terjadi sesuatu kepada Ayahmu, kamu hanya punya satu Ayah. Tidak bisa digantikan oleh apapun, kamu tahu suami dan kekasih bisa saja putus ditengah jalan dan menjadi seorang mantan kekasih dan mantan suami. Tetapi untuk seorang Ayah, tidak ada kata-kata mantan Ayah. Sekarang kamu masuklah ke dalam kamar! Biarkan pria di sampingmu pulang!" ungkap Ibu kepada Lee Ji An. Wanita itu mengusir Nathan secara halus dan itu membuat Nathan benar-benar merasakan sebuah rasa sesak yang teramat dalam.
Lee menatap Nathan dengan iba, dia tidak puas karena harus pergi begitu saja. Nyonya Lee sangat tega melontarkan kata-kata itu kepada Nathan. Tapi tidak berdaya hanya bisa menurut saja. Bertemu seperti itu saja menjadi sebuah hambatan dan masalah besar apalagi ketika mereka hendak pergi ke Cina, pasti kedua orang tua Lee akan sangat marah kepadanya.
__ADS_1
"Nathan Aku antar ke depan ya," kata Lee Ji An dengan matanya yang basah. Lalu Nathan pun mengangguk, mata Nathan sudah berkaca-kaca dia merasakan sebuah hinaan besar ketika orang tua Lee mengusirnya seperti itu.
🎀🎀🎀